BEKAM atau hijamah adalah salah satu metode pengobatan tertua yang dikenal manusia. Sejak ribuan tahun lalu, terapi ini digunakan di berbagai peradaban seperti Mesir, Cina, Yunani, hingga Jazirah Arab. Dalam tradisi Islam, bekam memiliki kedudukan istimewa karena dianjurkan oleh Rasulullah ﷺ. Salah satu klaim yang paling populer dari terapi bekam adalah kemampuannya sebagai metode “detoksifikasi alami”, yakni membersihkan tubuh dari zat berbahaya. Artikel ini akan mengupas sejarah bekam, konsep detoksifikasi, manfaat medis yang didukung penelitian modern, serta nilai spiritualnya menurut Islam.
Bekam dalam Sunnah Rasulullah ﷺ
Dalam banyak hadits, Rasulullah ﷺ menegaskan keutamaan bekam. Di antaranya: “Sesungguhnya sebaik-baik pengobatan yang kalian lakukan adalah hijamah (bekam).” (HR. Bukhari no. 5696, Muslim no. 1577)
Dalam riwayat lain, Rasulullah ﷺ bersabda: “Aku tidak melewati suatu malaikat pada malam aku diisra’kan kecuali mereka berkata: ‘Wahai Muhammad, perintahkan umatmu untuk berbekam.’” (HR. Ibn Majah no. 3476, hasan)
Hadits-hadits ini menunjukkan bahwa bekam bukan sekadar terapi kesehatan, tetapi juga sunnah Nabi ﷺ yang bernilai ibadah. Beliau sendiri pernah melakukan bekam pada beberapa titik tubuh seperti kepala, tengkuk, dan antara bahu. Bagi seorang Muslim, mengikuti praktik ini berarti sekaligus meneladani sunnah Rasulullah ﷺ.
BACA JUGA: Bekam dan Kesuburan: Terapi Alami Tingkatkan Peluang Kehamilan
Konsep “Detoksifikasi” dalam Bekam
Secara tradisional, bekam diyakini mampu mengeluarkan darah kotor atau zat sisa metabolisme yang dianggap berbahaya bagi tubuh. Bekam basah dilakukan dengan cara membuat sayatan kecil di kulit, lalu darah disedot dengan alat khusus.
Dalam istilah modern, klaim “detoksifikasi” masih diperdebatkan. Organ tubuh seperti hati dan ginjal tetap menjadi sistem utama pembuangan racun. Namun, bekam memberikan efek fisiologis yang sejalan dengan konsep pembersihan tubuh:
1. Meningkatkan sirkulasi darah – hisapan meningkatkan aliran darah ke jaringan yang sebelumnya stagnan.
2. Mengurangi stagnasi cairan dan peradangan – bekam dapat membantu mengurangi bengkak, memar, atau peradangan lokal.
3. Merangsang respons imun – beberapa penelitian menunjukkan bekam memengaruhi mediator inflamasi sehingga memperbaiki keseimbangan sistem imun.
Dengan demikian, meski istilah “detoks” tidak sepenuhnya sesuai terminologi medis, efek bekam dalam memperlancar sirkulasi, menurunkan peradangan, dan memperbaiki metabolisme bisa menjelaskan manfaat yang dirasakan pasien.
Manfaat Bekam bagi Kesehatan Tubuh
Penelitian medis modern memberikan sejumlah bukti bahwa bekam memiliki efek positif, terutama dalam bidang nyeri dan peradangan:
- Mengurangi nyeri kronis
Meta-analisis oleh Wang et al. (2023) menemukan bekam efektif dalam mengurangi nyeri punggung bawah, nyeri leher, dan osteoartritis dibandingkan kelompok kontrol. - Meningkatkan pemulihan otot
Atlet profesional menggunakan bekam sebagai bagian dari fisioterapi. Hisapan pada kulit membantu relaksasi otot, mengurangi pegal, dan mempercepat pemulihan setelah latihan berat. - Efek antiinflamasi dan imunologis
Studi Al-Bedah et al. (2018) menunjukkan bekam dapat memodulasi respon imun, menurunkan biomarker inflamasi, serta memperbaiki sirkulasi mikro. - Membantu migrain dan sakit kepala
Ulasan klinis melaporkan pasien migrain kronis mengalami pengurangan frekuensi dan intensitas sakit kepala setelah menjalani terapi bekam.
Manfaat Bekam bagi Kesehatan Jiwa
Selain manfaat fisik, bekam juga berpengaruh pada kesehatan mental:
• Mengurangi kecemasan dan stres
Sebuah tinjauan sistematis menemukan terapi bekam berpotensi menurunkan skor depresi dan kecemasan pada pasien tertentu.
• Efek relaksasi
Proses bekam menciptakan sensasi rileks mirip dengan pijat, yang berdampak positif pada kualitas tidur dan suasana hati.
• Dimensi spiritual
Bagi Muslim, bekam bukan hanya pengobatan, tetapi juga amal sunnah. Keyakinan bahwa terapi ini adalah perintah Rasulullah ﷺ memberi ketenangan batin yang menyehatkan jiwa.
Pandangan Medis: Antara Tradisi dan Ilmu Pengetahuan
Meskipun banyak manfaat yang sudah terbukti, klaim bekam sebagai “detoksifikasi total” harus dipahami hati-hati. Para dokter menekankan bahwa hati, ginjal, dan paru-paru tetap organ utama pembuangan racun. Bekam lebih tepat dipandang sebagai terapi komplementer yang mendukung fungsi tubuh, bukan pengganti terapi medis modern.
StatPearls (2023) menyebutkan bekam dapat digunakan sebagai tambahan dalam manajemen nyeri, tetapi pasien dengan penyakit kronis tetap memerlukan pengobatan medis utama.
Risiko dan Hal yang Perlu Diperhatikan
Bekam relatif aman bila dilakukan oleh praktisi berpengalaman, tetapi ada beberapa risiko:
• Infeksi bila alat tidak steril.
• Memar atau luka pada kulit.
• Pusing/lemas setelah terapi.
• Tidak dianjurkan pada penderita hemofilia, anemia berat, atau yang sedang mengonsumsi obat pengencer darah.
Karena itu, bekam sebaiknya dilakukan di klinik resmi dengan standar kebersihan medis. WHO juga mengingatkan agar terapi bekam hanya dilakukan sebagai terapi tambahan, bukan pengganti pengobatan penyakit serius.
BACA JUGA: Detoks Ala Zaman Nabi: Bekam, Cara Keren Gen Z Jaga Kesehatan!
Bekam: Menyatukan Tubuh dan Jiwa
Bekam menjadi unik karena menggabungkan aspek medis dan spiritual:
• Dari sisi medis, ia mendukung sirkulasi, mengurangi nyeri, dan membantu pemulihan.
• Dari sisi spiritual, ia adalah warisan Rasulullah ﷺ yang memberi nilai ibadah.
Dengan niat ibadah, pasien bukan hanya mendapatkan manfaat fisik, tetapi juga ketenangan batin dan keberkahan sunnah.
Bekam adalah terapi kuno yang relevan hingga kini. Sejarah, sunnah Rasulullah ﷺ, dan penelitian medis modern menunjukkan manfaatnya bagi tubuh dan jiwa. Meskipun klaim “detoksifikasi” tidak sepenuhnya terbukti secara ilmiah, bekam jelas memiliki efek positif pada peredaran darah, pengurangan nyeri, serta kesehatan mental.
Bagi umat Islam, menjalani bekam bukan hanya upaya merawat tubuh, tetapi juga sarana mengikuti sunnah Nabi ﷺ. Dengan syarat dilakukan secara aman, higienis, dan oleh praktisi terlatih, bekam dapat menjadi jembatan antara kesehatan fisik dan ketenangan spiritual.[]
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

