7 Kalimat yang Nggak Boleh Diucapkan Orangtua pada Anak

Dini Koswarini
4 Min Read
Foto: Freepik

MENDIDIK anak bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan fisik dan materi, tapi juga bagaimana orangtua menjaga lisan dan sikap di depan mereka. Banyak orangtua mungkin tidak sadar bahwa kata-kata yang terucap saat marah atau lelah bisa membekas dalam hati anak hingga dewasa.

Dalam Islam, pendidikan anak adalah amanah besar, dan salah satu bentuknya adalah menjaga ucapan.

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata: “Dasar pendidikan adalah kelembutan dan kasih sayang. Barang siapa tidak bisa mendidik anaknya dengan itu, maka ia akan lebih banyak merusak daripada memperbaiki.” (Tuhfatul Maudud bi Ahkamil Maulud)

Berikut ini adalah 7 kata atau kalimat yang sebaiknya tidak diucapkan orangtua pada anak, agar proses pendidikan dan pembentukan karakter berjalan baik dan sesuai tuntunan.

BACA JUGA: Bantal Guling

1. “Kamu Nakal!”

Labeling negatif seperti ini bisa membuat anak merasa dirinya memang buruk. Padahal, bisa jadi dia hanya sedang bereksplorasi atau belum tahu mana yang benar. Imam Asy-Syafi’i rahimahullah berkata, “Didiklah anak-anak kalian karena mereka diciptakan untuk zaman yang bukan zaman kalian.”

Kalimat ini mengingatkan orangtua untuk lebih bijak melihat kesalahan anak sebagai bagian dari proses belajar.

2. “Bikin Malu Aja!”

Mengucapkan ini di depan umum bisa sangat melukai harga diri anak. Rasa malu dan bersalah bisa tertanam kuat dan membentuk pribadi yang tidak percaya diri. Islam mengajarkan untuk menutup aib, termasuk aib anak sendiri.

3. “Kenapa Nggak Seperti Kakak?”

Membandingkan anak dengan saudara atau anak lain bisa menumbuhkan iri, dendam, dan rendah diri. Setiap anak punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Ulama salaf mengajarkan untuk memperlakukan anak sesuai keunikannya.

4. “Kamu Emang Nggak Bisa Diandalkan!”

Ucapan seperti ini membuat anak merasa tidak berguna. Anak bisa tumbuh dengan mental yang rapuh, merasa tidak layak untuk sukses. Kata-kata negatif yang terus diulang bisa menjadi sugesti buruk dalam hidupnya.

5. “Saya Nyesal Punya Kamu!”

Ini termasuk ucapan yang sangat menyakitkan. Anak bisa merasa ditolak, tidak diinginkan, bahkan kehilangan arah hidup. Islam melarang menyakiti hati orang lain, apalagi darah daging sendiri.

6. “Diam! Jangan Nangis!”

Menahan anak untuk mengekspresikan emosinya bisa membuat dia tumbuh menjadi pribadi yang tidak bisa memahami perasaannya sendiri. Rasulullah ﷺ sendiri sangat lembut terhadap anak-anak dan membiarkan mereka mengekspresikan emosi.

BACA JUGA: Kenapa ya Emak-emak, kalau Dia Ngomelin Anak, Bebas Aja, eh Giliran Bapak yang Marahin, malah Murka?

7. “Dasar Bodoh!”

Ini adalah bentuk penghinaan. Imam Ibnul Jauzi rahimahullah mengatakan, “Anak-anak seperti kertas putih, apa yang tertulis padanya, itulah yang akan melekat.”

Maka, jangan biarkan kata-kata kasar menjadi tinta yang mencoreng jiwa mereka.

Penutup

Orangtua memiliki tanggung jawab besar dalam mendidik anak dengan lisan yang baik. Perkataan yang bijak dan penuh kasih akan lebih efektif daripada teriakan dan celaan. Kata-kata yang buruk bisa jadi luka batin seumur hidup, sedangkan kata yang lembut bisa jadi bekal anak menghadapi dunia.

Mari jaga lisan kita, karena anak adalah amanah, dan kelak kita akan dimintai pertanggungjawaban. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *