DALAM kehidupan sehari-hari, minum adalah aktivitas sederhana yang sering dilakukan tanpa banyak pertimbangan. Namun, dalam ajaran Islam, adab dalam minum sangat diperhatikan, termasuk larangan minum sambil menghirup nafas ke dalam wadah. Ternyata, larangan ini tidak hanya bersifat etika, tetapi juga memiliki dasar kesehatan dan didukung oleh pandangan para ulama salaf.
Larangan Minum Sambil Menghirup Nafas dalam Hadis
Rasulullah ﷺ bersabda: “Apabila salah seorang di antara kalian minum, maka janganlah ia menghirup udara ke dalam bejana.” (HR. Bukhari no. 5630, Muslim no. 2671)
Dalam riwayat lain, Rasulullah ﷺ juga bersabda: “Sesungguhnya beliau melarang seseorang bernafas dalam bejana ketika minum atau makan.” (HR. Tirmidzi no. 1887, hasan shahih)
Hadis ini menunjukkan bahwa menghirup nafas ke dalam wadah ketika minum adalah perilaku yang tidak dianjurkan dalam Islam, karena bertentangan dengan adab yang diajarkan Nabi ﷺ.
BACA JUGA: Kenapa Tidak Boleh Makan dan Minum sambil Berdiri?
Pandangan Ulama Salaf
Para ulama salaf memaknai larangan ini tidak hanya sebagai bentuk etika sosial, tetapi juga memiliki hikmah yang mendalam.
Imam Al-Nawawi rahimahullah menjelaskan dalam Syarh Shahih Muslim: “Larangan bernafas dalam bejana adalah bentuk penjagaan terhadap kebersihan dan kehormatan, karena bisa menimbulkan bau tidak sedap dan menyebabkan jijik kepada orang lain.”
Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah dalam Fathul Bari juga menyebutkan: “Perbuatan itu bisa menyebabkan air berubah bau dan tidak sedap, serta bisa menularkan penyakit jika orang tersebut sedang sakit.”
Dengan kata lain, larangan ini mengandung nilai kebersihan, penghormatan terhadap orang lain, dan pencegahan penyakit – semua ini adalah bagian dari tujuan syariat Islam (maqashid syariah).
Penjelasan Kesehatan Modern
Secara medis, larangan ini juga memiliki dasar ilmiah. Ketika seseorang menghirup nafas ke dalam wadah:
Droplet (percikan kecil dari mulut/hidung) dapat masuk ke dalam air dan mencemarinya, terutama jika seseorang sedang batuk atau flu.
Risiko penularan penyakit pernapasan seperti flu, TBC, atau COVID-19 meningkat jika air tersebut dikonsumsi bersama-sama.
Udara hangat yang dikeluarkan saat bernafas mengandung karbon dioksida, yang jika bercampur dalam air dapat mengubah rasa dan membuat air kurang segar.
Menghirup sambil menelan juga bisa meningkatkan risiko tersedak atau air masuk ke saluran pernapasan.
BACA JUGA: Apakah Berbahaya Jika Meminum Air Es Setelah Makan?
Adab Minum dalam Islam
Rasulullah ﷺ tidak hanya melarang bernafas dalam bejana, tetapi juga mencontohkan adab minum yang ideal:
1. Minum dalam tiga tegukan, tidak langsung banyak sekaligus.
2. Tidak meniup air panas atau bernafas di wadah.
3. Mengucap “Bismillah” sebelum minum dan “Alhamdulillah” setelahnya.
4. Menggunakan tangan kanan saat minum.
Penutup
Larangan minum sambil menghirup nafas dalam Islam bukan sekadar etika, tapi juga sarat hikmah kesehatan. Islam sangat menjunjung tinggi kebersihan, kesehatan, dan kesantunan dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam hal sekecil adab minum.
Nasihat dari ulama salaf dan temuan medis modern membuktikan bahwa setiap ajaran Rasulullah ﷺ selalu membawa manfaat, dunia dan akhirat.
Sebagaimana dikatakan oleh Imam Ibnul Qayyim rahimahullah: “Segala yang diajarkan Nabi ﷺ dalam adab, kesehatan, dan kebiasaan hidupnya, semuanya adalah yang terbaik dan paling bermanfaat bagi manusia.”
(Zad al-Ma’ad, 4/223)
Wallahu a’lam.[]
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

