Mungkin banyak yang heran, kenapa seorang suami yang sudah menua tetap memiliki hasrat kepada istrinya. Padahal usia sudah tak muda lagi, rambut mulai memutih, dan tenaga pun tak sekuat dulu. Namun, ternyata dorongan itu tidak semata urusan fisik, melainkan juga bagian dari fitrah manusia yang Allah tanamkan dalam diri laki-laki. Selama masih ada kehidupan dan kasih sayang, keinginan untuk dekat secara lahir dan batin dengan pasangan akan selalu hidup.
Dalam pandangan Islam, jima‘ bukan sekadar pelampiasan nafsu, melainkan bentuk kasih sayang dan ibadah. Bahkan, hubungan suami istri yang dilakukan dengan niat yang benar bisa menjadi ladang pahala. Karena itu, tidaklah mengherankan bila seorang suami, meski sudah berumur, tetap memiliki kerinduan dan hasrat kepada istrinya—sebab di sanalah letak kehangatan cinta yang halal dan berkah.
BACA JUGA: Kenapa Suami Tidak Peka Kebutuhan Istri saat Jima?
Meski usia menua, naluri dan fitrah seksual pria tidak serta-merta padam. Berikut beberapa penjelasannya:
🧬 1. Secara biologis, hormon testosteron masih bekerja
Hormon testosteron adalah bahan bakar utama bagi hasrat seksual pria.
Walau menurun seiring usia, produksinya jarang berhenti total.
Selama masih ada kadar testosteron dalam darah, dorongan syahwat tetap hidup — walau mungkin tidak sekuat saat muda.
❤️ 2. Ikatan emosional memperkuat gairah
Bagi banyak suami, kedekatan batin dengan istri justru membuat hasratnya tetap menyala.
Ada rasa sayang, rindu, dan kebutuhan untuk mengekspresikan cinta dalam bentuk yang paling intim.
Dalam Islam pun, jima‘ adalah ibadah, bukan sekadar pelepas nafsu — ia mempererat kasih dan menjadi ladang pahala.
🧠 3. Otak dan kenangan ikut berperan
Gairah tidak hanya datang dari tubuh, tapi juga dari otak yang menyimpan memori romantis dan pengalaman masa lalu.
Banyak pria yang merasa muda kembali saat bersama istri yang telah menemaninya puluhan tahun — itu efek psikologis yang kuat.
BACA JUGA: Apa Ukuran Sebuah Perbuatan Dikatakan Jima antara Suami Istri?
🕌 4. Dalam pandangan Islam
Rasulullah ﷺ sendiri tetap mesra kepada istri-istrinya sampai akhir hayat.
Hasrat itu bukan aib, tapi tanda sehatnya fitrah manusia.
Imam Al-Ghazali menulis dalam Ihya’ Ulumuddin, bahwa jima‘ adalah bagian dari menjaga kehormatan dan menundukkan pandangan.
🌿 Kesimpulan
Jadi, suami yang sudah tua tapi masih berhasrat kepada istrinya bukan hal aneh.
Itu tanda bahwa cintanya masih hidup, fitrahnya masih normal, dan hubungan rumah tangga mereka masih hangat.
Yang penting: dijaga dengan kasih, bukan hanya nafsu — agar setiap pelukan menjadi ibadah. 🤍 []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE


