SIAPA sih yang nggak suka daging? Rasanya gurih, bikin kenyang, dan jadi menu favorit banyak orang. Tapi, tahukah kamu kalau konsumsi daging berlebihan ternyata bisa membuat tubuh menua lebih cepat? Bukan hanya soal umur panjang atau pendek, tapi tanda-tanda penuaan seperti kulit keriput, tubuh gampang lelah, sampai organ yang menurun fungsinya bisa lebih cepat muncul kalau kita terlalu sering makan daging.
Kenapa bisa begitu? Mari kita bahas pelan-pelan.
Pertama, daging—apalagi daging merah seperti sapi atau kambing—mengandung lemak jenuh yang cukup tinggi. Kalau sering dikonsumsi, tubuh kita jadi lebih gampang mengalami peradangan. Peradangan inilah yang bikin sel-sel tubuh lebih cepat rusak. Sel yang rusak artinya tubuh lebih cepat menua, karena sel-sel lama tidak bisa beregenerasi dengan baik.

Kedua, daging yang dimasak dengan cara dibakar atau digoreng dengan api tinggi bisa menghasilkan senyawa berbahaya. Salah satunya disebut AGEs (advanced glycation end-products). Senyawa ini bisa merusak kolagen dan elastin, dua bahan penting yang bikin kulit tetap kencang dan kenyal. Begitu kolagen rusak, kulit gampang keriput, kendur, dan muncul garis-garis halus. Jadi, kebanyakan sate, barbeque, atau steak matang gosong bisa mempercepat munculnya tanda-tanda penuaan di wajah kita.
Ketiga, terlalu banyak makan daging bisa mengganggu keseimbangan bakteri baik di usus. Kalau bakteri usus tidak seimbang, tubuh jadi lebih gampang mengalami gangguan metabolisme, sistem imun melemah, dan efeknya terasa ke seluruh tubuh. Tubuh jadi lebih gampang sakit, gampang lelah, dan proses penuaan berlangsung lebih cepat.
Selain itu, ada juga faktor telomer. Telomer adalah pelindung kecil di ujung DNA yang berfungsi menjaga sel tetap sehat. Semakin pendek telomer, semakin cepat sel menua. Nah, pola makan tinggi lemak jenuh dan protein hewani, termasuk daging berlebihan, bisa mempercepat pemendekan telomer. Hasilnya? Sel-sel tubuh lebih cepat “tua”.
Apakah ini berarti kita harus berhenti total makan daging? Tidak juga. Daging tetap punya manfaat karena mengandung protein, zat besi, dan vitamin B12 yang penting untuk tubuh. Hanya saja, porsinya perlu dijaga. Misalnya, tidak setiap hari makan daging merah, dan lebih banyak memilih lauk nabati seperti tahu, tempe, kacang-kacangan, atau sayuran segar.
BACA JUGA: Bekam dan Kesuburan: Ikhtiar Tradisional dengan Penjelasan Ilmiah
Tips lain supaya tetap sehat meski sesekali makan daging:
Pilih daging tanpa lemak berlebih.
Masak dengan cara sehat, seperti direbus, dikukus, atau ditumis ringan, bukan dibakar sampai gosong.
Imbangi dengan banyak makan buah dan sayur, karena kaya antioksidan yang bisa melawan radikal bebas penyebab penuaan.
Jangan lupa cukup minum air putih supaya metabolisme tubuh tetap lancar.
Jadi, intinya bukan berarti kita harus anti daging, tapi pintar mengatur porsinya. Dengan begitu, kita tetap bisa menikmati kelezatan daging tanpa harus takut menua lebih cepat. Ingat, apa yang kita makan hari ini akan terlihat pada tubuh kita di masa depan. []
Yudhistira Adi Maulana
_ Owner Bekam ruqyah centre Purwakarta.
_ Certified Tour leader haji dan umroh PT.Muhandis Qur’ani wisata.
_ Inisiator Bimbel Qur’an Madinah.
_ Praktisi Thibbunnabawi di bekam Ruqyah Al-Muhajirin.
Jl. Veteran No 106, Kebon Kolot Purwakarta, Jawa Barat / WhatsApp: 0817 – 9207- 630 .
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

