ISLAM adalah agama yang sangat memperhatikan kebersihan dan kesehatan. Rasulullah ﷺ bersabda, “Kebersihan adalah sebagian dari iman.” (HR. Muslim). Salah satu bentuk perhatian Islam terhadap kebersihan ialah anjuran untuk merawat dan memotong kuku. Meski terlihat sederhana, menjaga kebersihan kuku memiliki dampak besar, baik dari sisi ibadah maupun kesehatan tubuh.
Sunnah Memotong Kuku
Dalam hadits riwayat Muslim, disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Fitrah itu ada lima: khitan, mencukur bulu kemaluan, memendekkan kumis, mencabut bulu ketiak, dan memotong kuku.” Hadits ini menunjukkan bahwa memotong kuku merupakan bagian dari fitrah manusia yang dijaga oleh Islam. Artinya, seorang muslim dianjurkan untuk merawat kukunya agar tetap bersih dan tidak dibiarkan panjang hingga mengumpulkan kotoran.
BACA JUGA: Sunnah Bersiwak untuk Kesehatan Mulut
Manfaat Kesehatan Menjaga Kuku
Dari sisi kesehatan, kuku yang panjang dapat menjadi tempat berkumpulnya bakteri, kuman, dan kotoran yang sulit dibersihkan. Jika kuku yang kotor tersebut digunakan untuk makan, maka kuman dapat masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan berbagai penyakit, mulai dari diare, cacingan, hingga infeksi saluran pencernaan.
Dengan rutin memotong kuku, seseorang dapat mencegah risiko tersebut. Selain itu, menjaga kebersihan kuku juga dapat mencegah kuku rapuh, terselip kotoran, bahkan mengurangi risiko jamur kuku yang bisa menimbulkan bau tidak sedap dan rasa tidak nyaman.
Hikmah Spiritual
Selain manfaat kesehatan, menjaga kebersihan kuku juga mengandung hikmah spiritual. Dengan mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ, seorang muslim mendapatkan pahala. Merawat kuku berarti merawat tubuh yang Allah titipkan kepada kita, sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an: “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.” (QS. Al-Baqarah: 195).
Ayat ini mengingatkan bahwa menjaga kebersihan tubuh, termasuk kuku, adalah bentuk syukur atas nikmat kesehatan dan upaya menghindarkan diri dari bahaya penyakit.
Waktu dan Adab Memotong Kuku
Para ulama menganjurkan untuk tidak membiarkan kuku panjang lebih dari 40 hari, sebagaimana hadits riwayat Muslim dari Anas bin Malik. Namun, kebiasaan terbaik adalah memotong kuku setiap pekan, terutama pada hari Jumat, sebagai bentuk persiapan ibadah. Adapun adabnya, yaitu dimulai dari tangan kanan, kemudian tangan kiri, lalu kaki kanan dan kaki kiri.
BACA JUGA: Segala Sesuatu yang Harus Kamu Ketahui tentang Tayammum
Penutup
Menjaga kebersihan kuku adalah amalan sederhana, namun penuh hikmah. Islam mengajarkannya sebagai bagian dari fitrah manusia, sementara ilmu kesehatan membuktikan manfaat besar di baliknya. Dengan memotong kuku secara rutin, seorang muslim tidak hanya menjaga kesehatan diri, tetapi juga memperoleh pahala karena mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ.
Oleh karena itu, marilah kita hidupkan sunnah ini dalam keseharian, agar tubuh tetap sehat, ibadah semakin khusyuk, dan kehidupan lebih bersih serta bernilai ibadah di sisi Allah Ta’ala.[]
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE
