KETIKA Rasulullah ﷺ mulai menyampaikan dakwah secara terang-terangan, reaksi suku-suku Quraisy tidak seragam. Mereka terikat oleh fanatisme kabilah, kepentingan ekonomi, gengsi sosial, serta ketakutan kehilangan kekuasaan. Setiap suku merespons menurut posisi mereka dalam struktur Quraisy dan kedekatan mereka dengan Nabi ﷺ.
1. Bani Hasyim: Mendukung secara Suku, Meski Banyak yang Tidak Beriman
Bani Hasyim adalah kabilah Rasulullah ﷺ sendiri. Mereka tidak semuanya beriman, tetapi mereka melindungi Nabi ﷺ sebagai anggota keluarga dan demi kehormatan suku.
Abu Thalib: pemimpin utama perlindungan fisik dan politik bagi Rasulullah ﷺ.
Al-Abbas: belum masuk Islam, tetapi ikut melindungi.
Banyak anggota Bani Hasyim tidak mengikuti agama Rasulullah, tetapi tetap berdiri di barisan pelindung saat boikot Quraisy dijalankan.
Motivasi mereka:
Menjaga kehormatan suku
Tidak ingin dikenal sebagai kabilah yang membiarkan salah satu anggota dihina musuh
Tradisi kesukuan Arab yang menuntut loyalitas internal
Inilah yang membuat Quraisy tidak bisa membunuh Rasulullah ﷺ secara langsung—karena akan memicu perang antar-kabilah.
—
2. Bani Makhzum: Suku Terdepan dalam Permusuhan
Bani Makhzum adalah suku bangsawan paling kuat setelah Bani Abdu Manaf. Mereka memiliki tokoh-tokoh keras:
- Abu Jahl (Amr bin Hisyam) – pemimpin propaganda, intimidasi, dan kekerasan terhadap sahabat miskin
- Khalid bin Walid (sebelum Islam) – ikut dalam strategi militer Quraisy
- Walid bin Mughirah – tokoh yang menolak Al-Qur’an meskipun menyaksikan kehebatannya
- Mereka memusuhi Rasulullah ﷺ karena:
- Persaingan politik dengan Bani Hasyim
- Ketakutan atas hilangnya hegemoni ekonomi dan ritual di Ka’bah
- Fanatisme suku yang sangat tinggi
- Bani Makhzum adalah “mesin politik dan militer” anti-Islam di Mekah.
—
3. Bani Umayyah: Memusuhi, Namun Menjaga Etika Kesukuan
Bani Umayyah pada fase Mekah banyak yang menolak dakwah Rasulullah ﷺ, terutama:
Abu Sufyan bin Harb – pemimpin politik dan ekonom Quraisy
Uqbah bin Abi Mu’ith – pelaku penyiksaan dan penghinaan (pernah meletakkan kotoran unta di punggung Nabi ﷺ saat sujud)
Tetapi berbeda dengan Bani Makhzum, permusuhan Bani Umayyah lebih politis dan ekonomis, bukan dendam pribadi.
Ciri permusuhan Bani Umayyah:
- Sistematis
- Menggunakan propaganda
- Menjaga citra terhormat di mata Quraisy
- Tidak sekeras kekejaman Makhzum, tetapi lebih strategis
Ironisnya, setelah Islam jaya, tokoh-tokoh besarnya justru menjadi panglima dan khalifah yang membuka negeri-negeri.
—
4. Bani Abdu Syams: Aliansi Politik Anti-Islam
Suku ini adalah cabang besar Quraisy yang sering bekerja sama dengan Bani Makhzum. Mereka mendukung boikot terhadap Bani Hasyim dan menolak setiap upaya negosiasi.
Tokoh-tokoh dari suku ini menjadi bagian dari:
- Perencanaan penahanan dakwah Rasulullah ﷺ
- Rencana pembunuhan dalam Darun Nadwah
Mereka memandang dakwah Nabi ﷺ sebagai ancaman stabilitas politik kota Mekah.
—
5. Bani Zuhrah: Paling Netral dan Tidak Terlibat Kekerasan
Bani Zuhrah adalah suku Nabi ﷺ dari jalur ibunya, Aminah binti Wahb. Karena hubungan nasab, mereka tidak ikut memusuhi Rasulullah ﷺ secara terbuka.
Sikap mereka:
- Tidak bergabung dalam boikot
- Tidak mendukung kekerasan
- Namun juga tidak beriman secara luas
- Mereka cenderung menjaga martabat keluarga dan memilih sikap netral
Mereka lebih dekat ke Bani Hasyim daripada suku Quraisy lainnya.
—
6. Bani Taim: Menolak Menyiksa, Dipelopori oleh Abu Bakar
Bani Taim adalah suku Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu. Mereka bukan suku besar sehingga tidak dominan dalam politik Quraisy.
Sikap mereka:
- Tidak memusuhi secara terbuka
- Tidak mendukung penyiksaan
- Arif dan cenderung menghindari konflik
- Banyak terpengaruh oleh karakter Abu Bakar yang lembut dan berakhlak tinggi
- Tokoh ekstrem dari suku ini hampir tidak ada.
—
7. Bani Asad: Bimbang tapi Mengikuti Arus Quraisy
Suku ini tidak terlalu kuat di Mekah, sehingga sikap mereka cenderung mengikuti sikap mayoritas Quraisy.
Mereka tidak mempelopori penyiksaan
Namun ikut mendukung keputusan kolektif Quraisy, termasuk penghinaan dan penghalangan dakwah
Mereka ikut melakukan tekanan sosial kepada Rasulullah ﷺ, tetapi tidak memimpin tindakan kekerasan besar.
—
8. Bani Adi: Moderat dan Tidak Terlibat Permusuhan
Suku Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu. Menariknya, meski Umar sebelum Islam sangat keras, sukunya justru:
- Tidak termasuk suku pemuka permusuhan
- Tidak melakukan penyiksaan langsung
- Lebih menjaga jarak dan menunggu situasi
Kehadiran Umar sendiri membuat Bani Adi lebih segan bersikap ekstrem terhadap Rasulullah ﷺ.
BACA JUGA: Akhlak Rasulullah ﷺ kepada Umatnya
Kesimpulan Besar
Sikap suku-suku Quraisy terhadap Rasulullah ﷺ dapat diringkas menjadi tiga kelompok:
1. Pendukung dan Pelindung
- Bani Hasyim
- Bani Zuhrah
2. Musuh utama (keras, agresif, kejam)
- Bani Makhzum
- Bani Umayyah (beberapa tokohnya sangat ekstrem)
- Bani Abdu Syams
3. Netral / ikut arus
- Bani Taim
- Bani Asad
- Bani Adi
Setiap suku dipengaruhi oleh:
- Rivalitas suku
- Ekonomi Ka’bah
- Gengsi sosial
- Kekuasaan politik
Tradisi Arab yang menjadikan suku sebagai identitas tertinggi []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

