6 Kelemahan Dajjal

Yudi
By Yudi
8 Min Read
Foto: Freepik

AKHIR zaman merupakan fase penuh cobaan besar bagi umat manusia. Rasulullah ﷺ telah memberikan banyak peringatan tentang fitnah-fitnah yang akan muncul sebelum kiamat, dan di antara semua fitnah itu, yang paling dahsyat adalah munculnya Al-Masih Ad-Dajjal. Ia digambarkan sebagai makhluk yang akan datang dengan kekuatan luar biasa, penuh tipu daya, dan mampu menyesatkan sebagian besar manusia kecuali mereka yang dilindungi Allah ﷻ.

Imam An-Nawawi rahimahullah berkata: “Sesungguhnya peringatan Nabi ﷺ tentang Dajjal termasuk bentuk kasih sayang beliau kepada umatnya. Beliau menjelaskan ciri-cirinya dengan detail agar setiap muslim bisa mengenalinya dan berhati-hati darinya.” (Syarh Shahih Muslim)

Dajjal bukan sekadar tokoh fiktif, melainkan realitas yang akan terjadi. Ia disebut dalam hadis-hadis sahih dengan gambaran yang sangat jelas. Di satu sisi, kekuatannya begitu besar hingga banyak orang terpedaya olehnya. Namun di sisi lain, Allah ﷻ menetapkan sejumlah kelemahan pada dirinya sehingga orang beriman yang berilmu tidak akan salah mengira bahwa dia adalah Tuhan.

Berikut adalah kelemahan-kelemahan Dajjal yang dijelaskan dalam sunnah Nabi ﷺ.

1. Tidak Bisa Masuk ke Kota-Kota Suci (Makkah dan Madinah)

Salah satu kelemahan Dajjal adalah tidak mampu memasuki Makkah dan Madinah, dua kota suci yang dijaga oleh malaikat.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Dajjal akan mendatangi Madinah, namun ia akan mendapati para malaikat menjaganya, sehingga ia tidak bisa masuk.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ini menunjukkan bahwa meskipun kekuasaannya sangat luas, ia tetap tidak bisa menguasai seluruh bumi. Dua kota suci akan tetap aman dari pengaruh dan langkah Dajjal. Hal ini juga merupakan bentuk pemuliaan Allah ﷻ terhadap tanah haram dan sekaligus perlindungan bagi penduduknya.

Ibnu Hajar Al-‘Asqalani rahimahullah menafsirkan hadis ini: “Dajjal tidak bisa masuk ke dua kota suci karena Allah menjadikannya sebagai benteng iman. Barang siapa berpegang teguh pada keimanan, maka ia akan selamat dari fitnah Dajjal.” (Fathul Bari)

https://s.shopee.co.id/BNe5MhdZ4

2. Cacat Fisik: Berciri Mata Satu

Rasulullah ﷺ menyebutkan bahwa Dajjal memiliki cacat fisik yang nyata, yaitu buta pada salah satu matanya.

Beliau bersabda: “Dajjal itu buta sebelah matanya, sedangkan Tuhan kalian tidaklah buta.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kelemahan ini menjadi tanda agar kaum muslimin tidak terkecoh. Bagaimana mungkin Tuhan Yang Maha Sempurna memiliki cacat fisik? Dengan demikian, ciri ini membongkar kebohongan Dajjal yang mengaku sebagai tuhan.

Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullah berkata: “Allah menjadikan cacat pada Dajjal sebagai tanda yang sangat jelas bahwa ia bukan Tuhan. Sebab, tidak mungkin Sang Pencipta langit dan bumi memiliki kekurangan seperti makhluk.” (At-Tadzkirah fi Ahwalil Mauta wa Umuril Akhirah)

3. Tertulis “Kafir” di Dahinya

Ciri lain yang sangat jelas adalah adanya tulisan ك ف ر (kafir) di dahi Dajjal. Tulisan ini bisa dibaca oleh setiap mukmin, baik yang bisa membaca maupun tidak.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Tertulis di dahinya: ك ف ر (kafir). Bisa dibaca oleh setiap mukmin, baik yang bisa membaca maupun yang tidak.”
(HR. Muslim)

Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan: “Tulisan ini bukan sesuatu yang ditulis oleh manusia, melainkan tanda yang Allah ciptakan untuk membedakan siapa yang beriman dan siapa yang ragu. Orang beriman akan melihatnya jelas, sedangkan orang kafir tidak akan mampu.” (An-Nihayah fi Al-Fitan wal Malahim)

4. Kekuasaan Dajjal Hanya Sementara dan Terbatas

Dajjal tidak akan hidup di bumi selamanya. Ia hanya diberi waktu oleh Allah selama empat puluh hari. Rasulullah ﷺ menjelaskan rinciannya:

1 hari seperti setahun

1 hari seperti sebulan

1 hari seperti sepekan

Sisanya seperti hari-hari biasa

(HR. Muslim)

Dengan ini, Allah menegaskan bahwa kekuasaan Dajjal hanyalah sementara. Tidak peduli seberapa besar fitnahnya, ia akan segera berakhir.

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata: “Setiap fitnah meskipun tampak besar, pasti memiliki ujung dan akhir. Fitnah Dajjal hanyalah bagian dari ujian Allah bagi hamba-hamba-Nya, dan pasti akan sirna dengan datangnya pertolongan Allah.” (Miftah Dar As-Sa‘adah)

5. Tidak Berdaya di Hadapan Nabi Isa ‘Alaihissalam

Kelemahan paling jelas dari Dajjal adalah ia akan dibunuh oleh Nabi Isa ‘alaihissalam setelah beliau turun kembali ke bumi.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Isa akan membunuh Dajjal di pintu Ludd (sebuah tempat di Palestina).” (HR. Muslim)

Kematian Dajjal di tangan Isa adalah bukti nyata bahwa ia bukan Tuhan, bukan penyelamat, dan tidak lebih dari makhluk yang hina. Kemenangan Nabi Isa juga menjadi penutup dari fitnah besar ini.

Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah berkata: “Turunnya Isa adalah rahmat dan pertolongan Allah bagi hamba-Nya. Pada saat itu, kebatilan akan hancur, Dajjal terbunuh, dan bumi dipenuhi dengan keadilan.” (Tafsir Ibnu Katsir)

6. Tidak Bisa Menyesatkan Orang yang Berilmu dan Beriman

Fitnah Dajjal sangat besar, tetapi orang yang memiliki ilmu dan iman yang kokoh tidak akan mudah tertipu. Rasulullah ﷺ menekankan pentingnya berpegang pada ilmu syar‘i agar selamat dari fitnah.

Ibnu Mas‘ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Sesungguhnya orang yang paling selamat dari fitnah adalah mereka yang berpegang teguh dengan ilmu dan iman.”

Inilah mengapa Rasulullah ﷺ menganjurkan kita untuk membaca ayat-ayat awal Surah Al-Kahfi agar terlindungi dari Dajjal.

Beliau bersabda: “Barang siapa menghafal sepuluh ayat pertama dari Surah Al-Kahfi, ia akan terlindungi dari fitnah Dajjal.” (HR. Muslim)

Hikmah di Balik Fitnah Dajjal

Fitnah Dajjal bukan sekadar ancaman, melainkan juga ujian besar yang mengandung hikmah. Allah ingin membedakan siapa yang benar-benar beriman dan siapa yang mudah goyah.

Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata: “Fitnah itu seperti angin kencang. Ia akan menyingkap siapa yang imannya kokoh dan siapa yang lemah. Barang siapa memiliki keyakinan yang kuat, ia akan selamat dari tiupan fitnah.”

Dengan demikian, menghadapi fitnah Dajjal bukan hanya soal menunggu kedatangannya, tetapi juga mempersiapkan diri sejak sekarang dengan memperkuat iman, memperdalam ilmu agama, dan memperbanyak amal saleh.

Penutup

Dajjal adalah fitnah terbesar di akhir zaman. Ia datang dengan kekuatan luar biasa, mampu membuat banyak manusia tertipu, tetapi pada saat yang sama ia memiliki kelemahan-kelemahan nyata: tidak bisa masuk kota suci, cacat fisik, tertulis “kafir” di dahinya, kekuasaan terbatas, akan dibunuh Nabi Isa, dan tidak bisa menyesatkan orang beriman.

Oleh karena itu, kewajiban setiap muslim adalah mempersiapkan diri menghadapi fitnah ini dengan memperkokoh iman, mendalami ilmu syar‘i, serta selalu berdoa agar dijaga oleh Allah ﷻ.

Rasulullah ﷺ sering mengajarkan doa: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari azab Jahannam, dari azab kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, serta dari fitnah Al-Masih Ad-Dajjal.” (HR. Muslim)

Semoga Allah ﷻ menjaga kita semua dari fitnah yang besar ini. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *