7 Ciri Dajjal Menurut Hadist Nabi

Yudi
By Yudi
8 Min Read
Foto: Freepik

DI antara tanda-tanda besar menjelang terjadinya Hari Kiamat adalah munculnya Al-Masih Ad-Dajjal, sosok manusia dari keturunan Nabi Adam yang menjadi ujian luar biasa bagi seluruh manusia. Fitnah Dajjal bukanlah fitnah biasa, tetapi fitnah yang begitu dahsyat hingga Nabi Muhammad ﷺ bersungguh-sungguh mengingatkan umatnya dalam berbagai kesempatan.

Rasulullah ﷺ menggambarkan bahwa tidak ada fitnah di muka bumi yang lebih besar sejak diciptakannya Adam hingga Hari Kiamat, kecuali fitnah Dajjal. Sebagaimana sabdanya:

“Tidak ada fitnah yang lebih besar daripada fitnah Dajjal sejak Allah menciptakan Adam hingga hari kiamat.” (HR. Muslim)

Bahkan, setiap kali shalat, Nabi ﷺ memohon perlindungan kepada Allah dari kejahatan fitnah Dajjal, dan beliau memerintahkan umatnya untuk melakukan hal yang sama. Fitnah ini begitu berbahaya karena Dajjal akan mengaku sebagai tuhan, memperlihatkan keajaiban-keajaiban yang menyesatkan, dan memimpin manusia ke dalam kesesatan yang nyata.

Para ulama salaf seperti Al-Imam Al-Ajurri رحمه الله menegaskan bahwa mengenali ciri-ciri Dajjal adalah bagian dari penjagaan iman. Beliau berkata, “Wajib bagi setiap Muslim yang berakal untuk mengenal sifat-sifat Dajjal sebagaimana disebutkan Nabi ﷺ, agar ia tidak tertipu walau dengan sedikit tipu daya darinya.” (Kitab Asy-Syari’ah, Al-Ajurri).

Berikut adalah tujuh ciri Dajjal sebagaimana dijelaskan Rasulullah ﷺ dalam hadits-hadits shahih.

1. Dajjal Buta Sebelah Matanya

Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar رضي الله عنهما, Rasulullah ﷺ bersabda:

إن الله لايخفى عليكم إن الله ليس بأعور ألا وإن المسيح الدجال أعور العين كأن عينه عنبة طافية

“Sesungguhnya Allah ta’ala tidak buta. Ketahuilah bahwa Al-Masih Ad-Dajjal buta sebelah kanannya, seakan-akan matanya itu seperti buah anggur yang busuk.” (HR. Bukhari)

Kebutaan ini menjadi tanda utama yang membedakan Dajjal dari manusia lainnya. Nabi ﷺ menekankan bahwa Allah tidaklah buta, agar umat tidak terkecoh ketika Dajjal mengaku sebagai tuhan.

2. Dajjal adalah Pemuda Berambut Keriting

An-Nawwas bin Sam’an رضي الله عنه meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda:

إنه شاب قطط عينه طافية كأني أشبهه بعبد العزى بنقطن(روه مسلم

“Dia adalah seorang pemuda berambut keriting, matanya rusak. Aku melihatnya mirip dengan Abdul ‘Uzza bin Qathn.”
(HR. Muslim)

Deskripsi ini menunjukkan bahwa Dajjal bukanlah makhluk gaib berbentuk menyeramkan, tetapi manusia yang secara fisik dapat dikenali. Namun, fisiknya yang nyata itu akan disertai kemampuan luar biasa untuk menipu.

3. Dajjal Bertubuh Pendek dan Cacat Kaki

Diriwayatkan dari Ubadah bin Shamit رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:

إن مسيح الدجال رجل قصير جعد أعور مطموس العين ليس بنا تئة ولا حجرا فإن ألبس عليكم فاع لموا أن ربكم ليس بأع ور

“Sesungguhnya Dajjal adalah seorang laki-laki yang pendek, afja’ (pengkor), keriting, buta sebelah matanya, tidak menonjol dan tidak pula cekung. Jika ia membuat kalian ragu, ketahuilah bahwa Rabb kalian tidak buta.”  (HR. Abu Dawud, dishahihkan Al-Albani)

Kata “afja’” di sini menunjukkan cacat pada kaki yang membuat jalannya tidak normal. Ini merupakan salah satu kelemahan fisik yang dimilikinya.

4. Dajjal Memiliki Leher Lebar dan Agak Bungkuk

Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:

وأما مسيح الصلالة فإنه أعور العين أجلى الجبهة عريض النحر فيه دفأ كأنه قطن بن عبد العزى

“Adapun penebar kesesatan itu (Dajjal), maka ia buta sebelah matanya, lebar jidatnya, luas lehernya, dan agak bungkuk.” (HR. Ahmad – dinilai shahih oleh Ahmad Syakir)

Ciri ini mempertegas gambaran fisik Dajjal, agar umat bisa mengenali dan tidak terkecoh oleh klaim ketuhanannya.

5. Membawa “Surga” dan “Neraka”

Dari Hudzaifah رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:

الدجال أعور العين اليسري جفال الشعر معه جنة و جنته نار

“Dajjal matanya buta sebelah, rambutnya lebat. Ia membawa surga dan neraka, tetapi surganya adalah neraka Allah, dan nerakanya adalah surga Allah.” (HR. Muslim)

Inilah salah satu fitnah paling berbahaya. Dajjal mampu menampilkan sesuatu yang tampak seperti kenikmatan, tetapi sebenarnya adalah azab. Dan sebaliknya, apa yang tampak seperti siksaan, justru merupakan keselamatan.

Imam Ibnul Qayyim رحمه الله berkata, “Fitnah Dajjal adalah ujian antara hakikat dan ilusi, antara yang tampak dan yang sebenarnya. Barangsiapa hanya menilai dengan mata lahir, ia akan binasa.” (Kitab Al-Fawaid).

6. Di Antara Kedua Matanya Tertulis “KAFIR”

Dari Anas bin Malik رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:

…ألا إنه أعور وإن ربكم ليس بأعور وإن بين عينيه مكتب كافر فيه

“Ketahuilah, sesungguhnya dia buta sebelah sedangkan Rabb kalian tidak buta. Dan di antara kedua matanya tertulis KAFIR.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Menariknya, setiap Muslim — baik ia bisa membaca atau tidak — akan dapat melihat tulisan ini. Sebagaimana hadits dari Hudzaifah رضي الله عنه:

“Setiap Mukmin akan dapat membacanya, baik ia bisa menulis maupun buta huruf.” (HR. Muslim)

Ini adalah bentuk penjagaan Allah terhadap orang-orang beriman.

7. Dajjal Tidak Memiliki Keturunan

Dari Abu Sa’id Al-Khudry رضي الله عنه, disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

ألست سمعت رسوالله صلي الله عليه وسلم يقول إنه لا يو لد له قل قلت بلى

“Sesungguhnya dia (Dajjal) tidak mempunyai keturunan.” (HR. Muslim)

Ketiadaan keturunan ini menjadi salah satu ciri khusus yang membedakannya dari manusia biasa.

Mengapa Kita Harus Mengenali Dajjal?

Rasulullah ﷺ mengulang-ulang pembahasan tentang Dajjal dalam banyak majelis. Ibnu Hajar Al-Asqalani رحمه الله menjelaskan bahwa hal itu karena fitnahnya mencakup seluruh aspek kehidupan: agama, ekonomi, politik, bahkan cuaca dan kesuburan tanah. (Fathul Bari, 13/90).

Bahkan, beliau ﷺ memberikan tips khusus agar selamat dari fitnah Dajjal, di antaranya:

Menjaga keimanan yang kokoh

Orang yang berpegang teguh pada tauhid dan syariat akan mampu membedakan antara kebenaran dan kebatilan. Menghafal 10 ayat pertama atau terakhir Surah Al-Kahfi – Nabi ﷺ bersabda: “Barangsiapa menghafal sepuluh ayat pertama dari Surah Al-Kahfi, ia akan terlindungi dari fitnah Dajjal.” (HR. Muslim)

BACA JUGA:  Dajjal dan Tatanan Dunia Baru; Fakta, Fiksi, atau Campuran Keduanya?

Menjauh dari Dajjal

Rasulullah ﷺ memerintahkan agar siapa pun yang mendengar kemunculannya segera menjauh.

Berdoa memohon perlindungan setiap shalat – Yaitu doa yang dibaca sebelum salam:

“Allahumma inni a’udzu bika min ‘adzabi jahannam, wa min ‘adzabil qabr, wa min fitnatil mahya wal mamati, wa min syarri fitnatil masihid-dajjal.” (HR. Muslim)

Kewaspadaan Sepanjang Zaman

Fitnah Dajjal adalah fitnah yang pasti terjadi. Walaupun kita belum mengalaminya secara langsung, Nabi ﷺ mengingatkan bahwa “setiap fitnah yang terjadi di dunia ini adalah latihan dan pendahuluan dari fitnah Dajjal.” (makna yang diambil dari penjelasan Imam Ibnul Qayyim).

Maka, kewaspadaan bukan hanya berlaku ketika Dajjal muncul nanti, tetapi dimulai sejak sekarang — dengan menjaga aqidah, memurnikan tauhid, dan melatih hati agar tidak mudah tertipu oleh gemerlap dunia.

Imam Hasan Al-Bashri رحمه الله pernah berkata, “Wahai manusia, fitnah itu jika datang, ia dikenali oleh ulama. Jika sudah berlalu, semua orang baru menyadarinya.” (Az-Zuhd karya Imam Ahmad). Maka, mengenali ciri-ciri Dajjal adalah salah satu bentuk ilmu yang akan menyelamatkan kita ketika fitnah itu datang.

Semoga Allah melindungi kita, keluarga kita, dan generasi setelah kita dari fitnah Dajjal yang menyesatkan. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *