Tunggulah Jalan Keluar dari Allah

3 Min Read
Foto: Unsplash

DALAM perjalanan hidup, tidak semua perkara dapat kita ubah sesuai kehendak. Ada kalanya kita telah berusaha sekuat tenaga, berdoa sepenuh jiwa, namun kenyataan tetap berjalan di luar harapan. Pada saat itulah nasihat seorang ulama salaf terdengar begitu menyejukkan hati.

Said bin Abdul Aziz rahimahullah berkata, “Apabila engkau menghadapi suatu masalah yang engkau tak sanggup untuk mengubahnya, maka bersabarlah. Tunggulah jalan keluar dari Allah.” Sebuah kalimat singkat, namun mengandung samudra makna tentang iman dan kepasrahan.

Menunggu jalan keluar dari Allah bukanlah sikap pasif tanpa ikhtiar. Ia adalah ibadah hati yang agung, yang dipenuhi oleh husnuzan, keyakinan bahwa Allah ﷻ tidak pernah salah dalam menakar takdir bagi hamba-Nya. Allah berfirman,

﴿ وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا ﴾

“Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.” (QS. Ath-Thalaq: 2).

BACA JUGA:  Saat Akal Tak Tahu Jalan Keluar

Ayat ini menjadi jaminan ilahi bahwa di balik setiap kesempitan selalu tersimpan celah pertolongan bagi orang yang bertakwa.

Ulama salaf memahami betul hakikat menunggu pertolongan Allah ini. Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Sesungguhnya di balik kesempitan ada kelapangan, dan bersama kesabaran ada pertolongan. Tidaklah seorang hamba diuji kecuali agar dia kembali sepenuhnya kepada Rabb-nya.” Maka, penantian seorang mukmin bukan penantian yang hampa, melainkan dipenuhi doa, taubat, dan perbaikan diri.

Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah juga menasihati, “Ketahuilah, sesuatu yang engkau benci bisa jadi di dalamnya terdapat keselamatanmu, dan sesuatu yang engkau sukai bisa jadi di dalamnya terdapat kebinasaanmu.” Betapa sering kita tergesa-gesa ingin segera keluar dari masalah, padahal Allah sedang mendidik jiwa kita dengan kesabaran dan kerendahan hati.

BACA JUGA: Kesulitan Hidupmu

Menunggu jalan keluar dari Allah adalah latihan untuk memutus harapan dari makhluk dan menyambungkannya hanya kepada Sang Khalik. Ia mengajarkan bahwa kekuatan sejati bukan hanya pada kemampuan mengubah keadaan, tetapi pada keteguhan hati menerima ketetapan-Nya. Ketika seorang hamba bersabar, ia sesungguhnya sedang menabung pahala dan menunggu janji Allah yang tidak pernah ingkar.

Maka, ketika masalah datang dan jalan terasa buntu, janganlah tergesa-gesa berputus asa. Bersabarlah, perbanyak istighfar, kuatkan takwa, dan perindah prasangka kepada Allah. Sebab, pada saat yang tepat, dengan cara yang paling indah, Allah akan membukakan jalan keluar yang bahkan tak pernah kita duga sebelumnya. []

___________

Kirim tulisan Anda ke Islampos. Isi di luar tanggung jawab redaksi. Silakan kirim ke: [email protected], dengan ketentuan tema Islami, pengetahuan umum, renungan dan gagasan atau ide, Times New Roman, 12 pt, maksimal 650 karakter. Sertakan foto diri, Kartu Tanda Identitas (KTP/KTP/SIM), akun media sosial (IG, Facebook, atau Tiktok), dan imel.

___________

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

TAGGED:
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *