Taat VS Maksiat

Umar Faqih
1 Min Read
Foto: Freepik

Hidup ini selalu di antara dua jalan: taat atau maksiat.

Taat mendekatkan kita pada Allah, sedangkan maksiat menjauhkan kita dari-Nya.

Kata Ibnul Qayyim rahimahullah: “Taat itu cahaya, maksiat itu kegelapan.”

Setiap kali engkau taat, hatimu bersinar; setiap kali bermaksiat, cahayanya redup.

Taat itu menenangkan jiwa, maksiat justru menyesakkan dada.

Kata Al-Hasan Al-Bashri: “Kebaikan itu menenangkan hati, sedangkan dosa membuat hati gelisah.”

Orang yang taat merasa cukup walau sedikit, tapi pelaku maksiat merasa kurang walau berlimpah.

Taat itu bukan beban, tapi jalan menuju kebebasan sejati dari nafsu dan syaitan.

Maksiat terlihat manis di awal, tapi meninggalkan pahit yang tak terhapus oleh waktu.

Taat melahirkan keberkahan, maksiat menanamkan kehancuran.

Kata Fudhail bin ‘Iyadh: “Tinggalkan maksiat, karena dosa akan menghalangimu dari ibadah.”

BACA JUGA:  Janganlah Kamu Maksiat, Karena…

Orang yang istiqamah dalam taat, hatinya kuat meski dunia mengguncang.

Sementara pelaku maksiat, kehilangan arah bahkan di tengah kenikmatan dunia.

Taat adalah jalan menuju surga, maksiat adalah jalan yang menjerumuskan ke neraka.

Maka pilihlah taat, karena di sanalah kemuliaan hidup dan kebahagiaan akhiratmu berada. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *