Siapa yang Membunuh Dajjal?

6 Min Read
Foto: Freepik

DALAM keheningan zaman yang penuh gejolak, muncul sosok Dajjal—musuh terbesar umat manusia, yang fitnahnya melebihi segala fitnah sebelumnya. Nabi ﷺ bersabda bahwa fitnah Dajjal adalah yang terbesar sejak Adam diciptakan.

Ia muncul dari antara Syam dan Irak, mengincar generasi yang rapuh iman dan haus akan jawaban. Ia meniru mukjizat: menghidupkan mayat, mengalirkan sungai, mengubah kekeringan menjadi makmur. Banyak orang percaya karena terbuai oleh keajaiban.

Turunnya Imam Mahdi—Harapan Umat

Saat dunia berada di ambang kehampaan moral, keimanan menjadi langka—datanglah Imam Mahdi sebagai cahaya penuntun. Sementara perlawanan terhadap Dajjal digencarkan, Imam Mahdi tidak menaklukkan Dajjal sendirian, melainkan menjadi front pertama perlawanan umat. Seorang pengguna Reddit menyimpulkan:

“Jawaban benar adalah KEDUANYA. Mahdi akan berjuang kuat melawan Dajjal, tapi tak bisa mengalahkannya. Lalu Nabi Isa akan kembali memimpin dan akhirnya mengalahkan serta membunuh Dajjal.”

Turunnya ‘Isa Alaihissallam dan Pertempuran Penentuan

Selain Imam Mahdi, Allah mengutus Nabi ‘Isa bin Maryam ﷺ sebagai penyelesaian. Ia turun di Menara Putih sebelah timur Damaskus, dengan cahaya dan keadilan yang terpancar dari dirinya—serta nafasnya yang bahkan membuat kafir yang mencium matinya seketika.

Dalam hadits sahih disebutkan: “Isa bin Maryam akan membunuh Dajjal di pintu Ludd.”

“Setiap kafir yang mencium aroma nafasnya mati, dan ia akan mencarinya hingga mengejarnya di pintu Ludd lalu membunuhnya.”

“Isa akan menembus benteng Dajjal hingga mencapai Bab Ludd dan membunuhnya dengan tombaknya.”

Siapa Membunuh Dajjal?

Secara ringkas:

– Imam Mahdi berperan sebagai pemimpin umat dalam menentang Dajjal, bukan sebagai eksekutor utama.

– Nabi ‘Isa ﷺ, sebagai utusan pamungkas, adalah sosok yang mana hadits menyatakan bahwa ia secara tegas akan membunuh Dajjal di pintu Ludd.

Sesungguhnya, “siapa yang membunuh Dajjal”—bukan hanya Nabi ‘Isa—tapi juga umat beriman secara kolektif!

https://s.shopee.co.id/BNe5MhdZ4

Apa maksudnya?

Nabi ‘Isa memang membunuh Dajjal secara simbolik dan literal, mengakhiri fitnah dahsyat. Namun kejatuhan Dajjal juga merupakan kemenangan iman kolektif umat—mereka yang kokoh dalam tawakal, istiqamah, doa, dan perlindungan ayat Kursi serta Surat al-Kahf.

Dajjal melemah bukan hanya karena tombak ‘Isa, tetapi karena umat yang bertahan di bawah bimbingan Imam Mahdi dan iman yang teguh serta rasa takut kepada Allah.

Jadi, yang membunuh Dajjal adalah Nabi ‘Isa secara fisik, tetapi umat yang Allah jaga imannya adalah pihak yang secara moral dan spiritual membunuh harapan dan kekuasaan Dajjal.

Kesimpulan

Dalam narasi akhir zaman:

– Dajjal muncul sebagai fitnah terbesar.

– Umat dipimpin Imam Mahdi untuk bangkit melawan.

– Nabi ‘Isa turun, mengejar, dan membunuh Dajjal di Bab Ludd—sesuai hadits sahih.

Namun, kemenangan bukan hanya milik satu sosok: umat beriman jugalah yang secara spiritual “membunuh” Dajjal dengan keteguhan, pengharapan, dan iman yang kokoh.

Bagaimana Menghadapi Fitnah Dajjal?

Menghadapi fitnah Dajjal bukanlah perkara kekuatan fisik semata, melainkan kesiapan iman yang tertanam jauh sebelum ia muncul. Nabi ﷺ telah memberi panduan jelas: berlindung kepada Allah setiap selesai tasyahhud akhir dengan doa, “Allahumma inni a’udzu bika min ‘adzabi jahannam, wa min ‘adzabil qabr, wa min fitnatil mahya wal mamat, wa min syarri fitnatil masihid-dajjal” (HR. Muslim). Perlindungan ini bukan sekadar lafaz, tetapi kesadaran penuh bahwa fitnah Dajjal hanya dapat ditaklukkan oleh hati yang teguh memegang kebenaran, sekalipun dunia di hadapannya menawarkan segala kenikmatan dan keajaiban yang menyesatkan. Nabi ﷺ juga menekankan pentingnya menjaga amal ibadah, terutama shalat lima waktu, sebagai benteng iman yang membuat hati tidak mudah goyah oleh fitnah sebesar apapun.

BACA JUGA:  7 Pengikut Dajjal

Selain itu, Rasulullah ﷺ menganjurkan umatnya untuk membaca sepuluh ayat pertama Surah Al-Kahfi ketika bertemu Dajjal, dan sepuluh ayat terakhir untuk terhindar dari fitnahnya (HR. Muslim). Surah ini sarat pelajaran tentang kesabaran, tawakal, dan kesadaran bahwa kekuasaan sejati milik Allah semata—nilai yang kontras dengan kesombongan dan tipu daya Dajjal. Di masa kemunculannya, Nabi ﷺ menganjurkan untuk menjauh dari Dajjal, bahkan jika harus meninggalkan kampung halaman. Bukan karena takut fisik, tetapi karena fitnahnya begitu kuat hingga orang yang mengira imannya teguh bisa tergelincir dalam sekejap. Menjauh adalah bentuk penjagaan diri yang diajarkan agama, sebagaimana kita menghindari bahaya yang mengancam keselamatan jiwa.

Pada akhirnya, menghadapi fitnah Dajjal berarti menyiapkan benteng dari dalam diri: iman yang kokoh, ilmu yang benar, dan kesabaran yang teruji. Kita harus membiasakan diri hidup dalam ketaatan, mencintai sunnah Nabi ﷺ, serta memperdalam pengetahuan tentang tanda-tanda akhir zaman agar tidak terkecoh. Menghadapi Dajjal bukan hanya persoalan siapa yang membunuhnya, tetapi siapa yang mampu selamat dari fitnahnya. Jika hati kita sudah terikat pada Allah, maka kemunculan Dajjal tidak akan menjadi akhir dari harapan, melainkan ujian terakhir sebelum kemenangan hakiki di sisi-Nya. Inilah yang dimaksud Nabi ﷺ ketika mengajarkan doa, amalan, dan sikap—semua agar kita mampu melewati masa-masa genting itu dengan selamat, bahkan jika kita tidak pernah berjumpa dengannya. []

Daftar Sumber
“Isa ibn Maryam will kill Dajjal at the gate of Ludd,” Sunan at-Tirmidhi 2244 (hasan)
Sunnah.com
Muslim 2937a: “Every non-believer who smells his breath will die… he will catch and kill him at the gate of Ludd.”
White Minaret
Islam-QA
Penjelasan komprehensif tentang siapa yang membunuh Dajjal (IslamQA)
Islam-QA
Gambaran umum eskatologis dan ciri Dajjal serta turunnya ‘Isa (Wikipedia)
Wikipedia
Artikel tentang turunnya Nabi ‘Isa & malhamah (Almanhaj)
Media Islam Salafiyyah
Muslimafiyah
Diskusi di Reddit tentang peran Imam Mahdi dan Nabi ‘Isa
Reddit

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *