3 Kesalahan Keuangan Suami terhadap Istrinya — Renungan bagi Para Lelaki yang Ingin Hidup Berkah

Dini Koswarini
4 Min Read
Foto: Freepik

DALAM rumah tangga, rezeki bukan sekadar angka di rekening, tapi amanah yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah. Seorang suami adalah qawwam, pemimpin dan penanggung jawab atas kesejahteraan keluarganya.

Namun sering kali, dalam semangat mencari nafkah, suami terjerumus dalam kesalahan-kesalahan keuangan yang tidak disadari telah menoreh luka dalam hati istri dan mengundang berkurangnya keberkahan rezeki.

Berikut tiga kesalahan keuangan yang perlu dihindari agar rumah tangga tetap hangat, rezeki tetap lapang, dan cinta tetap berkah.

1. Menutup Rapat-Rapat Pendapatan dari Istri, Tapi Membiarkan Keluarga Kekurangan

Ada suami yang begitu rapi menyembunyikan pendapatannya, seolah istri adalah orang asing dalam rumah tangga. Istri tidak tahu berapa penghasilan suami, namun ia tetap harus mengatur kebutuhan rumah tangga dengan kondisi terbatas. Padahal, transparansi finansial adalah bagian dari amanah dan kasih sayang.

BACA JUGA:  5 Kebiasaan Keuangan yang Harus Dihentikan oleh Keluarga Kelas Menengah!

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:

“Keadilan suami terhadap istrinya mencakup dalam hal nafkah, perhatian, dan kasih sayang. Ketika salah satu hilang, maka akan hilang pula keseimbangan rumah tangga.”

Menutup rezeki dari istri berarti menutup peluang untuk berbagi tanggung jawab dan keberkahan. Rezeki yang disembunyikan sering kali mengundang kecurigaan dan rasa tidak tenang. Padahal, bukankah rumah tangga dibangun atas dasar kejujuran dan saling percaya?

https://s.shopee.co.id/9Khud1uUuE

2. Memberi kepada Orang Lain, Padahal Anak dan Istri Sendiri Tidak Pernah Dicukupi

Sedekah memang mulia. Tapi yang paling utama bukan kepada orang jauh, melainkan kepada yang berada di bawah tanggungan kita. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Dinar yang engkau nafkahkan di jalan Allah, dinar untuk membebaskan budak, dinar yang engkau sedekahkan kepada orang miskin, dan dinar yang engkau nafkahkan untuk keluargamu — yang paling besar pahalanya adalah yang engkau nafkahkan untuk keluargamu.” (HR. Muslim)

Betapa banyak suami yang gemar memberi kepada teman atau orang luar, namun lupa bahwa istri dan anaknya masih menahan diri dari kebutuhan dasar. Padahal, memberi nafkah kepada keluarga bukan sekadar kewajiban, tetapi ladang pahala yang tak kalah besar dari sedekah kepada siapa pun.

Imam Hasan al-Bashri rahimahullah pernah menasihati:

“Mulailah dari orang-orang terdekatmu, sebab mereka adalah tanggunganmu di hadapan Allah.”

Berbuat baik kepada orang lain tidak boleh membuat keluarga sendiri menjadi terabaikan. Istri yang merasa dicukupi akan menjadi sumber ketenangan, bukan beban pikiran.

3. Memberi Hutang pada Orang Lain Tanpa Pertimbangan Istri

Sebagian suami merasa berkuasa penuh atas uangnya, sehingga dengan mudah meminjamkan harta kepada orang lain tanpa berdiskusi dengan istrinya. Padahal, istri adalah mitra hidup, bukan sekadar penghuni rumah. Memberi hutang tanpa pertimbangan bersama bisa berakibat fatal: keuangan keluarga terguncang, kebutuhan anak tertunda, dan kepercayaan istri terkikis.

Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu pernah berpesan:

“Hati-hatilah dalam urusan hutang, karena ia membawa kegelisahan di malam hari dan kehinaan di siang hari.”

Apalagi bila hutang itu diberikan kepada orang yang belum tentu bisa mengembalikan. Lebih bijak bila setiap keputusan finansial besar didiskusikan bersama. Sebab, rumah tangga bukan kerajaan satu orang, tapi kemitraan dua jiwa yang saling menanggung dan saling menjaga.

BACA JUGA:  Suami Suka Bohong soal Keuangan, Istri Harus Bagaimana?

Penutup: Rezeki Berkah, Rumah Tangga Tenang

Kunci keberkahan rezeki bukan pada besarnya pendapatan, tapi pada adab dalam mengelolanya. Suami yang jujur, adil, dan bijak dalam menafkahi keluarganya akan melihat bagaimana Allah meluaskan hartanya dengan cara yang tak disangka-sangka.

Sebagaimana pesan indah dari Sufyan ats-Tsauri rahimahullah:

“Tidak ada rezeki yang lebih berkah daripada rezeki yang digunakan untuk menenangkan hati keluargamu.”

Maka, wahai para suami, jagalah amanah harta dengan penuh tanggung jawab. Jangan biarkan istrimu kekurangan sementara tanganmu memberi kepada orang lain. Karena rezeki yang sejati adalah yang membawa kedamaian — bukan yang menambah beban dan pertengkaran. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *