Mengapa Islam Melarang Makan dan Minum Sambil Berdiri?

Umar Faqih
4 Min Read
Foto: Freepik

ISLAM adalah agama yang sempurna. Setiap aturan yang ada di dalamnya bukan hanya bernilai ibadah, tetapi juga membawa hikmah besar bagi kesehatan jasmani dan rohani manusia. Salah satu ajaran yang sering kali dipandang sepele adalah larangan makan dan minum sambil berdiri. Nabi Muhammad ﷺ melalui hadis-hadisnya memberikan tuntunan agar umat Islam makan dan minum dalam keadaan duduk, karena terdapat manfaat kesehatan dan adab yang mulia di dalamnya.

Larangan dalam Hadis Rasulullah ﷺ

Dalam sebuah hadis riwayat Imam Muslim, Rasulullah ﷺ bersabda: “Janganlah salah seorang dari kalian minum sambil berdiri, barang siapa lupa maka hendaklah ia memuntahkannya.”

Hadis ini menunjukkan bahwa larangan tersebut bukan sekadar soal adab, tetapi mengandung peringatan keras. Para ulama menjelaskan bahwa larangan makan dan minum sambil berdiri bertujuan untuk menjaga kesehatan, sekaligus melatih akhlak seorang muslim agar lebih tenang dan beretika.

BACA JUGA: Apakah Jin juga Makan dan Minum?

Hikmah Kesehatan di Balik Larangan

Dari sisi medis, banyak penelitian yang menunjukkan bahwa makan dan minum sambil berdiri dapat berdampak kurang baik bagi tubuh. Beberapa alasannya antara lain:

1. Mengganggu sistem pencernaan

Saat seseorang makan atau minum dalam posisi berdiri, makanan akan turun ke lambung dengan cepat tanpa proses pengendalian yang baik. Hal ini dapat menyebabkan iritasi lambung dan meningkatkan risiko refluks asam.

https://s.shopee.co.id/2LW7k00t4k

2. Cairan tidak terserap sempurna

Minum sambil berdiri membuat air masuk dengan deras, sehingga tubuh kesulitan menyerap cairan secara optimal. Akibatnya, sebagian air langsung turun ke kandung kemih dan cepat dikeluarkan, tanpa sempat digunakan untuk proses metabolisme.

3. Meningkatkan risiko gangguan ginjal

Karena air tidak terserap dengan baik, beban kerja ginjal menjadi lebih berat. Kondisi ini dapat memicu risiko terbentuknya batu ginjal dalam jangka panjang.

4. Membebani persendian

Sebuah penelitian modern menjelaskan bahwa minum sambil berdiri bisa meningkatkan tekanan pada lutut, yang berpotensi memperburuk masalah persendian jika dilakukan terus-menerus.

Dimensi Adab dan Spiritual

Selain alasan kesehatan, larangan makan dan minum sambil berdiri juga terkait dengan adab seorang muslim. Duduk saat makan dan minum mencerminkan ketenangan, kesopanan, serta rasa syukur terhadap nikmat Allah. Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa adab ini adalah bentuk kesempurnaan akhlak yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ.

Dengan duduk, seorang muslim bisa lebih khusyuk, tenang, dan tidak terburu-buru dalam menikmati makanan. Hal ini sejalan dengan prinsip Islam yang mengajarkan keseimbangan dalam segala hal, termasuk dalam urusan makan dan minum.

BACA JUGA: Apakah Berbahaya Jika Meminum Air Es Setelah Makan?

Penutup

Dari penjelasan di atas, jelaslah bahwa larangan makan dan minum sambil berdiri dalam Islam bukanlah larangan tanpa alasan. Selain menjaga adab dan akhlak seorang muslim, ternyata di baliknya tersimpan hikmah kesehatan yang sangat bermanfaat. Rasulullah ﷺ tidak hanya mengajarkan ibadah, tetapi juga pola hidup sehat yang sesuai dengan fitrah manusia.

Oleh karena itu, marilah kita membiasakan diri untuk makan dan minum sambil duduk, mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ, demi menjaga kesehatan sekaligus meraih keberkahan hidup.[]

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *