KALAU ngomongin seblak, siapa sih yang nggak kenal makanan satu ini? Pedas, gurih, bikin keringat netes deras kayak habis olahraga. Tapi, ada bisikan-bisikan yang bilang: “Eh, seblak itu nggak sehat lho!” Wah, tunggu dulu. Yuk kita bedah bareng, biar nggak cuma ikut-ikutan nyalahin si seblak yang malang.
Pertama, mari kita lihat bahan-bahannya.
Seblak itu kaya rempah. Ada bawang merah, bawang putih, kencur alias cikur (si kecil yang sering diremehkan, padahal jagoan banget buat pencernaan dan anti radang).
BACA JUGA: Apa Akibat Makan Seblak Tiap Hari?
Belum lagi cabai, yang bikin pedasnya menggigit sekaligus mengandung vitamin C tinggi. Jadi kalau makan seblak, jangan heran kalau badan langsung “melek” — itu tandanya vitamin dan rempahnya lagi kerja keras.
Terus ada tambahan lain: telur, sayuran, bahkan bakso atau ceker. Itu semua sumber protein dan serat. Jadi sebenarnya, kalau diracik dengan seimbang, seblak bisa jadi comfort food yang nggak kalah bergizi.

Nah, masalahnya ada di kerupuk. Kerupuk kan sebenarnya tepung yang digoreng, alias tinggi kalori, minim nutrisi. Kalau dimakan kebanyakan, bisa bikin perut buncit duluan sebelum gizi masuk. Apalagi kalau kerupuknya digoreng dengan minyak yang dipakai berulang kali—wah, kolesterol bisa ikutan pesta. Jadi, kerupuk dalam seblak itu ibarat “topping nakal”: bikin nikmat, tapi harus dijaga porsinya.
Lalu, seberapa sering sih makan seblak itu aman? Jangan tiap hari, ya! Bayangin kalau tiap pagi sarapan seblak, siang seblak, malam seblak—bukan cuma lidah yang kepedesan, tapi lambung juga bisa demo besar-besaran. Idealnya, cukup 1–2 kali seminggu kalau lagi ngidam.
Kalau mau lebih sering, pastikan isiannya lebih banyak sayuran dan protein, kerupuknya dikurangi. Ingat, hidup sehat itu soal keseimbangan, bukan soal nyalahin satu menu doang.
BACA JUGA: Apa Akibatnya Jika Makan Mie Ayam Tiap Hari?
Jadi, kesimpulannya: seblak itu nggak seseram gosipnya.
Dia bisa jadi sahabat gizi kalau kita pinter milih bahan dan ngatur porsi. Nikmati pedasnya, hirup aromanya, tapi jangan kalap tiap hari. Ingat, tubuh kita butuh variasi makanan, bukan jadi “anak kosan setia seblak 24 jam”.
Jadi, masih takut makan seblak? Kalau iya, mungkin yang salah bukan seblaknya, tapi seseorang yang dulu ninggalin tanpa kabar (Dih, apaan sih ini?) []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE
