Fitnah Ya’juj Ma’juj

Yudi
By Yudi
5 Min Read
Foto: Umar Faqih | Islampos

SELAMA ini, ketika berbicara tentang akhir zaman, banyak orang langsung membayangkan kemunculan Ya’juj dan Ma’juj sebagai salah satu tanda besar yang paling mengerikan. Gambaran tentang mereka selalu dipenuhi nuansa kehancuran, banjir manusia perusak yang turun dari segala penjuru, meluluhlantakkan apa saja yang dilewati. Namun, ada satu fakta yang jarang disadari: Ya’juj dan Ma’juj bukanlah tanda besar pertama yang akan muncul di akhir zaman. Bahkan, sebelum mereka dilepaskan, dunia akan diguncang oleh peristiwa-peristiwa yang jauh lebih dahsyat.

Al-Qur’an menyinggung Ya’juj dan Ma’juj dalam kisah Zulqarnain:

“Hingga apabila terbuka (tembok) antara Ya’juj dan Ma’juj, mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi.” (QS. Al-Anbiya: 96)

Ayat ini menjelaskan bahwa kemunculan mereka adalah fase akhir dari rangkaian panjang tanda-tanda besar kiamat, bukan permulaan.

BACA JUGA: Huraisy, Hewan dari Jahannam di Akhir Zaman

Urutan Tanda Besar Kiamat Menurut Ulama Salaf

Para ulama salaf tidak hanya mengajarkan tentang apa itu Ya’juj dan Ma’juj, tetapi juga menempatkan mereka dalam urutan peristiwa akhir zaman yang jelas. Imam An-Nawawi rahimahullah ketika menjelaskan hadits tentang sepuluh tanda besar kiamat dalam Syarh Shahih Muslim menegaskan:

“Tanda-tanda besar kiamat itu saling mengikuti bagaikan untaian manik yang terputus, yang jatuh satu demi satu tanpa jeda panjang.”

Dalam hadits Shahih Muslim disebutkan sepuluh tanda besar itu adalah: munculnya Dajjal, turunnya Nabi Isa ‘alaihissalam, keluarnya Ya’juj dan Ma’juj, terbitnya matahari dari barat, keluarnya Dabbah (binatang melata), ad-dukhon (kabut), tiga kali gempa besar di timur, barat, dan Jazirah Arab, serta api yang menggiring manusia ke tempat mahsyar.

Dari urutan ini, jelas bahwa Ya’juj dan Ma’juj muncul setelah turunnya Nabi Isa dan setelah terbunuhnya Dajjal. Ini berarti dunia telah lebih dulu melewati fase fitnah terbesar sepanjang sejarah manusia.

https://s.shopee.co.id/BNe5MhdZ4

Imam Ibnu Katsir rahimahullah dalam An-Nihayah fi al-Fitan wal Malahim juga menegaskan:

“Kemunculan Ya’juj dan Ma’juj terjadi setelah Isa bin Maryam membunuh Al-Masih Ad-Dajjal.”

Artinya, dunia telah memasuki fase pasca-kemenangan besar kaum beriman, namun justru diuji kembali dengan ujian yang lebih dahsyat.

Ujian Setelah Kemenangan

Inilah sisi yang sering luput dari perhatian. Banyak orang mengira Ya’juj dan Ma’juj akan muncul saat dunia tenggelam dalam kegelapan total. Padahal, menurut keterangan ulama, mereka muncul justru setelah umat Islam merasakan kemenangan besar atas Dajjal. Saat manusia merasa tenang, merasa bahaya telah berlalu, di situlah Allah membuka tembok Ya’juj dan Ma’juj.

Al-Qurthubi rahimahullah menjelaskan bahwa keluarnya Ya’juj dan Ma’juj adalah ujian terakhir yang menyingkap kelemahan manusia, bahwa sebesar apa pun kemenangan, tetap saja manusia tidak memiliki kuasa tanpa pertolongan Allah.

Nabi Isa ‘alaihissalam dan kaum mukmin kala itu bahkan tidak diperintahkan untuk memerangi mereka, tetapi berlindung di gunung dan berdoa. Allah-lah yang akhirnya membinasakan Ya’juj dan Ma’juj dengan cara-Nya sendiri. Ini menunjukkan bahwa bencana terbesar di akhir zaman tidak selalu diselesaikan dengan pedang, tetapi dengan doa dan ketundukan.

Pelajaran untuk Zaman Sekarang

Imam Hasan Al-Bashri rahimahullah pernah berkata:

“Fitnah tidak datang kecuali kepada hati yang kosong dari takut kepada Allah.”

Ini adalah pelajaran penting. Jika Ya’juj dan Ma’juj saja diturunkan setelah manusia merasa aman, maka fitnah terbesar bisa datang justru di saat manusia merasa paling kuat.

BACA JUGA: Kota-kota yang Ditaklukan di Akhir Zaman

Sufyan Ats-Tsauri rahimahullah berkata:

“Takutlah engkau kepada dosa saat engkau merasa aman, karena azab Allah sering datang melalui pintu kelalaian.”

Maka, berbicara tentang Ya’juj dan Ma’juj bukan sekadar soal makhluk perusak di akhir zaman, tetapi tentang peringatan agar manusia tidak tertipu oleh rasa aman palsu.

Kesimpulan

Fakta yang jarang disadari adalah: Ya’juj dan Ma’juj bukan tanda pertama akhir zaman, tetapi justru salah satu ujian terakhir setelah kemenangan besar kaum beriman. Mereka muncul bukan di tengah kekalahan, tetapi setelah manusia merasa lega dan aman.

Inilah plot twist akhir zaman yang sesungguhnya: ketika manusia mengira badai telah berlalu, justru gelombang yang lebih besar sedang menanti. Dan pada saat itulah, hanya iman, tawakal, dan doa yang menjadi benteng sejati. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *