Hah, Mata Anak Bisa Rusak saat Main Layangan?

Yudi
By Yudi
5 Min Read
Foto: Freepik

BERMAIN layangan merupakan salah satu permainan tradisional yang masih digemari anak-anak di berbagai daerah Indonesia. Namun, di balik keseruannya, aktivitas ini menyimpan risiko besar terhadap kesehatan, terutama pada organ penglihatan. Kasus cedera mata akibat benang layangan yang tajam atau karena tertusuk rangka layangan sudah beberapa kali terjadi, bahkan berujung pada kebutaan permanen. Artikel ini akan membahas bagaimana kerusakan mata pada anak dapat terjadi saat bermain layangan, faktor penyebab, dampaknya, serta pandangan para ahli dalam menanggapi fenomena ini.

Risiko Cedera Mata Akibat Layangan

Menurut data dari Ikatan Dokter Mata Indonesia (PERDAMI), sekitar 5–10% kasus cedera mata yang masuk ke rumah sakit rujukan berasal dari aktivitas bermain layangan, terutama di daerah perkotaan dengan padat pemukiman. Risiko utama berasal dari benang layangan yang dilapisi dengan bahan berbahaya seperti serbuk kaca (gelasan). Jika benang tersebut mengenai mata, dapat menyebabkan luka sayatan serius, robekan pada kornea, hingga kebutaan.

Dr. Ratna Sitompul, SpM(K), Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, menyatakan bahwa “Mata adalah organ yang sangat rentan. Luka sekecil apapun pada kornea bisa mengganggu penglihatan anak dalam jangka panjang. Apalagi bila terkena benang layangan berlapis kaca, maka dampaknya bisa permanen.”

BACA JUGA: Bahaya Gadget bagi Kesehatan Mata dan Otak

Faktor Penyebab Kerusakan Mata saat Bermain Layangan

Beberapa faktor yang membuat anak rentan mengalami cedera mata saat bermain layangan antara lain:

1. Penggunaan benang gelasan

Benang yang dilapisi serbuk kaca atau logam tajam digunakan untuk memenangkan adu layangan. Namun, bagi mata anak, benda ini dapat menimbulkan luka sayatan dalam hitungan detik.

2. Kurangnya pengawasan orang tua

Anak-anak sering bermain layangan di jalan raya atau di tempat terbuka tanpa perlindungan, membuat mereka rentan terkena benang layangan putus yang melayang di udara.

3. Tidak adanya perlindungan mata

Berbeda dengan aktivitas olahraga, bermain layangan tidak menggunakan kacamata pelindung sehingga risiko cedera mata lebih tinggi.

4. Lingkungan yang padat

Di daerah perkotaan, banyak kasus mata tersayat benang layangan yang melintas saat anak naik motor bersama orang tuanya.

Dampak Cedera Mata pada Anak

Cedera mata akibat layangan dapat menimbulkan kerusakan jangka pendek maupun jangka panjang.

Kerusakan ringan: iritasi, kemerahan, atau luka kecil pada kornea.
Kerusakan sedang: infeksi, luka yang memerlukan operasi kecil, atau turunnya ketajaman penglihatan.
Kerusakan berat: kebutaan permanen karena robeknya bola mata atau lepasnya retina.

Dr. M. Faried, SpM, seorang spesialis mata di RS Mata Cicendo Bandung, menegaskan bahwa “Sekali saja bola mata tertusuk atau teriris benang gelasan, maka harapan untuk mengembalikan penglihatan normal sangat kecil. Itulah sebabnya pencegahan jauh lebih penting dibandingkan pengobatan.”

Ahli Kesehatan Masyarakat

Dari sudut pandang kesehatan masyarakat, Prof. dr. Laksono Trisnantoro, M.Sc., Ph.D., pakar kesehatan masyarakat UGM, menekankan bahwa fenomena cedera mata akibat layangan bukan hanya masalah medis, tetapi juga masalah sosial. Ia menuturkan:
“Permainan layangan seharusnya menjadi kegiatan rekreasi yang aman. Namun ketika penggunaan benang berbahaya dibiarkan, maka risiko cedera meningkat dan menjadi beban masyarakat. Edukasi, regulasi, dan pengawasan harus berjalan beriringan.”

Upaya Pencegahan

Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah kerusakan mata anak saat bermain layangan, di antaranya:

1. Melarang penggunaan benang gelasan

Pemerintah daerah perlu membuat aturan tegas untuk melarang penjualan dan penggunaan benang yang berbahaya.

2. Pengawasan orang tua

Orang tua diharapkan lebih aktif mengawasi anak saat bermain layangan, terutama memastikan lokasi bermain aman dan tidak di jalan raya.

3. Menggunakan kacamata pelindung

Walau jarang dilakukan, penggunaan kacamata pelindung sederhana dapat mengurangi risiko cedera mata.

BACA JUGA: Cara Jaga Kesehatan Mata

4. Edukasi sejak dini

Sekolah dan komunitas perlu memberikan sosialisasi mengenai bahaya bermain layangan dengan benang tajam, agar anak-anak lebih sadar akan risikonya.

 

Kerusakan mata pada anak akibat bermain layangan merupakan masalah serius yang kerap diabaikan. Cedera bisa berawal dari luka kecil, tetapi berakhir pada kebutaan permanen. Para ahli menegaskan pentingnya langkah pencegahan dibandingkan penanganan medis yang sifatnya terbatas. Dengan kolaborasi orang tua, sekolah, masyarakat, dan pemerintah, risiko cedera mata akibat layangan dapat diminimalkan.

Seperti yang ditegaskan oleh PERDAMI, “Mata adalah jendela dunia, dan sekali rusak tidak bisa kembali sempurna.” Oleh sebab itu, menjaga keselamatan anak saat bermain layangan bukan sekadar pilihan, melainkan kewajiban bersama. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *