Bentuk-bentuk Gangguan Setan terhadap Manusia, Apa Saja Sih?

Umar Faqih
5 Min Read
Foto: Freepik

ALLAH Ta’ala telah memperingatkan manusia dalam firman-Nya: “Sesungguhnya setan adalah musuh bagimu, maka jadikanlah ia musuh(mu). Sesungguhnya setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (QS. Fathir: 6)

Namun, banyak manusia justru berteman dengan musuh yang nyata ini. Mereka mengikuti bisikan setan demi kenikmatan dunia, padahal setan tidak pernah berhenti menjerumuskan manusia agar jauh dari Allah. Imam Hasan al-Bashri rahimahullah berkata, “setan tidak pernah tidur, maka janganlah engkau lengah darinya walau sekejap.”

Gangguan setan tidak hanya dalam bentuk bisikan halus di hati (waswas), tetapi juga dalam berbagai bentuk nyata yang dapat memengaruhi fisik, jiwa, bahkan kehidupan ibadah seseorang.

BACA JUGA: 3 Ikatan Setan pada Seorang Manusia ketika Tidur di Malam Hari

1. Gangguan setan pada Fisik

Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya setan mengalir dalam tubuh manusia seperti aliran darah.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa setan dapat memengaruhi kondisi tubuh manusia. Terkadang seseorang menderita sakit menahun tanpa sebab medis yang jelas, namun sembuh setelah dilakukan ruqyah syar’iyyah. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh makhluk halus. Ibnul Qayyim rahimahullah dalam Zad al-Ma’ad menjelaskan bahwa sebagian penyakit jasmani disebabkan oleh gangguan jin, bukan hanya faktor fisik semata.

Imam Ibn Taimiyah rahimahullah juga menegaskan: “Masuknya jin ke tubuh manusia adalah perkara yang nyata dan tidak dapat diingkari kecuali oleh orang yang lemah akalnya.” (Majmu’ al-Fatawa, 19/12)

2. Gangguan setan pada Psikis

Setan berusaha mengganggu pikiran dan perasaan manusia. Ia menanamkan rasa waswas, ketakutan, kesedihan berlebihan, atau kebingungan dalam hati. Al-Hasan al-Bashri mengatakan, “Waswas itu datang ketika hati lalai dari mengingat Allah.”

Seseorang yang terus mengikuti bisikan tersebut bisa kehilangan kendali emosi, mudah marah, atau bahkan terganggu akalnya. Ibnul Qayyim menjelaskan bahwa “setan adalah sumber kegelisahan, sementara dzikir adalah penenang hati. Barang siapa ingin damai, hendaklah ia memperbanyak mengingat Allah.” (Madarijus Salikin, 1/74)

https://s.shopee.co.id/5VPIZ41WVk

3. Gangguan setan dalam Mimpi

Setan juga bisa memasuki mimpi seseorang untuk menakut-nakuti atau menyesatkannya. Rasulullah ﷺ bersabda: “Mimpi buruk itu dari setan. Maka jika salah seorang dari kalian bermimpi buruk, hendaklah ia meludah ringan ke sebelah kiri tiga kali dan berlindung kepada Allah, maka niscaya mimpi itu tidak akan membahayakannya.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Ibnu Sirin rahimahullah, ahli tafsir mimpi terkemuka, menasihati: “Tidak setiap mimpi harus ditafsirkan. Mimpi yang berasal dari setan hanya untuk menakut-nakuti, maka janganlah engkau hiraukan.”

4. Gangguan setan dalam Kehidupan Sehari-hari

Setan dapat menimbulkan kekacauan dalam kehidupan manusia: membuat barang hilang, merusak hubungan keluarga, menghalangi rezeki, bahkan mengganggu jodoh seseorang. Imam Mujahid rahimahullah mengatakan, “Tidaklah seseorang berselisih dengan saudaranya kecuali setan telah meniupkan api kebencian di antara mereka.”

Bentuk-bentuk gangguan juga bisa berupa penampakan menakutkan atau kejadian aneh. Namun, seorang mukmin tidak perlu takut. Rasulullah ﷺ mengajarkan, “Barangsiapa membaca ayat kursi sebelum tidur, maka Allah akan menjaganya dan setan tidak akan mendekatinya hingga pagi.” (HR. al-Bukhari)

5. Gangguan setan dalam Ibadah

Ini adalah gangguan yang paling berbahaya. setan berusaha menggoda manusia agar malas beribadah, tidak khusyu’ dalam shalat, ragu dalam wudhu, atau takut kehilangan harta ketika bersedekah. Rasulullah ﷺ bersabda: “Itu adalah setan bernama Khanzab. Jika ia mengganggumu dalam shalat, maka berlindunglah kepada Allah darinya dan meludah ringan ke kiri tiga kali.” (HR. Muslim)

BACA JUGA: Waspada, Ini 9 Nama Setan dan Tugasnya

Imam Ibn Rajab al-Hanbali menjelaskan, “Setan tidak lebih gembira daripada ketika ia melihat seorang hamba lalai dalam ibadahnya. Ia tahu bahwa lalai satu rakaat lebih berharga baginya daripada seribu maksiat.”

Penutup

Melihat berbagai bentuk gangguan tersebut, masihkah pantas manusia menjadikan setan sebagai teman? Allah telah melarang keras hal itu. Satu-satunya jalan selamat adalah dengan memerangi setan melalui iman, dzikir, dan ketaatan.

Sebagaimana pesan Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, “Tidak ada benteng yang lebih kuat dari dzikir kepada Allah. Barang siapa lalai darinya, maka terbukalah jalan bagi setan.”

Na’udzubillahi minasy-syaitanir-rajim. Semoga Allah melindungi kita dari tipu daya dan gangguan mereka. Wallahu a’lam. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *