Apakah Iblis Mempunyai Nama seperti Manusia?

Yudi
By Yudi
4 Min Read
Foto: Freepik

PERTANYAAN tentang apakah Iblis mempunyai nama sebagaimana manusia — nama personal, nama marga, atau nama pemberian — sering muncul dalam kajian akidah. Dalam literatur Islam, khususnya dalam penjelasan ulama salaf, topik ini dibahas dengan cukup jelas: Iblis memang memiliki nama, tetapi bukan seperti nama manusia yang menjadi identitas keluarga atau keturunan. Namanya adalah Iblīs, dan ini merupakan nama khusus yang Allah tetapkan baginya setelah ia ingkar dan membangkang.

1. Apa Makna Nama “Iblis”?

Para ulama dari kalangan salaf memberikan perhatian pada akar kata Iblis.
Ibn ‘Abbas—sebagaimana diriwayatkan oleh Ibn Jarir Ath-Thabari—menjelaskan bahwa kata Iblis berasal dari kata ablasa dalam bahasa Arab, yang berarti:

“putus dari rahmat Allah dan berputus asa.”

Karena itu, nama Iblis bukan sekadar nama panggilan, melainkan status dan sifat yang menggambarkan keadaannya setelah ia membangkang perintah Allah untuk sujud kepada Adam.

Al-Hasan Al-Bashri menyebutkan bahwa nama itu dipakai untuk menandakan bahwa ia telah:

“terhalang dari setiap kebaikan, putus dari rahmat, dan penuh keputusasaan.”

Dengan demikian, Iblis bukan nama keluarga atau nama pemberian orangtuanya, tetapi gelar celaan yang melekat sebagai sifat diri.

https://s.shopee.co.id/5VPIZ41WVk

2. Apakah Iblis Memiliki Nama Sebelum Turun dari Surga?

Dalam riwayat yang dikenal di kalangan mufasir salaf disebutkan bahwa Iblis memiliki nama sebelumnya.
Ibn Kathir dan sebagian ahli tafsir menyebut bahwa nama asal Iblis menurut sebagian atsar adalah:

“‘Azāzīl”

Namun para ulama menegaskan bahwa riwayat tentang nama “Azazil” tidak dapat dipastikan keshahihannya, karena tidak memiliki sanad kuat kepada Nabi ﷺ maupun sahabat.

Imam Al-Qurthubi menegaskan bahwa meskipun riwayat itu populer, kita tidak bergantung kepada nama tersebut dalam perkara akidah. Yang pasti adalah nama yang Allah sebutkan dalam Al-Qur’an: Iblis.

3. Apakah Iblis Memiliki Nama Keturunan?

Iblis memiliki keturunan (dzurriyyah), sebagaimana firman Allah: “Apakah kalian hendak menjadikan Iblis dan keturunannya sebagai pemimpin selain Aku?” (QS. Al-Kahfi: 50)

Namun para ulama salaf sepakat bahwa:

➡ Iblis tidak memiliki sistem penamaan keturunan sebagaimana manusia.

Tidak ada riwayat sahih bahwa anak-anaknya mempunyai nama tertentu.

Mujahid, salah satu murid Ibnu Abbas yang paling kuat ilmunya dalam tafsir, menyebut bahwa Iblis memiliki jenis-jenis pasukan dari kalangan setan, masing-masing dengan tugas tertentu (misalnya Khanzab, Dasim), tetapi ini bukan nama keluarga, melainkan nama jenis tugas setan-setan tersebut.

4. Mengapa Allah Memberikan Nama Khusus untuk Iblis?

Menurut Imam At-Tabari, pemberian nama Iblis dalam Al-Qur’an mengandung makna:

  • Menetapkan identitas makhluk yang membangkang dan menolak sujud.
  • Menjadi simbol keputusasaan dari rahmat Allah.
  • Menjadi tanda yang membedakannya dari para jin yang taat.

Nama tersebut tidak bersifat netral, melainkan penamaan hukuman.

5. Perbedaan Nama Iblis dan Nama Manusia

Para ulama salaf menegaskan perbedaan berikut:

Nama manusia:

  • Diberikan orangtua.
  • Tidak menggambarkan isi hati atau amal.
  • Bersifat identitas sosial.

Nama Iblis:

  • Ditetapkan sebagai hukuman ilahi.
  • Menggambarkan kondisi spiritualnya yang terputus dari rahmat Allah.
  • Tidak berfungsi sebagai identitas keluarga atau sosial.

Karena itu, pertanyaan apakah Iblis memiliki nama seperti manusia dijawab oleh ulama: Tidak. Namanya tidak seperti nama manusia. Namanya adalah gelar yang menunjukkan sifat dan keadaan rohaninya.

BACA JUGA:  Wujud Asli Iblis, Seperti Apa?

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan para ulama salaf:

✔ Iblis memang memiliki nama: yaitu “Iblis”.

Namanya berasal dari kata ablasa — putus dari rahmat Allah.

✔ Nama ini merupakan penamaan ilahi yang mencerminkan sifat dan statusnya, bukan “nama seperti manusia”.
✔ Riwayat tentang nama asalnya seperti “Azazil” tidak bisa dipastikan kebenarannya.
✔ Iblis memiliki keturunan, tetapi tidak memiliki sistem penamaan keluarga seperti manusia.

Dengan demikian, nama Iblis bukanlah nama biasa, melainkan tanda kehinaan setelah ia memilih kesombongan dan menolak sujud kepada Adam. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

TAGGED:
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *