5 Hal yang Menjadi Alasan Kita Harus Kemana-Mana Menurut Imam Syafi’i

6 Min Read
Foto: Freepik

IMAM Syafi’i, salah satu ulama besar pendiri mazhab fiqih yang paling banyak diikuti di dunia Islam, bukan hanya dikenal karena keluasan ilmunya, tetapi juga kebijaksanaan hidupnya. Salah satu nasihat beliau yang terkenal berbentuk syair berisi dorongan untuk merantau, bergerak, dan tidak diam di satu tempat saja.

Beliau menyampaikan bahwa ada lima hal yang menjadi alasan kenapa seseorang sebaiknya pergi “kemana-mana”  bukan sekadar untuk jalan-jalan, tetapi untuk mengembangkan diri, menambah ilmu, dan memperluas pengalaman.

Syair beliau berbunyi:
“Merantaulah, kau akan mendapatkan pengganti dari orang-orang yang kau tinggalkan.
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup akan terasa setelah lelah berjuang.
Aku melihat air menjadi keruh jika diam menggenang.
Jika mengalir, ia akan jernih, jika tidak, ia akan keruh dan basi.
Singa tidak akan memangsa jika ia tetap berada di sarangnya.
Anak panah tidak akan melukai jika ia tidak meninggalkan busurnya.
Jika matahari di orbitnya tidak bergerak, manusia akan bosan padanya.
Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum ia dipisahkan dari tanahnya dan dipukul dengan palu.”
(Diwan al-Imam al-Syafi’i, hlm. 47–48)

Dari nasihat ini, para ulama merangkum lima alasan kenapa kita perlu “kemana-mana” menurut Imam Syafi’i.

1. Mengusir Kesedihan dan Kegundahan

Tinggal terlalu lama di satu tempat dengan rutinitas yang itu-itu saja bisa membuat hati gundah dan pikiran jenuh. Imam Syafi’i menyinggung perumpamaan air yang menggenang: jika tidak bergerak, ia akan keruh. Demikian pula hati manusia — jika terlalu lama terjebak dalam suasana yang sama, bisa kehilangan semangat hidup.

Pergi ke tempat baru, bertemu orang-orang baru, atau sekadar berpindah suasana dapat menyegarkan kembali pikiran dan perasaan. Ini bukan pelarian dari masalah, melainkan mencari sudut pandang baru untuk menyelesaikannya.

2. Mencari Rezeki

Merantau sering kali membuka pintu rezeki yang tidak terbayangkan sebelumnya. Dalam syairnya, Imam Syafi’i memberi contoh singa yang tidak akan mendapatkan mangsa jika tetap berdiam di sarangnya. Begitu pula kita — peluang rezeki sering kali menunggu di luar lingkaran kenyamanan kita.

Sejarah menunjukkan, banyak orang sukses yang awalnya harus meninggalkan kampung halaman untuk mencari penghidupan. Bahkan Rasulullah ﷺ pun berdagang ke negeri Syam sebelum diutus menjadi nabi. Islam mengajarkan bahwa bekerja mencari rezeki adalah ibadah, apalagi jika dilakukan untuk menafkahi keluarga.

Allah berfirman: “Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya.” (QS. Al-Mulk: 15)

3. Menambah Ilmu dan Wawasan

Imam Syafi’i adalah contoh nyata seorang penuntut ilmu yang tak kenal lelah berpindah tempat demi mendapatkan guru terbaik. Dari Gaza, beliau pindah ke Makkah, lalu ke Madinah untuk belajar pada Imam Malik, ke Irak untuk bertemu ulama-ulama besar, hingga menetap di Mesir untuk mengajar.

Perjalanan ini tidak hanya menambah ilmu fiqih, tetapi juga memperkaya wawasan sosial dan budaya beliau. Dengan berinteraksi dengan masyarakat yang berbeda-beda, seseorang akan belajar memahami perbedaan, beradaptasi, dan melihat dunia dari perspektif yang lebih luas.

Hadits Nabi ﷺ menyebutkan: “Barangsiapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu, Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.”
(HR. Muslim, no. 2699)

4. Melatih Kesabaran dan Kekuatan Mental

Perjalanan jauh pasti mengandung tantangan: jarak, biaya, perbedaan budaya, bahkan rindu kampung halaman. Semua itu melatih kesabaran dan mental kita. Imam Syafi’i menyiratkan bahwa “manisnya hidup akan terasa setelah lelah berjuang” — hasil yang indah sering kali datang setelah kita melewati proses panjang dan penuh ujian.

Seseorang yang terbiasa menghadapi tantangan dalam perjalanan biasanya akan lebih tahan banting ketika menghadapi kesulitan hidup. Inilah salah satu keuntungan merantau yang jarang disadari.

5. Memperluas Relasi dan Persaudaraan

Kemana-mana berarti membuka pintu untuk mengenal orang baru. Jaringan pertemanan dan persaudaraan yang terbentuk dari berbagai tempat bisa menjadi modal berharga, baik dalam kehidupan pribadi, dunia kerja, maupun dakwah.

Imam Syafi’i sendiri memiliki murid dan sahabat di berbagai wilayah yang kemudian menjadi penerus ilmunya. Relasi yang sehat dan luas membantu kita saling menolong, berbagi informasi, dan memperkuat ukhuwah.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Seorang mukmin terhadap mukmin lainnya adalah seperti bangunan yang saling menguatkan.” (HR. Bukhari, no. 481 dan Muslim, no. 2585)

Nasihat Imam Syafi’i tentang lima alasan untuk “kemana-mana” bukan sekadar ajakan untuk berpindah tempat, tetapi pesan untuk bergerak, berkembang, dan tidak terjebak dalam diam yang membuat kita “keruh”.

Lima alasan itu  mengusir kesedihan, mencari rezeki, menambah ilmu, melatih kesabaran, dan memperluas relasi  tetap relevan hingga kini. Dalam dunia modern, “kemana-mana” tidak selalu berarti pindah secara fisik. Bisa jadi itu berarti mencoba hal baru, masuk ke komunitas baru, atau mempelajari bidang yang belum pernah disentuh.

Seperti air yang mengalir, kita akan tetap jernih dan bermanfaat jika terus bergerak. Sebaliknya, diam terlalu lama di satu tempat bisa membuat kita kehilangan kejernihan dan tujuan. Maka, ambillah hikmah dari nasihat Imam Syafi’i: beranilah melangkah, karena dunia luas dan penuh peluang yang menunggu kita di luar sana. []

___________

Kirim tulisan Anda ke Islampos. Isi di luar tanggung jawab redaksi. Silakan kirim ke: [email protected], dengan ketentuan tema Islami, pengetahuan umum, renungan dan gagasan atau ide, Times New Roman, 12 pt, maksimal 650 karakter. Sertakan foto diri, Kartu Tanda Identitas (KTP/KTP/SIM), akun media sosial (IG, Facebook, atau Tiktok), dan imel.

___________

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *