Muslim Mau Ngegym, Perhatikan Hal Ini!

Dini Koswarini
5 Min Read
Foto: Freepik

OLAHRAGA adalah aktivitas yang dianjurkan dalam Islam. Rasulullah ﷺ sendiri dikenal memiliki fisik yang kuat dan gemar melakukan aktivitas fisik seperti berkuda, memanah, berenang, dan berjalan kaki. Namun, bagi seorang Muslim, berolahraga—termasuk pergi ke gym—tidak sekadar soal menjaga kesehatan jasmani. Ada adab, batasan, dan hal-hal yang perlu diperhatikan agar aktivitas tersebut tetap dalam koridor syariat.

1. Menjaga Niat

Segala amal seorang Muslim dimulai dengan niat. Nabi ﷺ bersabda: “Sesungguhnya setiap amal perbuatan tergantung pada niatnya…” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ketika hendak ke gym, luruskan niat: untuk menjaga kesehatan agar lebih kuat beribadah, bukan semata demi pamer otot atau sekadar tren gaya hidup. Dengan niat yang benar, aktivitas yang tampak biasa akan bernilai ibadah di sisi Allah ﷻ.

2. Hindari Campur Baur Lawan Jenis

Salah satu tantangan di gym modern adalah ruang yang bercampur antara laki-laki dan perempuan. Padahal Islam sangat menekankan pentingnya menjaga pandangan dan menjauhi ikhtilat (campur baur) yang tak perlu.

Allah ﷻ berfirman: “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya…’” (QS. An-Nur: 30)

Bagi Muslimah, lebih baik memilih gym khusus wanita atau waktu khusus (ladies hour). Bagi Muslimin, hindari waktu dan tempat yang memungkinkan banyak aurat lawan jenis terbuka.

3. Pakaian yang Menutup Aurat

Gym seringkali membuat kita tergoda mengenakan pakaian ketat demi kenyamanan gerak. Namun, sebagai Muslim, aurat tetap harus dijaga. Laki-laki wajib menutup aurat dari pusar hingga lutut. Bagi Muslimah, lebih luas lagi auratnya, yaitu seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan (menurut pendapat mayoritas ulama).

Selain menutup, pakaian juga hendaknya tidak ketat dan transparan sehingga membentuk lekuk tubuh secara berlebihan. Ingat sabda Nabi ﷺ tentang dua golongan yang belum pernah beliau lihat, salah satunya adalah: “Perempuan-perempuan yang berpakaian tetapi telanjang…” (HR. Muslim)

4. Menjaga Pandangan

Di gym, seringkali banyak orang memakai pakaian minim. Seorang Muslim hendaknya berusaha menjaga pandangan. Imam Ibnu Qayyim rahimahullah berkata, “Pandangan adalah panah beracun dari panah-panah Iblis.” Pandangan yang tak dijaga bisa menyeret hati pada penyakit seperti syahwat dan zina hati.

Jika suasana gym terlalu sulit untuk menjaga pandangan, lebih baik pertimbangkan alternatif seperti olahraga di rumah atau di ruang khusus.

5. Tidak Melalaikan Waktu Shalat

Kesibukan latihan kadang membuat lupa waktu shalat. Padahal, shalat adalah kewajiban yang tidak boleh ditunda tanpa uzur syar’i. Rasulullah ﷺ bersabda: “Amalan yang paling dicintai Allah adalah shalat pada waktunya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Pastikan untuk selalu memperhatikan jadwal shalat, dan jika memungkinkan, berhenti sejenak untuk melaksanakan shalat meski di tempat gym.

6. Hindari Musik yang Mengandung Unsur Lalai

Mayoritas gym memutar musik untuk menambah semangat. Namun banyak ulama menegaskan hukum haramnya musik yang melalaikan dan syair yang tidak baik. Imam Ibnu Taymiyyah rahimahullah berkata, “Musik itu termasuk hal yang melalaikan hati dan menjauhkannya dari mengingat Allah.”

Sebisa mungkin, gunakan earphone untuk mendengarkan murotal atau nasyid yang syar’i, atau cukup fokus pada latihan.

7. Jangan Berlebihan

Islam menganjurkan keseimbangan. Olahraga berlebihan hingga melampaui batas kemampuan tubuh atau sampai mencederai diri sendiri bukanlah sikap yang terpuji. Nabi ﷺ bersabda: “Sesungguhnya tubuhmu memiliki hak atasmu…” (HR. Bukhari)

Jaga pola makan, istirahat yang cukup, dan jangan sampai olahraga justru menjadi sebab sakit.

Penutup

Olahraga itu penting, bahkan termasuk bagian dari sunnah menjaga kesehatan. Namun, seorang Muslim harus selalu mengingat bahwa tujuan utamanya adalah mencari keridhaan Allah ﷻ. Gym bukan sekadar tempat melatih otot, tetapi juga medan ujian untuk menjaga iman dan adab.

Semoga Allah ﷻ memudahkan kita semua untuk tetap sehat dan istiqamah dalam ketaatan.

“Dan Allah mencintai mukmin yang kuat…” (HR. Muslim) []

Referensi:
HR. Bukhari dan Muslim
QS. An-Nur: 30
Kitab Madarijus Salikin karya Ibnu Qayyim
Mjmu’ Fatawa karya Ibnu Taymiyyah

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *