Perlakuan Orang Kafir Quraisy terhadap Anak-anak Rasulullah ﷺ

Nasrulloh Baksolahar
6 Min Read
Foto: Pinterest

KETIKA dakwah Nabi Muhammad ﷺ mulai mengguncang kemapanan Quraisy, bukan hanya beliau yang menjadi sasaran kebencian dan tekanan, tetapi juga putri-putri beliau. Mereka tidak memukul atau menyerang secara fisik, tetapi mereka mengerahkan sesuatu yang lebih halus, lebih menyakitkan, dan lebih kejam: tekanan sosial, penghinaan, upaya memutus pernikahan, dan manipulasi keluarga.

Keempat putri Rasulullah ﷺ—Zainab, Ruqayah, Ummu Kultsum, dan Fatimah—membawa beban emosional yang jarang disorot para sejarawan. Mereka adalah saksi paling dekat terhadap tekanan yang menimpa rumah Nabi ﷺ.

Berikut kisah mereka satu per satu.

—

1. Zainab binti Muhammad ﷺ — Dipaksa Quraisy Meninggalkan Suaminya

Sebelum dakwah dimulai, Zainab menikah dengan Abu al-‘Ash bin Rabi‘, seorang pedagang Quraisy yang cerdas dan jujur, namun belum masuk Islam.

Ketika Nabi ﷺ mengumumkan kenabian, Quraisy mulai menekan Abu al-‘Ash:

“Ceraikan Zainab! Kami akan menikahkanmu dengan wanita Quraisy yang jauh lebih cantik!”

Namun Abu al-‘Ash menolak:

“Aku tidak akan menceraikan seorang perempuan yang jujur dan setia.”

Tekanan itu bukan hanya kepada suaminya, tetapi juga kepada Zainab. Ia dipaksa oleh Quraisy untuk membenci dakwah ayahnya.

Ketika Perang Badar pecah dan Abu al-‘Ash ditawan, Zainab mengirimkan tebusan berupa kalung warisan Khadijah, ibunya. Rasulullah ﷺ menangis ketika melihatnya.

Namun tekanan Quraisy tidak berhenti.
Mereka mengusir Zainab dari Makkah setelah perjanjian pembebasan suaminya. Dalam perjalanan hijrah, seorang Quraisy, Habbar bin Aswad, menyerang kafilahnya dengan tombak. Zainab jatuh dari tunggangannya dan mengalami pendarahan hebat. Luka itu diyakini menjadi penyebab wafatnya beberapa tahun kemudian.

Quraisy tidak memukulnya secara langsung, tetapi mereka membunuhnya dengan cara paling menyakitkan: memisahkan keluarga dan memburu wanita tak bersenjata.

—

2. Ruqayah binti Muhammad ﷺ — Dihina karena Memeluk Islam

Ruqayah menikah dengan ‘Utbah bin Abi Lahab, putra Abu Lahab.
Ketika wahyu turun dan Surah Al-Lahab mengecam Abu Lahab dan istrinya, mereka murka. Kebencian itu dilampiaskan dengan cara paling kejam:

Abu Lahab memerintahkan putranya menceraikan Ruqayah tanpa alasan,
hanya karena ia adalah putri Muhammad ﷺ.

‘Utbah menceraikannya dengan kata-kata kasar dan penghinaan.

Ibu ‘Utbah, Ummu Jamil—sang pembawa kayu bakar, mengejek Ruqayah di depan umum. Ia berteriak:

“Kami ceraikan putrimu agar ia bebas dari si penyihir itu!”

Itu adalah bentuk kekerasan psikologis yang diarahkan kepada seorang perempuan muda yang tidak bersalah.

Setelah hijrah, Ruqayah menikah dengan Utsman bin Affan dan ikut migrasi ke Habasyah. Di sana, Quraisy menyebarkan berita palsu bahwa Muslimin telah binasa, agar para muhajirin kembali ke Makkah dan ditangkap.

Tekanan sosial dan perang informasi membuat Ruqayah hidup dalam ketidakpastian sampai ia akhirnya meninggal pada hari Perang Badar.

—

3. Ummu Kultsum binti Muhammad ﷺ — Tekanan Ganda dari Abu Lahab

Seperti kakaknya, Ummu Kultsum juga dinikahkan dengan keluarga Abu Lahab—dengan ‘Utaibah, saudara ‘Utbah.

Ketika dakwah dimulai, Abu Lahab memaksa anaknya menceraikannya. Bahkan lebih buruk:

‘Utaibah menghina Rasulullah ﷺ di depan umum

Ia meludahi Nabi ﷺ

Ia merobek pakaian Nabi dalam keadaan marah

Ummu Kultsum menyaksikan penghinaan ini dengan hati hancur. Ini bukan hanya perceraian paksa, tetapi penghinaan keluarga di hadapan putri Nabi, sebuah bentuk kekejaman psikologis.

Setelah diceraikan, Ummu Kultsum kembali ke rumah Rasulullah ﷺ dan hidup tanpa suami sampai hijrah ke Madinah. Beliau kemudian menikah dengan Utsman bin Affan setelah wafatnya Ruqayah.

—

4. Fatimah az-Zahra — Menyaksikan Ayahnya Disiksa, dan Dia Sendiri Dilecehkan

Fatimah adalah putri bungsu Rasulullah ﷺ, dan ia mengalami bentuk tekanan Quraisy yang berbeda—lebih langsung dan lebih menyakitkan.

a. Melihat kotoran unta diletakkan di punggung ayahnya

Ketika Rasulullah ﷺ sujud di depan Ka‘bah, para pembesar Quraisy meletakkan kotoran unta di punggung beliau. Tidak ada yang berani menghentikan mereka.

Yang datang menyelamatkan Nabi ﷺ adalah Fatimah yang masih kecil.

Ia berlari, menangis, dan membersihkan punggung ayahnya dengan tangan mungilnya.

b. Mendengar ejekan dan makian kepada ayahnya setiap hari

Fatimah tumbuh dalam lingkungan:

  • caci maki
  • penghinaan
  • ancaman
  • pelecehan verbal terhadap ayahnya

Semua itu membangun ketegaran luar biasa dalam dirinya.

c. Pernah didorong oleh seorang Quraisy perempuan

Dalam beberapa riwayat, seorang wanita Quraisy mendorong Fatimah dengan keras ketika ia membela ayahnya.

d. Menyaksikan serangan fisik kepada Rasulullah ﷺ

Fatimah berkali-kali melihat Nabi ﷺ dipukul, dilempari tanah, diikuti Abu Lahab yang berteriak, dan ia berdiri tanpa bisa berbuat apa-apa.

Semua ini adalah tekanan yang membentuk karakter Fatimah az-Zahra menjadi wanita paling tegar di rumah Rasulullah ﷺ.

—

Penutup: Anak-Anak yang Tumbuh dalam Badai

Zainab menyaksikan perpisahan keluarga.
Ruqayah menghadapi perceraian hina.
Ummu Kultsum merasakan tekanan sosial dan penghinaan keluarga.
Fatimah melihat kekerasan fisik terhadap ayahnya dengan mata kepala sendiri.

Mereka adalah putri-putri Nabi ﷺ yang tumbuh bukan dalam kemewahan, tetapi dalam badai gangguan Quraisy.

Quraisy berusaha menyakiti Rasulullah ﷺ bukan hanya dengan menyerangnya secara langsung, tetapi dengan melukai orang-orang yang beliau cintai.

Namun sejarah mencatat:

  • mereka tetap tegar,
  • tetap beriman,

dan menjadi bagian dari cahaya dakwah yang akhirnya menerangi seluruh dunia. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *