Ternyata Ini Alasan Allah Pilih Nabi Isa Membunuh Dajjal

Yudi
By Yudi
6 Min Read
Foto: Freepik

DI ufuk senja kehidupan dunia, ketika usia bumi telah renta, ketika cahaya kebenaran tampak semakin redup tertutup kabut fitnah, muncullah nama yang sejak dahulu menjadi peringatan bagi hati yang beriman: Dajjal.

Ia bukan sekadar tokoh yang akan datang di akhir zaman, melainkan simbol fitnah terbesar yang pernah ditimpakan kepada umat manusia. Wajahnya menjadi wajah kebohongan, kata-katanya menjadi bisikan tipuan, dan langkahnya membawa kehancuran. Rasulullah ﷺ telah mewasiatkan kepada umatnya untuk mewaspadai makhluk ini, sebagaimana beliau bersabda: “Tidak ada fitnah yang lebih besar sejak diciptakannya Adam hingga hari kiamat selain fitnah Dajjal.” (HR. Muslim).

Bayangan Fitnah yang Menyelimuti Bumi

Dajjal datang dengan wajah yang menipu: ia mengaku sebagai tuhan, ia mengobral janji keselamatan, ia menebar ilusi kekuatan. Tangan kirinya menggenggam kebinasaan, sementara tangan kanannya seolah menawarkan kehidupan. Ia mampu menurunkan hujan, menghidupkan orang mati, dan menyuburkan tanah yang kering—namun semua itu hanyalah fatamorgana yang Allah izinkan sebagai ujian bagi manusia.

Al-Hasan al-Bashri rahimahullah pernah berkata, “Fitnah itu, demi Allah, tidaklah datang kecuali tampak indah pada awalnya. Ia memalingkan hati orang-orang yang berakal, hingga yang lurus pun menjadi condong, dan yang kukuh pun menjadi goyah.” Begitulah hakikat Dajjal: fitnah yang memikat, indah di mata duniawi, namun beracun bagi ruh yang lalai.

Mereka yang rapuh imannya akan berbondong-bondong menjadi pengikutnya. Sebab fitnah Dajjal adalah fitnah dunia: kekuasaan, harta, dan keajaiban yang menjanjikan kemudahan. Dan bukankah itulah yang paling digandrungi manusia di zaman ini?

https://s.shopee.co.id/BNe5MhdZ4

Cahaya Langit: Turunnya Nabi Isa

Namun Allah tidak membiarkan bumi tenggelam dalam kegelapan. Dari ketinggian langit, Allah menurunkan kembali Nabi Isa ‘alaihissalam, sang putra Maryam, dengan misi yang telah ditentukan.

Allah berfirman:

بَلْ رَّفَعَهُ اللّٰهُ اِلَيْهِۗ وَكَانَ اللّٰهُ عَزِيْزًا حَكِيْمًا

“Namun (sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. An-Nisa: 158)

Nabi Isa tidak pernah mati, melainkan diangkat ke langit. Dan pada waktunya, ia diturunkan kembali bukan sebagai rasul dengan risalah baru, melainkan sebagai hakim yang adil, sebagai saksi atas kebenaran, dan sebagai pembunuh fitnah terbesar yang pernah ada.

Ibn Katsir rahimahullah menulis dalam An-Nihayah: “Di akhir zaman, Allah akan menurunkan Isa bin Maryam sebagai hakim yang adil. Ia akan membunuh Dajjal, menegakkan syariat Muhammad, dan di zamannya bumi dipenuhi keberkahan.”

Mengapa Nabi Isa?

Pertanyaan itu kerap berputar di benak: mengapa Allah memilih Nabi Isa untuk mengakhiri fitnah Dajjal?

Pertama, karena Nabi Isa adalah simbol rahmat dan kebenaran. Sejak awal kelahirannya, ia adalah tanda kebesaran Allah—lahir tanpa ayah, berbicara saat masih bayi, menyembuhkan yang buta, dan menghidupkan yang mati dengan izin Allah. Maka, betapa selaras bila ia pula yang mengakhiri klaim palsu seorang manusia yang mengaku tuhan.

Kedua, Nabi Isa diakui oleh tiga agama besar: Islam, Nasrani, dan Yahudi. Dengan kembalinya ia ke bumi, tirai kebohongan akan tersingkap. Isa tidak datang membawa salib atau mahkota, melainkan membawa kalimat tauhid: La ilaha illallah.

Ketiga, Nabi Isa hadir untuk meluruskan penyimpangan. Dajjal mengaku sebagai tuhan, sedangkan Isa akan menegaskan bahwa dirinya hanyalah hamba Allah. Ibn Taimiyah rahimahullah pernah berkata, “Isa turun untuk membenarkan risalah Muhammad dan membatalkan kebohongan orang-orang Nasrani. Ia adalah saksi yang mendirikan keadilan setelah sekian lama kebenaran dipelintir.”

Pertemuan di Pintu Lud

Dalam riwayat shahih, diceritakan bahwa Nabi Isa akan turun di menara putih di Damaskus, mengenakan pakaian yang indah, dengan kedua tangannya bertumpu pada malaikat. Nafasnya mampu menjangkau sejauh mata memandang, dan setiap orang kafir yang mencium aromanya akan binasa.

Ia akan mengejar Dajjal hingga di pintu Lud, sebuah tempat di Palestina. Dan di sanalah akhir dari fitnah panjang itu: Isa membunuh Dajjal dengan tombaknya. Darah musuh terbesar umat manusia itu menodai senjata, menjadi saksi bahwa kebatilan tidak pernah bisa bertahan di hadapan cahaya kebenaran.

BACA JUGA:  Hari Jumat dan Dajjal

Masa Damai dan Keadilan

Setelah Dajjal binasa, dunia memasuki lembaran baru. Nabi Isa memerintah dengan adil, sebagaimana sabda Nabi ﷺ: “Ia akan menghancurkan salib, membunuh babi, dan menghapus jizyah. Harta melimpah ruah hingga tak seorang pun yang mau menerima sedekah.” (HR. Muslim).

Masa itu adalah masa keemasan: kedamaian bersemi, keadilan ditegakkan, permusuhan sirna. Imam Malik rahimahullah pernah berujar, “Keadilan itu dasar segala sesuatu. Jika keadilan tegak, maka manusia hidup dalam kebaikan. Jika ia runtuh, maka kerusakan menguasai.” Dan keadilan Isa adalah puncak dari janji itu.

Dajjal adalah fitnah terbesar, namun ia juga penanda: bahwa dunia ini fana, bahwa kebenaran pada akhirnya akan menang, dan bahwa iman yang tulus akan selalu menjadi benteng terakhir manusia.

Ketika Nabi Isa menancapkan tombaknya pada tubuh Dajjal, yang terbunuh bukan hanya seorang makhluk, melainkan juga seluruh klaim palsu yang pernah berdiri di atas bumi. Itu adalah kemenangan tauhid atas syirik, kebenaran atas kebatilan, dan cahaya atas kegelapan.

Ibn al-Qayyim rahimahullah menulis, “Kebenaran itu meski tampak lemah, ia akan terus tegak. Dan kebatilan meski tampak kuat, ia akan hancur.”

Maka, marilah kita siapkan hati. Fitnah akhir zaman adalah ujian yang nyata, dan hanya mereka yang berpegang teguh pada imanlah yang selamat. Sebab dunia ini akan runtuh, namun cahaya kalimat tauhid akan selalu abadi:

La ilaha illallah, Muhammad Rasulullah. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *