MANDI adalah aktivitas sederhana yang membawa banyak manfaat. Selain menjaga kebersihan tubuh, mandi juga membuat pikiran lebih segar. Umumnya, kita mandi dua kali sehari, pagi dan sore. Namun, pada hari yang panas, banyak orang menambah satu kali mandi di siang hari.
Meski begitu, ada anggapan bahwa tidak semua waktu cocok untuk mandi. Beberapa waktu tertentu dianggap berisiko bagi kesehatan, terutama yang berkaitan dengan kondisi jantung. Benarkah demikian? Mari kita bahas lebih dalam.
1. Mandi setelah Ashar
Ada kepercayaan bahwa mandi sekitar 30 menit setelah Ashar, atau lewat pukul 15.00, tidak baik. Saat itu, darah dalam tubuh dianggap sedang panas. Mandi bisa menyebabkan tubuh lelah, bahkan berisiko memicu serangan jantung mendadak.
BACA JUGA: Wanita Sebaiknya Nggak Mandi Di Jam-jam Ini, Kenapa?
Meski terdengar masuk akal, faktanya belum ada penelitian medis yang benar-benar membuktikan hal ini. Tubuh memang mengalami perubahan metabolisme di sore hari, tetapi kaitannya dengan larangan mandi masih bersifat mitos.
2. Mandi setelah Magrib
Pukul 18.00–19.00 sering disebut waktu “rawan” untuk mandi. Alasannya, jantung mulai melemah di jam tersebut. Jika terkena air dingin, tubuh bisa kaget, lalu memicu masalah serius.
Selain itu, ada juga anggapan bahwa mandi setelah Magrib bisa menyebabkan paru-paru basah. Padahal, penyakit paru-paru basah atau pneumonia disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus, bukan karena kebiasaan mandi malam.
Namun, memang benar bahwa suhu udara di waktu Magrib cenderung lebih dingin. Air dingin bisa membuat tubuh menggigil dan kurang nyaman, terutama bagi orang dengan daya tahan tubuh lemah.
3. Mandi setelah Isya hingga Tengah Malam
Waktu berikutnya yang dianggap berbahaya adalah setelah Isya, sekitar pukul 19.00 hingga 24.00. Mitos yang berkembang mengatakan bahwa jantung beristirahat di jam-jam ini, sehingga mandi bisa merusaknya.
Selain itu, ada yang percaya bahwa mandi di malam hari dapat menyebabkan rematik. Tapi faktanya, rematik bukanlah penyakit yang muncul karena kebiasaan mandi malam. Rematik adalah penyakit autoimun, berhubungan dengan faktor genetik, bukan karena air dingin.
Fakta Medis tentang Mandi Malam
Menurut dr. Adithia Kwee, anggapan bahwa mandi malam bisa menyebabkan rematik adalah mitos. Tidak ada bukti medis yang mendukung klaim tersebut. Justru, mandi malam dengan air hangat punya banyak manfaat.
1- Membantu tidur lebih nyenyak.
Christopher Winter, M.D., dari American Academy of Sleep Medicine menjelaskan bahwa suhu tubuh naik saat kita mandi air hangat. Setelah selesai mandi, suhu tubuh turun kembali dengan cepat. Proses ini memicu rasa kantuk dan membuat tidur lebih mudah.
2- Meredakan stres.
Berendam atau mandi air hangat mampu menenangkan pikiran. Suasana rileks akan membuat otot lebih santai dan mengurangi ketegangan akibat aktivitas seharian.
3- Melancarkan peredaran darah.
Air hangat membantu melebarkan pembuluh darah, sehingga sirkulasi darah lebih lancar. Efeknya, risiko tekanan darah tinggi dan penyakit jantung bisa berkurang.
BACA JUGA: Mandi Jumat, Kenapa Harus?
Jadi, Haruskah Menghindari Waktu Tertentu untuk Mandi?
Dari sisi kesehatan, tidak ada bukti kuat bahwa mandi setelah Ashar, Magrib, atau Isya berbahaya. Yang perlu diperhatikan justru kondisi tubuh dan suhu air yang digunakan. Jika merasa lelah, hindari mandi dengan air terlalu dingin. Sebaliknya, pilih air hangat agar tubuh tetap nyaman.
Kesimpulannya, mitos tentang larangan mandi di waktu tertentu masih populer, tetapi ilmu kedokteran tidak mendukung klaim tersebut. Mandi tetap aman dilakukan kapan saja, asalkan dengan cara yang tepat. Pilih suhu air yang sesuai, sesuaikan dengan kondisi tubuh, dan nikmati manfaatnya bagi kesehatan. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE
