Efek Psikologis Bersyukur saat Kehamilan: dari Sarah, Zakaria, hingga Keluarga Imran

6 Min Read
Foto: Freepik

Seri Pendidikan Anak 2

SARAH – Tawa di Ambang Mukjizat

Hari itu, Nabi Ibrahim duduk di bawah pohon, menunggu hidangan yang sedang disiapkan Sarah di dalam kemah. Mereka berdua sudah lama melewati usia untuk membicarakan anak. Rambut Sarah memutih, rahimnya kering seperti gurun yang lama tak tersentuh hujan.

Tiga tamu asing datang — berwajah mulia, membawa misi berat: azab untuk kaum Luth. Namun sebelum pergi, salah seorang berkata:

وَامْرَاَتُهٗ قَاۤىِٕمَةٌ فَضَحِكَتْ فَبَشَّرْنٰهَا بِاِسْحٰقَۙ وَمِنْ وَّرَاۤءِ اِسْحٰقَ يَعْقُوْبَ ۝٧١

“Istrinya berdiri, lalu tersenyum. Kemudian, Kami sampaikan kepadanya kabar gembira tentang (kelahiran) Ishaq dan setelah Ishaq (akan lahir) Ya‘qub (putra Ishaq).” (Hud: 71)

Sarah mendengar itu… dan tertawa.

Bukan tawa meremehkan, tapi tawa yang sarat kagum dan syukur. Ibn Katsir menjelaskan: tawa ini muncul karena dua kabar gembira sekaligus — keselamatan Luth dan janji kelahiran anak. Al-Qurthubi menambahkan: ini adalah tawa takjub, sebab semua sebab duniawi sudah runtuh.

قَالَتْ يٰوَيْلَتٰىٓ ءَاَلِدُ وَاَنَا۠ عَجُوْزٌ وَّهٰذَا بَعْلِيْ شَيْخًاۗ اِنَّ هٰذَا لَشَيْءٌ عَجِيْبٌ ۝٧٢

Dia (istrinya) berkata, “Sungguh mengherankan! Mungkinkah aku akan melahirkan (anak) padahal aku sudah tua dan suamiku ini sudah renta? Sesungguhnya ini benar-benar sesuatu yang ajaib.” (Hud: 72)

قَالُوْٓا اَتَعْجَبِيْنَ مِنْ اَمْرِ اللّٰهِ رَحْمَتُ اللّٰهِ وَبَرَكٰتُهٗ عَلَيْكُمْ اَهْلَ الْبَيْتِۗ اِنَّهٗ حَمِيْدٌ مَّجِيْدٌ ۝٧٣

Malaikat menegaskan: “Apakah kamu heran akan perintah Allah? Rahmat dan berkah-Nya atasmu, wahai Ahlul Bait.” (Hud: 73)

Rahim yang lama sunyi kini menjadi taman tempat Ishaq tumbuh — dari satu tawa syukur, mengalir sejarah kenabian.

Mendidik Anak yang Masih di Sulbi Sang Ayah

—

Zakaria – Sunyi yang Penuh Syukur

Berabad kemudian, Nabi Zakaria berdiri di mihrab Baitul Maqdis. Rambutnya putih seluruhnya, tubuhnya melemah, namun doa itu tak pernah padam:

وَزَكَرِيَّآ اِذْ نَادٰى رَبَّهٗ رَبِّ لَا تَذَرْنِيْ فَرْدًا وَّاَنْتَ خَيْرُ الْوٰرِثِيْنَۚ ۝٨٩

“Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku sendiri, dan Engkaulah sebaik-baik ahli waris.” (Al-Anbiya: 89)

Istrinya, Ishba‘, mandul sejak muda. Namun langit menjawab:

وَزَكَرِيَّآ اِذْ نَادٰى رَبَّهٗ رَبِّ لَا تَذَرْنِيْ فَرْدًا وَّاَنْتَ خَيْرُ الْوٰرِثِيْنَۚ ۝٨٩

“Wahai Zakaria, Kami memberi kabar gembira kepadamu dengan Yahya, yang belum pernah Kami berikan nama seperti itu sebelumnya.” (Maryam: 7)

Zakaria terkejut, dan Allah memberinya tanda:

قَالَ رَبِّ اجْعَلْ لِّيْٓ اٰيَةًۗ قَالَ اٰيَتُكَ اَلَّا تُكَلِّمَ النَّاسَ ثَلٰثَةَ اَيَّامٍ اِلَّا رَمْزًاۗ وَاذْكُرْ رَّبَّكَ كَثِيْرًا وَّسَبِّحْ بِالْعَشِيِّ وَالْاِبْكَارِࣖ ۝٤١

Dia (Zakaria) berkata, “Wahai Tuhanku, berilah aku suatu tanda (kehamilan istriku).” Allah berfirman, “Tandanya bagimu adalah engkau tidak (dapat) berbicara dengan manusia selama tiga hari, kecuali dengan isyarat. Sebutlah (nama) Tuhanmu sebanyak-banyaknya dan bertasbihlah pada waktu petang dan pagi hari.” (Ali ‘Imran: 41)

Ibn Katsir menafsirkan: ini bukan bisu karena sakit, melainkan mukjizat — lisannya hanya untuk dzikir, bukan untuk percakapan duniawi. Al-Qurthubi menyebutnya karantina hati, agar jiwa Zakaria benar-benar siap menyambut anugerah.

—

Keluarga Imran – Syukur Sejak Dalam Kandungan

Dalam Al-Qur’an, syukur saat kehamilan juga terpahat indah pada kisah Hannah, istri Imran:

اِذْ قَالَتِ امْرَاَتُ عِمْرٰنَ رَبِّ اِنِّيْ نَذَرْتُ لَكَ مَا فِيْ بَطْنِيْ مُحَرَّرًا فَتَقَبَّلْ مِنِّيْۚ اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ ۝٣٥

(Ingatlah) ketika istri Imran berkata, “Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada-Mu apa yang ada di dalam kandunganku murni untuk-Mu (berkhidmat di Baitulmaqdis). Maka, terimalah (nazar itu) dariku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Ali ‘Imran: 35)

Ibn Katsir mencatat: Hannah mengira anak itu laki-laki, sesuai tradisi pengabdian di Baitul Maqdis. Namun ketika lahir perempuan, ia tetap bersyukur, menamainya Maryam, dan menyerahkannya sepenuhnya kepada Allah.

Al-Qurthubi menilai: ini bentuk syukur yang unik — penyerahan total kepada Allah sebelum bayi lahir, dan tetap ikhlas meski kenyataan berbeda dari harapan.

—

Mengapa Syukur Saat Hamil Mempengaruhi Jiwa Anak

Psikolog perkembangan, seperti Dr. Thomas Verny dan Dr. John Kelly dalam The Secret Life of the Unborn Child, menemukan bahwa kondisi emosional ibu selama hamil memengaruhi pembentukan otak, hormon, dan rasa aman anak. Ibu yang menyambut kehamilan dengan syukur cenderung memancarkan rasa tenang, optimis, dan kasih sayang yang “tercatat” dalam memori janin.

Sebaliknya, jika kehamilan tidak diinginkan, ibu rentan mengalami stres berkepanjangan, produksi hormon kortisol meningkat, yang dapat mengganggu perkembangan otak janin dan menanamkan pola kecemasan sejak awal kehidupan.

BACA JUGA:  Tidak Punya Keturunan, Tidak Dapat Doa dari Anak yang Shalih?

Pakar parenting Islami, Ust. Muhammad Fauzil Adhim, menegaskan: doa, dzikir, dan rasa syukur selama hamil adalah pendidikan pertama bagi anak — bahkan sebelum ia melihat dunia. Keikhlasan hati orang tua menjadi fondasi karakter anak di kemudian hari.

—

Pesan untuk Orang Tua

Sarah menyambut kabar itu dengan tawa.
Ishba‘ menyambutnya lewat diam suaminya.
Hannah menyambutnya dengan nazar.

Berbeda-beda ekspresi, sama-sama syukur.

Mereka mengajarkan: kehamilan bukan sekadar proses biologis, tapi juga peristiwa spiritual. Anak yang hadir di dunia membawa “bekal jiwa” dari rahim — bekal yang mulai terisi sejak hari pertama kita tahu ia ada.

Maka, ketika kita mendengar kabar “positif” dari hasil tes kehamilan, tanyakan pada hati: apakah sambutannya penuh syukur seperti para istri nabi? Karena dari sanalah, perjalanan jiwa anak dimulai. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
2 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *