STROKE masih menjadi salah satu penyebab kematian dan kecacatan tertinggi di dunia, termasuk di Indonesia. Banyak orang yang hanya mengenal stroke sebagai “penyakit tiba-tiba,” padahal kenyataannya, kondisi ini seringkali memiliki tanda-tanda peringatan yang muncul jauh sebelumnya.
Kurangnya pemahaman tentang apa itu stroke, faktor risikonya, serta cara pencegahan membuat banyak orang lengah hingga akhirnya terlambat mendapatkan penanganan medis.
Ayo kita kenali secara sekilas mengenai stroke: mulai dari pengertian, jenis-jenisnya, gejala awal yang sering diabaikan, faktor pemicu, hingga langkah-langkah penting untuk mencegah dan mengurangi risikonya. Harapannya, dengan mengetahui informasi ini, kita semua bisa lebih waspada, menjaga kesehatan, dan membantu orang-orang terdekat agar terhindar dari bahaya stroke yang bisa datang kapan saja.
Stroke di Indonesia
Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kemenkes RI (2018):
Prevalensi stroke di Indonesia: sekitar 10,9 per 1000 penduduk usia ≥15 tahun.
BACA JUGA: Tanda-tanda Diabetes yang Bisa Diketahui oleh Diri Sendiri
Provinsi dengan prevalensi tertinggi: Sulawesi Selatan, DI Yogyakarta, dan Bangka Belitung.
Stroke menjadi penyebab kematian kedua terbesar di Indonesia, serta penyebab utama kecacatan jangka panjang.
Ciri-ciri stroke yang sering muncul sebulan sebelumnya
(Tidak selalu muncul lengkap, tetapi patut diwaspadai jika ada kombinasi beberapa di antaranya)
Sering sakit kepala tiba-tiba, terutama yang belum pernah dirasakan sebelumnya.
Kelelahan ekstrem atau rasa lemah pada satu sisi tubuh.
Gangguan penglihatan (penglihatan kabur, ganda, atau hilang sebagian).
Kesemutan atau mati rasa pada wajah, tangan, atau kaki.
Gangguan berbicara (bicara pelo, sulit mencari kata).
Hilang keseimbangan, sering tersandung, atau pusing berputar.
Gangguan konsentrasi atau perubahan perilaku yang mendadak.
Penyebab utama stroke
Hipertensi (tekanan darah tinggi) → faktor risiko terbesar.
Diabetes mellitus (kencing manis).
Kolesterol tinggi → menyebabkan penyempitan pembuluh darah.
Merokok dan konsumsi alkohol berlebih.
Obesitas dan kurang aktivitas fisik.
Stres berlebihan yang berkepanjangan.
Faktor keturunan (riwayat keluarga).\
BACA JUGA: Detoks Ala Zaman Nabi: Bekam, Cara Keren Gen Z Jaga Kesehatan!
Cara mencegah dan menghindari stroke
Rutin cek tekanan darah, gula darah, dan kadar kolesterol.
Konsumsi makanan sehat: banyak sayur, buah, gandum utuh, dan kurangi garam serta lemak jenuh.
Rajin berolahraga (setidaknya 30 menit per hari, 5 kali seminggu).
Hindari merokok dan batasi konsumsi alkohol.
Kelola stres dengan relaksasi, ibadah, atau hobi positif.
Cukup tidur (7–8 jam per malam).
Segera konsultasi ke dokter jika muncul gejala yang dicurigai sebagai tanda stroke awal. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

