Detik-detik Wafatnya Umar bin Khattab

2 Min Read
Foto: Umar Faqih | Islampos

UMAR ibn al-Khattab adalah khalifah kedua, dan satu dari sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga.

‘Umar dulunya adalah seorang tentara – salah satu yang terbaik. Tapi saat dia menjadi khalifah, para sahabat yang lain menolaknya ke medan perang. Umar tentu saja tidak setuju dengan mereka, namun pada akhirnya dia lebih banyak tinggal di Madinah saat pertempuran terjadi. Namun dia selalu memanjatkan satu doa, baik secara terang-terangan maupun pribadi, di seluruh waktu kekhilafahannya: “Allahumma ruziqniy shahaadah,” yang artinya “Ya Allah, berikanlah kepadaku mati syahid.”

Karena doanya itu, orang-orang mengatakan kepadanya bahwa dia gila—bagaimana Umar bisa berdoa seperti itu sementara dia adalah seorang Khalifah, semua orang di kota itu adalah umat Islam! Dan, karena sebagai Khalifah, Umar tidak diizinkan ke medang perang. Tapi MasyaAllah, Allah tahu ketulusannya, dan menjawab doanya.

BACA JUGA:  Kenapa Umar bin Khattab Dijuluki Al-Faruq?

Saat berada di Madinah, ada seorang budak berkeyakinan Majusi. Namanya Abu Lulu’ah. Abu Lulu’ah adalah pandai besi ahli, ditangkap saat penaklukan Nahawand. Dia berada di Madinah, mengerjakan beberapa hal yang sesuai dengan kemampuannya untuk kaum Muslimin. Namun, tuannya, meskipun juga seorang Muslim—ingin mendapatkan banyak darinya. Abu Lulu’ah merasa diperlakukan tidak adil.

Mengetahui reputasi ‘Umar soal keadilan, Abu Lulu’ah pergi menghadap Umar dan mengatakan kepadanya: “Mintalah pada tuanku untuk mengurangi apa yang dia bebankan kepadaku.”

Dan ‘Umar engatakan kepadanya: “Bersabarlah.”

Abu Lulu’ah marah-marah! Dan dia pergi dengan marah.

Sementara itu, ‘Umar pergi ke tuan Abu Lulu’ah, dan menyuruhnya untuk mengurangi apa yang dia bebankan kepada Abu Lulu’ah, yang dia setujui.

Tanpa diketahui oleh siapapun, Abu Lulu’ah sudah ditelan oleh kemarahannya. Sebagai pandai besi, dia membuat pisau-pisau khusus, terbuat dari dua bilah melengkung, dan terbuat dari batu. Dia membeli racun, dan merendam pisaunya di dalamnya. Dia bertanya kepada orang yang menjual racun itu, “Jika aku menusuk seseorang dengan ini, apakah ada kemungkinan mereka akan bertahan?”

Simak selengkapnya di sini:

 

 

 

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *