Ucapan Syukur atas Ilmu, Doa atas Perjalanan Baru

Yudi
By Yudi
5 Min Read
Foto: Freepik

PERJALANAN hidup manusia sejatinya adalah rangkaian pertemuan dan perpisahan. Ada fase di mana kita belajar, menyerap ilmu, menimba pengalaman, lalu suatu saat kita harus melangkah pergi. Namun, meninggalkan sebuah tempat atau lingkungan bukan berarti memutus hubungan, melainkan membawa serta bekal berharga berupa ilmu dan kenangan yang akan menemani di jalan baru.

Ilmu sebagai Cahaya Kehidupan

Islam menempatkan ilmu pada posisi yang sangat tinggi. Rasulullah ﷺ bersabda: “Barang siapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim).

Hadis ini mengajarkan bahwa setiap tetes ilmu yang kita peroleh adalah cahaya yang menerangi perjalanan hidup. Maka, tak berlebihan bila hati kita dipenuhi rasa syukur kepada Allah yang telah mempertemukan dengan guru, pembimbing, dan lingkungan yang mengajarkan banyak hal.

BACA JUGA: Jangan Bosan Berdoa, Jangan Lelah Berikhtiar

Ucapan terima kasih kepada mereka yang telah membagi ilmunya juga merupakan bagian dari adab seorang penuntut ilmu. Imam Asy-Syafi’i pernah berkata, “Barang siapa ingin dibukakan hatinya oleh Allah, hendaklah ia meninggalkan perkataan yang tidak bermanfaat, membiasakan diri dengan doa, dan senantiasa bersyukur kepada gurunya atas ilmu yang diajarkan.”

Dengan begitu, rasa syukur bukan hanya sekadar kata, tetapi juga sikap yang akan terus hidup dalam amal.

Doa sebagai Tali yang Mengikat Hati

Ketika tiba saatnya berpisah, doa menjadi jembatan penghubung. Doa bukan hanya untuk diri sendiri, melainkan juga untuk mereka yang telah baik kepada kita. Dalam Al-Qur’an, Allah mengajarkan doa yang sangat indah:

“Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah: ‘Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.’” (QS. Al-Isra’: 24).

Meski ayat ini ditujukan kepada orang tua, maknanya dapat diperluas: mendoakan siapa pun yang telah membimbing, mengajarkan, atau memberikan kebaikan kepada kita adalah bentuk rasa terima kasih yang paling tulus. Doa tidak lekang oleh waktu dan tidak terbatas oleh jarak.

Dalam sebuah riwayat, Rasulullah ﷺ bersabda: “Barang siapa yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan saudaranya, maka malaikat berkata: ‘Dan bagimu juga seperti itu.’” (HR. Muslim).

Artinya, doa yang kita kirimkan akan kembali menjadi kebaikan untuk diri sendiri.

Perjalanan Baru sebagai Amanah

Setiap perpisahan sering kali membuka pintu perjalanan baru. Ada rasa canggung, harap, sekaligus khawatir. Namun, seorang muslim diajarkan untuk optimis dan bertawakal. Allah berfirman: “Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluannya).” (QS. At-Talaq: 2-3).

Ayat ini mengajarkan bahwa perjalanan baru bukan sekadar fase hidup, tetapi juga amanah. Ilmu dan pengalaman yang telah kita peroleh bukan untuk disimpan sendiri, melainkan untuk diamalkan dan dibagikan. Maka, rasa syukur akan semakin sempurna bila diiringi dengan usaha menyebarkan kebaikan di manapun kita berada.

Salam Perpisahan yang Mengandung Keberkahan

Ucapan salam perpisahan dalam Islam bukan hanya sekadar basa-basi. “Assalamu’alaikum” adalah doa keselamatan. Ketika kita berpamitan, kita sebenarnya sedang menitipkan doa agar orang yang kita tinggalkan tetap berada dalam lindungan Allah.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman, dan kalian tidak beriman hingga kalian saling mencintai. Maukah aku tunjukkan sesuatu yang jika kalian lakukan kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Muslim).

BACA JUGA: Selamatkan Media Islam: Saatnya Kita Bergerak untuk Islampos! Ayo Donasi!

Dengan demikian, ucapan salam perpisahan adalah bentuk kasih sayang dan wujud doa keberkahan yang menyertai langkah, baik bagi yang pergi maupun yang ditinggalkan.

Ucapan syukur atas ilmu dan doa atas perjalanan baru adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Syukur membuat kita menyadari betapa berharganya setiap pengalaman dan pembelajaran yang telah kita dapatkan. Sedangkan doa membuat langkah kita terasa ringan, karena ada keberkahan yang mengiringi.

Perpisahan bukan akhir, melainkan awal untuk menebarkan ilmu, menjaga amanah, dan menguatkan doa bagi sesama. Sebagaimana kata pepatah, “Ilmu itu hidup bila diamalkan, dan doa itu abadi bila tulus dipanjatkan.”[]

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *