BAKSO adalah makanan rakyat. Ia hadir di gang sempit hingga restoran besar, dari gerobak keliling sampai meja keluarga. Kenyalnya, gurihnya, dan kuahnya yang hangat membuat bakso dicintai semua kalangan. Namun di balik kenikmatan itu, ada ancaman yang kerap luput disadari: penggunaan boraks sebagai bahan tambahan ilegal. Demi tekstur kenyal dan daya simpan lebih lama, sebagian oknum pedagang masih nekat mencampurkan zat berbahaya ini.
Karena itu, penting bagi konsumen untuk memiliki pengetahuan dasar agar bisa mengenali bakso yang berpotensi mengandung boraks, terutama secara langsung tanpa alat laboratorium.
Apa Itu Boraks dan Mengapa Berbahaya?
Boraks (natrium tetraborat) sejatinya bukan bahan pangan. Zat ini biasa digunakan dalam industri deterjen, pembersih, dan pengawet kayu. Jika masuk ke tubuh manusia, boraks dapat menyebabkan iritasi saluran pencernaan, kerusakan ginjal dan hati, gangguan saraf, bahkan bersifat toksik bila terakumulasi dalam jangka panjang. Penggunaan boraks dalam makanan jelas dilarang oleh peraturan kesehatan di Indonesia.
BACA JUGA: Cara Bikin Bakso Enak Renyah, Mudah Bisa di Rumah Kok!
Ciri-Ciri Bakso yang Diduga Mengandung Boraks
Berikut beberapa tanda yang bisa dikenali secara kasat mata dan inderawi:
1. Tekstur Terlalu Kenyal dan Keras
Bakso normal akan kenyal, tetapi tetap empuk saat digigit. Bakso yang mengandung boraks biasanya terasa sangat kenyal, padat, bahkan cenderung keras, seperti karet. Saat ditekan dengan sendok, bakso akan cepat kembali ke bentuk semula.
2. Tidak Mudah Hancur
Bakso sehat akan mulai retak atau hancur jika ditekan kuat atau disimpan lama. Bakso berboraks cenderung utuh, tidak mudah hancur, bahkan setelah berjam-jam di suhu ruang.
3. Warna Terlalu Putih atau Mengkilap
Bakso daging umumnya berwarna abu-abu pucat atau keabu-abuan alami. Jika warnanya putih bersih, cerah, atau tampak mengkilap tidak wajar, patut dicurigai.
4. Aroma Tidak Alami
Bakso normal beraroma daging dan bumbu. Bakso berboraks sering kali hampir tidak beraroma daging, atau memiliki bau samar yang aneh dan “dingin” di hidung.
5. Tahan Lama di Suhu Ruang
Bakso tanpa bahan berbahaya biasanya mulai basi dalam waktu relatif singkat. Jika bakso tidak berlendir, tidak asam, dan tetap keras meski dibiarkan seharian, itu tanda yang patut diwaspadai.
Uji Sederhana yang Bisa Dilakukan di Rumah
Tanpa alat khusus, ada beberapa cara sederhana untuk membantu deteksi awal:
– Uji Air Panas
Masukkan bakso ke air panas. Bakso berboraks biasanya tetap utuh dan keras, sementara bakso normal akan sedikit mengembang lalu teksturnya melunak.
– Uji Rasa di Lidah
Bakso berboraks kadang meninggalkan sensasi getir atau pahit tipis di lidah setelah dikunyah. Jika ada rasa tidak wajar, sebaiknya hentikan konsumsi.
BACA JUGA: Tanda Mie Ayam Enak Itu Gimana Sih?
Tips Aman Memilih Bakso
- Pilih penjual yang bersih dan transparan proses pembuatannya
- Hindari bakso yang terlalu kenyal tidak wajar
- Utamakan bakso buatan rumahan atau produsen terpercaya
- Jangan tergiur harga yang terlalu murah dengan kualitas “aneh”
Menjaga kesehatan dimulai dari hal sederhana: waspada terhadap apa yang kita makan. Bakso seharusnya menjadi sumber kebahagiaan, bukan sumber penyakit. Dengan mengenali ciri-ciri bakso bercampur boraks secara langsung, kita bisa lebih bijak melindungi diri dan keluarga. Ingat, makanan yang baik bukan hanya enak di lidah, tetapi juga aman bagi tubuh. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

