8 Ciri Laki-Laki yang Sebaiknya Tidak Dinikahi

5 Min Read
Foto: Freepik

MENIKAH adalah salah satu keputusan terbesar dalam hidup manusia. Bagi seorang muslimah, menikah bukan hanya menyatukan cinta, tetapi juga perjalanan ibadah bersama. Karena itu, penting untuk memilih calon suami dengan bijak.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Apabila datang kepada kalian seorang laki-laki yang kalian ridhai agama dan akhlaknya untuk meminang, maka nikahkanlah ia. Jika tidak, akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang luas.” (HR. Tirmidzi, no. 1084).

Hadis ini menekankan bahwa agama dan akhlak adalah tolok ukur utama. Namun, dalam praktiknya ada ciri-ciri tertentu dari laki-laki yang sebaiknya dihindari agar pernikahan tidak membawa penyesalan. Berikut delapan di antaranya:

BACA JUGA: Lelaki Menjadi Gemuk setelah Menikah?

1. Lalai dalam Ibadah

Laki-laki yang mengabaikan kewajiban shalat, puasa, dan perintah Allah lainnya akan sulit membimbing rumah tangga menuju ridha-Nya. Shalat adalah tiang agama. Bila ia meremehkannya, bagaimana bisa ia menjaga keluarganya tetap dekat dengan Allah?

Dalam Surah Taha ayat 132, Allah memerintahkan: “Dan perintahkanlah keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah dalam mengerjakannya…”

2. Tidak Jujur dan Suka Berbohong

Kejujuran adalah fondasi rumah tangga. Laki-laki yang suka berbohong akan mudah merusak kepercayaan istrinya. Tanpa kepercayaan, rumah tangga akan dipenuhi kecurigaan.
Menurut psikologi keluarga, pasangan yang sering berbohong cenderung menimbulkan emotional distress dan menurunkan rasa aman dalam hubungan (Knox & Schacht, Choices in Relationships, 2016).

https://s.shopee.co.id/8pjX6QQT7L

3. Kasarnya Tabiat dan Temperamental

Islam mengajarkan kelembutan. Rasulullah ﷺ adalah teladan dalam memperlakukan istrinya dengan penuh kasih. Laki-laki yang mudah marah, membentak, atau bahkan melakukan kekerasan fisik/mental jelas bukan calon suami yang baik.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya, dan aku adalah yang paling baik terhadap istriku.” (HR. Tirmidzi, no. 3895).

4. Kecanduan Maksiat

Kebiasaan buruk seperti mabuk, judi, narkoba, atau kecanduan pornografi sangat merusak. Tidak hanya menghancurkan diri sendiri, tetapi juga dapat merusak keharmonisan rumah tangga.
Dalam Surah Al-Maidah ayat 90, Allah dengan tegas melarang khamar dan judi karena itu adalah perbuatan setan.

5. Tidak Bertanggung Jawab

Suami adalah qawwam (pemimpin) dalam keluarga. Jika seorang laki-laki malas bekerja, enggan berusaha, atau lari dari tanggung jawab, ia tidak akan mampu menafkahi dan melindungi keluarganya. Allah berfirman: “Kaum laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.” (QS. An-Nisa: 34).

6. Pergaulan Bebas & Suka Selingkuh

Laki-laki yang tidak bisa menjaga pandangan, suka menggoda perempuan lain, atau selingkuh jelas bukan pilihan tepat. Rumah tangga membutuhkan kesetiaan.
Rasulullah ﷺ bersabda: “Tidaklah berzina seorang pezina ketika ia berzina dalam keadaan beriman.” (HR. Bukhari dan Muslim).

7. Tidak Menghormati Orang Tua dan Keluarga

Sikap seorang laki-laki terhadap orang tuanya bisa menjadi gambaran bagaimana ia akan memperlakukan istrinya kelak. Jika ia kasar pada orang tua atau tidak peduli, ada kemungkinan ia juga tidak menghargai istrinya.

Islam sangat menekankan berbuat baik kepada orang tua (QS. Luqman: 14). Jika pada orang tua saja tidak baik, apalagi pada pasangan?

8. Materialistis dan Hanya Mengejar Harta

Ada laki-laki yang menikah bukan karena cinta atau ibadah, tetapi karena harta. Jika demikian, pernikahan akan rapuh. Rasulullah ﷺ pernah bersabda: “Wanita dinikahi karena empat perkara: karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka pilihlah karena agamanya, niscaya engkau beruntung.” (HR. Bukhari dan Muslim).

BACA JUGA: Bagaimana Hukum Menikahi Wanita yang Sudah tak Perawan?

Hadis ini berlaku sebaliknya: suami pun sebaiknya bukan seseorang yang hanya memandang materi. Pernikahan bukan sekadar penyatuan dua hati, tetapi juga perjalanan panjang menuju surga. Oleh karena itu, hati-hati dalam memilih pasangan adalah bentuk ikhtiar agar rumah tangga terjaga.

Seorang laki-laki yang taat pada Allah, jujur, lembut, bertanggung jawab, setia, menghormati orang tua, dan tulus mencintai karena Allah adalah calon imam terbaik. Sebaliknya, jika menemukan ciri-ciri di atas, sebaiknya jangan terburu-buru untuk menikah dengannya.

Rasulullah ﷺ telah mengingatkan: “Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.” (HR. Muslim, no. 1467). Maka wanita shalihah juga layak mendapatkan laki-laki shalih yang mampu menjadi imam terbaik.[]

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
1 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *