DALAM keseharian umat muslim ada beberapa amalan sederhana yang diajarkan Nabi ﷺ bila kita mendengar suara binatang tertentu — khususnya: ayam (berkokok), keledai (ringkik/nehîq), dan anjing (menggonggong). Hadits-hadits shahih menjelaskan makna di balik suara-suara itu dan memberi petunjuk praktis bagaimana seorang Mukmin meresponsnya: dengan doa, istighfar, dan berlindung kepada Allah. Artikel ini merangkum dalil dari hadits, penjelasan ulama salaf, serta langkah praktis yang bisa kita lakukan.
Inti hadits (terjemah ringkas)
Rasulullah ﷺ bersabda: “Jika kalian mendengar kokok ayam, mintalah kepada Allah (karunia)-Nya karena ia melihat malaikat; dan jika kalian mendengar ringkikan keledai, berlindunglah kepada Allah dari setan karena ia melihat setan.” — (hadits diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim).
Selain itu terdapat riwayat dan pengajaran terkait anjing yang menggonggong—kesimpulan umum dalam hadits dan fiqh adab adalah: apabila terdengar gonggongan anjing pada malam hari, disunnahkan untuk berlindung kepada Allah; sebab binatang-binatang tertentu dapat “melihat” atau merasakan sesuatu yang manusia tidak lihat. (Ringkasan doa/etika ini juga tercantum dalam koleksi doa praktik seperti Hisn al-Muslim).
BACA JUGA: Yang Tidak Dianjurkan di Malam Hari bagi Lelaki Usia 40 Tahun ke Atas
Apa maknanya menurut ulama salaf?
Para ulama salaf dan mufassir hadits menjelaskan beberapa poin penting:
Binatang sebagai makhluk yang bisa merasakan alam ghaib secara terbatas.
Imam Ibn Hajar (pada Fath al-Bari) dan komentator klasik lainnya menyebutkan bahwa riwayat-riwayat ini menunjukkan bahwa beberapa binatang mempunyai kemampuan indera yang berbeda — sehingga mereka dapat “menyaksikan” malaikat atau makhluk gaib lain dalam bentuk yang hanya diketahui Allah. (Sharh-sharh pada Bukhari dan Muslim memberi keterangan ini).
Respon yang disunnahkan bersifat zikir, doa, dan perlindungan diri.
Imam an-Nawawi dalam Sharh Sahih Muslim menegaskan anjuran untuk mengucap doa ketika mendengar kokok ayam (“اسألوا الله من فضله”) dan untuk beristighfar/berta’awwudh bila terdengar ringkikan keledai atau gonggongan anjing — ini adalah langkah praktis yang diajarkan Rasulullah ﷺ.
Tidak berlebih-lebihan dan tidak menjadikan semua kejadian sebagai tahayyur.
Salaf tetap menjaga keseimbangan: percaya pada hadits dan sunnah, tetapi tidak berspekulasi jauh (mis. menjadikan setiap anjing hitam sebagai jin). Ibn Taymiyyah dan ulama lain menjelaskan bahwa jinn dapat berbentuk tertentu dalam kondisi tertentu, namun tidak berarti setiap kejadian berkonotasi gaib tanpa bukti.
Praktik yang dianjurkan
Bila Anda mendengar suara-suara tersebut, para ulama menyarankan langkah berikut:
Jika mendengar kokok ayam: ucapkan doa meminta karunia Allah — “اسألوا الله من فضله” (mintalah kepada Allah dari karunia-Nya).
Sunnah
Jika mendengar ringkikan keledai atau gonggongan anjing, terutama di malam hari: berlindunglah kepada Allah dari syaitan dengan membaca a‘ūdhu billāh (أعوذ بالله من الشيطان الرجيم) atau doa perlindungan yang diajarkan. Tutup pintu rumah dan sebut nama Allah pada pintu — ini sesuai anjuran hadits tentang menutup pintu dan membaca dzikir.
Amal pencegah tambahan: berzikir (tasbih, istighfar), membaca Ayat al-Kursi (QS. al-Baqarah:255) serta surat-surah perlindungan (al-Falaq, an-Naas) sebagai langkah pencegahan spiritual yang dianjurkan oleh sunnah dan amalan salaf.
BACA JUGA: Serigala yang Bersaksi — Mukjizat dan Tanda di Ujung Zaman
Kesimpulan singkat
Hadits-hadits shahih memberi petunjuk sederhana namun bermakna: suara tertentu dari binatang bukan sekadar kebetulan suara, melainkan bisa menjadi tanda bahwa ada yang ghaib sedang ada di sekitar — baik itu malaikat (pada kasus ayam) atau sesuatu yang membahayakan (pada kasus keledai/anjing). Respon kita sebagai Muslim sebaiknya mengikuti petunjuk Nabi ﷺ: berdoa, berlindung kepada Allah, dan melakukan tindakan pencegahan sesuai sunnah. Semua ini menguatkan keimanan kita sekaligus mengajarkan adab spiritual sehari-hari. []
Sumber-sumber shahih dan rujukan ulama (utama)
Sahih al-Bukhari, Hadith: “When you hear the crowing of roosters…” (Bukhari 3303).
Sahih Muslim, Hadith 2729 (Bab: dianjurkan berdoa ketika ayam berkokok; dan berlindung bila keledai berneigh).
Hisn al-Muslim (Fortress of the Muslim) — doa praktis untuk mendengar kokok ayam / ringkikan keledai.
Syarh-ulama (komentar klasik): Fath al-Bari (Ibn Hajar al-Asqalani) — komentar pada Sahih al-Bukhari; dan Sharh Sahih Muslim oleh Imam an-Nawawi. (Kedua karya ini adalah rujukan ulama salaf untuk penjelasan tekstual dan aplikatif).
Pendapat-pendapat ulama salaf tentang jinn/penampakan: disebutkan di majmū‘ al-fatāwā (Ibn Taymiyyah) dan karya-karya lain yang membahas kemungkinan jinn tampil menyerupai binatang dalam kondisi tertentu (lihat ringkasan dan diskusi karya-karya tersebut).
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE
