PERTANYAAN ini sering muncul di kalangan para penuntut ilmu Al-Qur’an: mana yang lebih baik, banyak hafalan tapi belum mutqin (belum kuat), atau hafalan sedikit tapi mutqin (mantap dan melekat dalam hati)?
Jawabannya, menurut para ulama dan guru-guru tahfidz, yang lebih utama adalah hafalan yang mutqin, meskipun jumlahnya sedikit.
📖 1. Mutqin: Hafalan yang Kuat Lebih Dicintai Allah
Rasulullah ﷺ bersabda: “Perumpamaan orang yang membaca Al-Qur’an dan menghafalnya, ia bersama para malaikat yang mulia lagi taat. Sedangkan orang yang membaca Al-Qur’an dan berusaha menghafalnya dengan susah payah, maka ia mendapatkan dua pahala.” (HR. Bukhari dan Muslim)
BACA JUGA: Berdebat dengan Umar bin Khattab, Pemabuk Ini Gunakan Ayat-ayat Alquran
Hadis ini menunjukkan bahwa menguasai bacaan dan hafalan dengan baik (yakni mutqin) menempatkan seseorang di derajat tinggi — bersama malaikat yang mulia.
Sedangkan orang yang masih terbata-bata tetap diberi pahala besar, tapi belum sampai pada derajat ahli Qur’an yang benar-benar mutqin.
💡 2. Ulama Salaf Lebih Memilih Hafalan yang Mantap
Imam Ibnul Mubarak rahimahullah berkata: “Sedikit tapi mantap itu lebih baik daripada banyak tapi tidak terjaga.”
Begitu juga Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali menasihati: “Sebaiknya seseorang memperhatikan kualitas hafalannya. Hafalan yang banyak tapi cepat hilang tidak memberi manfaat.”
Para salaf bahkan menolak menambah hafalan jika hafalan sebelumnya belum kuat. Mereka lebih memilih mengulang seratus ayat mutqin daripada menambah seribu ayat tapi mudah lupa.
🧠 3. Banyak Hafalan Tetap Baik, Tapi Jangan Korbankan Kualitas
Tentu, menghafal banyak ayat itu mulia, selama diiringi dengan penjagaan yang serius.
Namun jika hafalan banyak tapi tidak dijaga, Rasulullah ﷺ justru memperingatkan:
“Jagalah Al-Qur’an ini, karena ia lebih cepat lepas daripada unta yang diikat.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Artinya, banyak hafalan tanpa penjagaan akan hilang begitu saja — seperti air di telapak tangan.
🌱 4. Jalan Tengah: Bertahap dan Konsisten
Yang terbaik adalah menghafal sedikit demi sedikit, tapi dijaga terus hingga mutqin.
Prinsipnya: “Sedikit tapi terus-menerus lebih dicintai Allah daripada banyak tapi terputus.” (HR. Bukhari dan Muslim)
BACA JUGA: Kenapa Dajjal Tidak Disebutkan dalam Al-Quran?
Hafalkan satu halaman, kuatkan, lalu tambah. Jadikan Al-Qur’an bagian dari rutinitas, bukan sekadar proyek hafalan.
🕌 Kesimpulan
📌 Mutqin lebih utama daripada banyak tapi rapuh.
Namun, yang terbaik adalah menggabungkan keduanya: terus menambah hafalan dan menjaga kemantapannya.
Karena tujuan sejati bukan sekadar menghafal banyak ayat, tapi menjadikan Al-Qur’an hidup dalam hati, bacaan, dan amal. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE
