Benarkah Mandi Malam Bisa Menyebabkan Rematik?

5 Min Read
Foto: Freepik

BANYAK orang masih meyakini mandi malam bisa memicu rematik. Akibatnya, sebagian orang sengaja menunda mandi atau hanya “lap-lap” menjelang tidur. Padahal, secara medis keyakinan ini adalah mitos: mandi malam tidak menyebab kan rematik. Rematik dalam bahasa awam sering dipakai untuk berbagai nyeri sendi tidak muncul hanya karena terkena air di malam hari.

Secara medis, yang sering dimaksud “rematik” adalah rheumatoid arthritis (RA), penyakit autoimun ketika sistem kekebalan menyerang jaringan sehat, terutama pada sendi. Sampai kini pemicunya tidak tunggal dan melibatkan faktor genetik serta lingkungan tertentu bukan karena mandi malam atau terkena air dingin. Artinya, mandi di jam berapa pun tidak mengubah mekanisme autoimun itu.

Bagaimana dengan keluhan “kalau malam nyerinya kumat”? Cuaca dingin memang bisa membuat nyeri terasa lebih kuat pada sebagian penderita radang sendi. Perubahan suhu, kelembapan, atau tekanan udara dapat memengaruhi persepsi nyeri dan kekakuan otot, tetapi ini tidak membuat penyakitnya muncul dari nol. Jadi, cuaca dapat memperberat gejala pada yang sudah punya masalah sendi, namun bukan penyebab utama timbulnya rematik.

BACA JUGA: Kapan Waktu Terbaik Mandi Air Hangat?

Di Indonesia, sejumlah edukasi kesehatan juga sudah meluruskan mitos ini. Artikel layanan kesehatan menegaskan bahwa “mandi malam bikin rematik” tidak terbukti, walau bagi orang yang memang sudah punya nyeri sendi, air terlalu dingin bisa memperparah rasa tidak nyaman. Solusinya sederhana: pilih air hangat, mandi singkat, dan segera mengeringkan tubuh.

Perlu dibedakan pula antara rematik (RA) dan asam urat (gout). Gout dipicu oleh penumpukan kristal asam urat—risikonya meningkat oleh pola makan tinggi purin (jeroan, daging merah, beberapa jenis seafood), minuman beralkohol, minuman tinggi gula/fruktosa, obesitas, atau dehidrasi. Sementara mandi malam tidak tercatat sebagai pencetus gout. Menjaga hidrasi, membatasi alkohol dan makanan tinggi purin, serta hidup aktif justru dianjurkan.

Kapan mandi malam bisa “tidak nyaman”?

Ada beberapa kondisi yang membuat mandi malam perlu disiasati:
1. Suhu air terlalu dingin: dapat memicu kekakuan sementara pada otot/sendi yang sensitif. Gunakan air hangat suam kuku.
2. Langsung terpapar angin/AC setelah mandi: keringkan tubuh, ganti baju kering, dan jaga ruangan tidak terlalu dingin. (Prinsip kenyamanan termal umum.)
3. Penderita radang sendi: mandi air hangat bisa membantu relaksasi, terutama sebelum tidur—dikombinasikan dengan peregangan ringan.

Kebersihan itu Ibadah

Dalam Islam, kebersihan adalah bagian dari iman dan ibadah. Al-Qur’an menegaskan, “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertobat dan menyukai orang-orang yang menyucikan diri” (QS. Al-Baqarah: 222).

Nabi ﷺ juga mencontohkan pentingnya thaharah (bersuci) termasuk mandi janabah tanpa pembatasan waktu siang atau malam. Selama tidak menimbulkan mudarat nyata, mandi di malam hari hukumnya boleh. Bahkan, menjaga kebersihan sebelum tidur dapat mendukung kualitas istirahat dan kesehatan, yang pada gilirannya memudahkan ibadah. (QS. Al-Muddatsir: 4; riwayat umum tentang keutamaan thaharah).

Tips aman & nyaman mandi malam

• Pilih air hangat (bukan panas berlebihan) untuk membantu relaksasi otot dan meringankan kekakuan.
• Jangan berlama-lama; mandi efektif 5–10 menit sudah cukup.
• Keringkan tubuh dan rambut hingga tuntas, ganti pakaian kering dan hangat.
• Atur suhu kamar agar tidak terlalu dingin; hindari terpaan angin langsung.
• Tetap aktif di siang hari dan cukup minum air putih—baik untuk sendi dan mencegah kekambuhan gout.

Intinya

• Mandi malam tidak menyebabkan rematik. Rematik (RA) adalah penyakit autoimun; mandi malam bukan faktor pemicu. Cuaca dingin bisa membuat nyeri terasa lebih kuat pada yang sudah punya masalah sendi, tetapi bukan penyebab penyakitnya.

• Gout (asam urat) memiliki faktor risiko spesifik—diet tinggi purin, alkohol, gula/fruktosa, dehidrasi—bukan mandi malam.

• Perspektif Islam mendorong kebersihan kapan saja. Mandi malam boleh, selama dilakukan dengan cara yang aman dan tidak memudaratkan.

Jika Anda sehat, mandi malam aman dan tidak akan membuat Anda “kena rematik”. Bila Anda sudah punya keluhan sendi, pilih air hangat dan jaga kenyamanan termal setelah mandi. Dengan begitu, Anda bisa tetap bersih, nyaman, dan siap beribadah tanpa dihantui mitos.[]

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *