Kenapa Tidur Waktu Sore atau Ashar Itu Tidak Dianjurkan?

Umar Faqih
4 Min Read
Foto: Freepik

TIDUR merupakan kebutuhan dasar manusia yang tidak dapat ditinggalkan. Dengan tidur, tubuh dan pikiran beristirahat, memperbaiki sel-sel yang rusak, serta memulihkan energi untuk beraktivitas kembali. Dalam Islam, tidur juga diatur agar sesuai dengan fitrah dan tidak merugikan kesehatan maupun ibadah seorang muslim. Salah satu waktu tidur yang sering dipertanyakan adalah tidur di sore hari. Apakah tidur pada waktu sore baik atau buruk bagi kesehatan tubuh?

Tidur dalam Pandangan Islam

Al-Qur’an menyebutkan tidur sebagai tanda kebesaran Allah: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari serta usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya…” (QS. Ar-Rum: 23).

Ayat ini menunjukkan bahwa tidur adalah karunia Allah, baik di malam maupun di siang hari. Namun, Rasulullah ﷺ memberi tuntunan tentang pola tidur yang seimbang. Beliau biasa tidur malam, kemudian bangun di sepertiga malam terakhir untuk qiyamullail, serta tidur sebentar di siang hari (qailulah) menjelang zuhur.

Adapun tidur pada waktu sore menjelang maghrib tidak dianjurkan. Dalam beberapa riwayat, para ulama menilai tidur pada waktu ini dapat membuat tubuh terasa lemas, sulit tidur di malam hari, bahkan bisa menimbulkan rasa malas dalam beribadah.

BACA JUGA: Manfaat Tidur Menghadap Kanan bagi Kesehatan

Dampak Tidur Sore bagi Kesehatan

– Mengganggu Pola Tidur Malam

Tidur di sore hari, terutama menjelang maghrib, dapat membuat seseorang kesulitan tidur pada malam hari. Hal ini akan mengacaukan ritme sirkadian, yaitu jam biologis tubuh yang mengatur siklus tidur-bangun. Jika pola tidur terganggu, tubuh akan lebih mudah lelah, sulit berkonsentrasi, dan daya tahan tubuh bisa menurun.

–  Menimbulkan Rasa Pusing dan Lesu

Banyak orang merasakan pusing atau “tidak segar” setelah tidur di waktu sore. Kondisi ini disebabkan karena tubuh tertidur di luar siklus istirahat alami, sehingga otak tidak benar-benar masuk ke fase tidur nyenyak. Akibatnya, bukannya segar, tubuh justru menjadi berat dan malas.

https://s.shopee.co.id/3LNYqOZBnQ

– Meningkatkan Risiko Gangguan Metabolisme

Beberapa penelitian modern menunjukkan bahwa tidur sore yang terlalu lama dapat berhubungan dengan peningkatan risiko obesitas dan diabetes. Hal ini disebabkan karena tubuh lebih sedikit bergerak, sementara metabolisme melambat. Jika dibiasakan, kualitas kesehatan jangka panjang bisa terganggu.

– Potensi Menimbulkan Gangguan Mood

Tidur sore yang tidak terkontrol juga bisa memengaruhi suasana hati. Bangun menjelang malam dapat membuat seseorang merasa bingung, kehilangan semangat, bahkan lebih mudah marah.

Tidur Siang yang Dianjurkan (Qailulah)

Berbeda dengan tidur sore menjelang maghrib, tidur siang sebentar sebelum zuhur atau setelahnya justru sangat dianjurkan dalam Islam. Rasulullah ﷺ bersabda: “Tidurlah sebentar di tengah siang, karena setan tidak tidur siang.” (HR. Thabrani).

BACA JUGA: Kebelet Buat Air Kecil Ketika Bangun Tidur, Baik atau Buruk?

Tidur qailulah selama 15–30 menit terbukti bermanfaat bagi kesehatan. Secara medis, tidur singkat ini dapat meningkatkan konsentrasi, memperbaiki fungsi memori, menjaga stamina, dan menurunkan risiko penyakit jantung.

Penutup

Tidur adalah nikmat Allah yang besar, namun harus ditempatkan pada waktunya agar tidak menimbulkan mudarat. Tidur di sore hari, terutama menjelang maghrib, cenderung memberikan dampak negatif baik bagi kesehatan fisik maupun spiritual. Sebaliknya, tidur siang sebentar atau qailulah merupakan sunnah Rasulullah ﷺ yang membawa banyak manfaat. Dengan mengikuti tuntunan Islam, pola tidur menjadi lebih sehat, seimbang, dan penuh keberkahan.[]

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *