5 Penyebab Suami yang Hobi Nonton Film Haram Tidak Lagi Berhasrat kepada Istri

Yudi
By Yudi
7 Min Read
Foto: Freepik.com

MENONTON film porno adalah aktivitas yang banyak dilakukan oleh pria, baik yang masih lajang maupun yang sudah menikah. Namun, berbagai penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan ini bisa berdampak negatif pada kehidupan pernikahan, terutama dalam hal hasrat seksual terhadap pasangan. Banyak istri mengeluhkan bahwa suami yang sering menonton film porno menjadi kurang tertarik secara seksual kepada mereka. Mengapa hal ini bisa terjadi? Berikut penjelasannya berdasarkan penelitian ilmiah.

1. Desensitisasi Otak terhadap Rangsangan Seksual

Menurut penelitian dalam jurnal JAMA Psychiatry (2014), kebiasaan menonton film porno secara berlebihan dapat menyebabkan desensitisasi pada otak. Ini berarti otak menjadi terbiasa dengan rangsangan yang sangat tinggi dari film porno dan membutuhkan stimulus yang lebih ekstrem untuk merasakan gairah. Akibatnya, hubungan seksual dengan istri yang lebih realistis dan alami terasa kurang menarik dibandingkan adegan-adegan yang ditampilkan dalam film porno.

BACA JUGA: Kenapa Istri Suka Sering Ga Peka Kalau Suami Ingin “Bermesraan” Pura-pura kah, ataukah Apa?

Sebuah studi dari Universitas Cambridge juga menemukan bahwa pria yang sering menonton film porno menunjukkan aktivitas otak yang mirip dengan pecandu narkoba, di mana mereka terus mencari stimulus baru dan lebih kuat untuk mendapatkan kepuasan.

2. Menurunnya Produksi Dopamin dalam Hubungan Nyata

Film porno bekerja dengan cara memicu pelepasan dopamin, yaitu hormon yang bertanggung jawab atas perasaan senang dan puas. Namun, ketika seseorang terlalu sering menonton film porno, otaknya menjadi kurang responsif terhadap pelepasan dopamin dalam hubungan nyata, termasuk saat berhubungan dengan pasangan.

Menurut sebuah studi dalam jurnal Neuroscience & Biobehavioral Reviews, pria yang sering menonton film porno cenderung mengalami penurunan kepuasan dalam hubungan nyata karena otak mereka sudah terlalu terbiasa dengan rangsangan yang diberikan oleh film porno.

3. Meningkatnya Ekspektasi yang Tidak Realistis terhadap Seks

Film porno sering kali menampilkan adegan seksual yang tidak realistis, seperti durasi bercinta yang lama, posisi yang ekstrem, atau tubuh pasangan yang “sempurna”. Ketika seorang pria sering menonton film porno, ia bisa membangun ekspektasi yang tidak realistis terhadap hubungan seksual di dunia nyata.

Menurut penelitian dalam Archives of Sexual Behavior (2017), pria yang sering menonton film porno lebih mungkin merasa kecewa dengan performa seksual pasangan mereka karena mereka membandingkannya dengan aktris film dewasa. Hal ini bisa membuat mereka kehilangan hasrat terhadap istri karena merasa pengalaman seksual di kehidupan nyata tidak sesuai dengan fantasi mereka.

4. Disfungsi Ereksi akibat Porno (PIED – Porn-Induced Erectile Dysfunction)

Fenomena disfungsi ereksi akibat pornografi (PIED) semakin banyak dilaporkan dalam beberapa tahun terakhir. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Behavioral Addictions menemukan bahwa pria yang sering menonton film porno lebih mungkin mengalami kesulitan ereksi saat berhubungan seksual dengan pasangan.

Hal ini terjadi karena otak mereka sudah terlalu terbiasa mendapatkan rangsangan visual yang intens dari film porno, sehingga mereka tidak bisa merasa cukup terangsang dengan interaksi fisik nyata. Akibatnya, mereka cenderung menghindari hubungan seksual dengan pasangan dan lebih memilih mendapatkan kepuasan dari menonton film porno.

5. Penurunan Kedekatan Emosional dengan Pasangan

Menonton film porno dalam jumlah berlebihan tidak hanya berdampak pada hasrat seksual, tetapi juga pada kedekatan emosional dalam pernikahan. Sebuah penelitian dari Journal of Sex Research menemukan bahwa pasangan yang salah satu atau keduanya sering mengonsumsi film porno cenderung memiliki hubungan yang lebih dingin dan kurang intim.

Ketika seorang pria lebih sering memenuhi kebutuhan seksualnya dengan menonton film porno daripada berhubungan dengan istrinya, ia secara tidak langsung membangun jarak emosional dengan pasangannya. Ini bisa menyebabkan perasaan kesepian, kecemburuan, dan bahkan kehancuran dalam pernikahan.

Bagaimana Mengatasi Masalah Ini?

Jika Anda atau pasangan mengalami masalah ini, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan:

  1. Kurangi atau Hentikan Kebiasaan Menonton Film Porno
    Mengurangi konsumsi film porno bisa membantu otak kembali sensitif terhadap rangsangan seksual alami dari pasangan.
  2. Bangun Kedekatan Emosional
    Meningkatkan komunikasi, menghabiskan waktu berkualitas bersama, dan menumbuhkan rasa kasih sayang dapat membantu mengembalikan gairah dalam hubungan.
  3. Coba Teknik Rewiring Otak
    Teknik seperti dopamine detox atau menghentikan sementara konsumsi film porno bisa membantu otak kembali ke respons normalnya terhadap hubungan seksual nyata.
  4. Konsultasi dengan Ahli
    Jika masalah ini sudah mengganggu hubungan pernikahan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog atau terapis pernikahan.

Menonton film porno secara berlebihan bisa berdampak negatif pada hubungan pernikahan, terutama dalam hal menurunnya hasrat terhadap pasangan. Penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan ini dapat menyebabkan desensitisasi otak, menurunkan produksi dopamin dalam hubungan nyata, meningkatkan ekspektasi yang tidak realistis, dan bahkan menyebabkan disfungsi ereksi.

Jika Anda mengalami masalah ini dalam hubungan, langkah pertama yang bisa dilakukan adalah mengurangi konsumsi film porno dan fokus membangun kembali kedekatan emosional dan fisik dengan pasangan. Dengan usaha dan komunikasi yang baik, gairah dalam pernikahan bisa kembali seperti semula.

BACA JUGA: Hey Suami, Jangan Suka Heran kalau Istrimu Suka Bilang “Terserah!”

Suami Harus Ingat

Sebagai seorang Muslim, menjaga pandangan bukan hanya sekadar perintah syariat, tetapi juga bentuk penjagaan hati dan kehormatan diri. Menonton film porno akan merusak hati, mematikan rasa malu, serta membuka pintu bagi syahwat yang tak terkendali, sehingga perlahan mengikis cinta dan keberkahan dalam rumah tangga. Ibnu Qayyim rahimahullah berkata, “Menjaga pandangan akan mewariskan kecintaan dan ketenangan hati, sedangkan melepas pandangan hanya akan melahirkan penyesalan dan kegelisahan.”

Karena itu, seorang suami harus bersungguh-sungguh menundukkan pandangannya, sebab kebahagiaan rumah tangga lahir dari hati yang bersih dan jiwa yang tenang. Imam Ibnul Jauzi rahimahullah juga mengingatkan, “Pandangan adalah utusan hati. Jika utusan itu jujur, maka jujurlah hati. Jika utusan itu khianat, maka khianatlah hati.” Semoga Allah menjaga kita dari fitnah pandangan, dan menjadikan rumah tangga kita sakinah, mawaddah, dan penuh rahmah. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *