BAGI banyak orang, puasa identik dengan Ramadan. Padahal, Rasulullah ﷺ tidak hanya berpuasa pada bulan itu saja. Beliau juga mencontohkan puasa sunnah yang dilakukan secara rutin di luar Ramadan, seperti Senin-Kamis, puasa Ayyamul Bidh (13-14-15 tiap bulan Hijriyah), dan puasa Nabi Daud (sehari puasa, sehari tidak).
Yang menarik, puasa sunnah ini bukan hanya ibadah spiritual, tetapi ternyata juga memiliki manfaat medis yang diakui oleh dunia sains modern. Puasa bukan semata menahan lapar dan haus, tapi juga sarana detoksifikasi tubuh—membersihkan sistem pencernaan, memperbaiki sel, dan memperkuat metabolisme.
1. Detoksifikasi: Membersihkan Sampah Tubuh dari Dalam
Salah satu manfaat puasa sunnah yang banyak dibicarakan para ahli kesehatan adalah kemampuannya untuk membantu detoksifikasi. Selama tubuh berpuasa, organ-organ pencernaan diberikan waktu istirahat. Di saat inilah, tubuh mulai membakar cadangan energi, termasuk lemak-lemak yang tersimpan—yang seringkali juga menyimpan toksin.
BACA JUGA: Perlu Banget Tahu, Ini Minuman-minuman yang Mengandung Gula Tinggi, Apa Saja?
Sebuah studi dari Harvard University pada 2016 menunjukkan bahwa puasa intermiten (metode makan terbatas waktu yang mirip puasa) dapat merangsang autofagi, yaitu proses alami tubuh dalam membersihkan sel-sel rusak dan memperbaiki dirinya sendiri. Proses ini berperan besar dalam mencegah penuaan dini, kanker, dan penyakit degeneratif lainnya. Fakta ini seolah memperkuat sabda Rasulullah ﷺ:
“Berpuasalah kamu agar sehat.” (HR. Thabrani, dengan sanad hasan)
2. Menstabilkan Gula Darah dan Menurunkan Berat Badan
Banyak orang yang mengeluh gula darah tinggi atau berat badan sulit turun. Tapi jarang yang sadar bahwa solusi sederhananya sudah dicontohkan Rasulullah ﷺ lebih dari 1.400 tahun lalu.
Puasa terbukti dapat meningkatkan sensitivitas insulin, yang artinya tubuh menjadi lebih baik dalam mengatur kadar gula darah. Ini sangat penting bagi penderita pre-diabetes atau yang rentan terhadap diabetes tipe 2*
Dalam konteks ini, para peneliti dari University of Southern California menemukan bahwa puasa dua kali seminggu dapat menurunkan risiko diabetes secara signifikan, asalkan diimbangi dengan pola makan sehat saat berbuka dan sahur.
3. Meningkatkan Fokus Mental dan Keseimbangan Emosional
Bukan hanya tubuh, otak pun ikut “di-reset” saat berpuasa. Puasa membuat tubuh memproduksi hormon BDNF (Brain-Derived Neurotrophic Factor)*yang memperkuat koneksi antar neuron dan mendukung fungsi memori serta fokus. Tak heran bila banyak yang merasa lebih tenang, lebih bisa berpikir jernih, dan lebih “teratur” saat menjalani hari-hari puasa.
Dalam Islam sendiri, puasa bukan hanya menahan lapar, tapi juga emosi dan nafsu. Maka, tidak heran jika ketenangan batin sering dirasakan oleh orang yang rutin menjalani puasa sunnah.
4. Menghemat Energi, Meningkatkan Kualitas Hidup
Sadar atau tidak, puasa membuat kita lebih efisien dalam menggunakan energi. Pola makan yang tidak berlebihan, serta istirahatnya sistem pencernaan, menjadikan tubuh lebih ringan dan tidak mudah lelah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Kami adalah kaum yang tidak makan sebelum lapar, dan jika makan tidak sampai kenyang.”
(HR. Tirmidzi)
Dalam dunia yang serba cepat ini, kelebihan makanan justru menjadi penyebab utama berbagai penyakit kronis. Maka, meniru pola makan dan puasa Nabi adalah langkah bijak, bukan hanya dari sisi spiritual, tapi juga untuk kesehatan fisik.
5. Hikmah Puasa Sunnah dari Perspektif Islam
Islam memandang tubuh sebagai amanah, bukan milik pribadi yang bebas diperlakukan semaunya. Menjaga kesehatan adalah bentuk rasa syukur kepada Allah atas nikmat tubuh yang sehat.
Imam Ibnul Qayyim dalam kitabnya Zad al-Ma’ad menyebutkan bahwapuasa adalah “dokter terbaik” bagi tubuh, karena ia membersihkan jiwa sekaligus jasad. Puasa membuat tubuh ringan, pikiran jernih, dan hati lebih lembut dalam menerima kebaikan.
6. Aplikasi Nyata di Era Modern
Di zaman di mana makanan mudah didapat dan waktu makan tidak teratur, puasa sunnah menjadi gaya hidup sehat yang sangat relevan. Banyak praktisi kesehatan yang kini menganjurkan intermittent fasting, padahal Rasulullah ﷺ sudah mencontohkannya sejak lama.
Fun fact:
CEO Twitter, Jack Dorsey, dikenal menerapkan puasa ala Senin-Kamis dan hanya makan sekali sehari. Ia mengaku lebih fokus dan sehat dibandingkan sebelumnya. Tanpa disadari, gaya hidup Rasulullah ﷺ telah menginspirasi tren kesehatan dunia.
BACA JUGA: Wudhu: Rahasia Sehat yang Sering Kita Lupa!
Puasa Sunnah, Detoks Jiwa dan Raga
Jika kita renungkan, puasa sunnah bukan hanya ibadah yang bernilai pahala besar, tapi juga bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Allah tidak memerintahkan sesuatu kecuali ada maslahat di baliknya—baik yang tampak, maupun yang baru terungkap berabad-abad kemudian lewat ilmu pengetahuan.
Maka dari itu, jangan anggap remeh puasa Senin-Kamis atau Ayyamul Bidh. Ia bukan sekadar ritual, tapi jalan menuju kesehatan holistik, kebeningan hati, dan kedekatan spiritual. Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:
“Sesungguhnya dalam jasad ada segumpal daging, jika ia baik, maka baiklah seluruh jasad itu…”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Puasa membersihkan “segumpal daging” itu—yakni hati—sambil juga menyehatkan raga. Sungguh, sunnah Rasul tidak hanya untuk disayang, tapi juga dijalankan. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE
