SALAH satu keistimewaan Abu Bakar adalah ketika jawaban beliau sama persis dengan jawaban Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wasallam. Hal ini terjadi ketika peristiwa Hudaibiyah, dimana munculnya kekecewaan para sahabat yang batal menunaikan umrah pada tahun tersebut.
Diantaranya Umar bin Khattab. Beliau bertanya, “Bukankah engkau benar-benar Nabi Allah?”
Rasulullah menjawab, ”Ya.”
Umar berkata, ”Bukankah kita diatas kebenaran sedangkan musuh kita diatas kebatilan?”. Rasulullah menjawab, “Ya.”
BACA JUGA: Abu Bakar Ash-Shiddiq Menantikan Kedatangan Nabi
Umar bertanya lagi, “Kalau begitu, mengapa kita menghinakan diri dalam agama kita?”
Rasulullah pun menjawab, ”Sesungguhnya saya adalah utusan Allah dan saya tidak akan bermaksiat kepada-Nya dan Dialah yang akan menolongku.”
Umar pun bertanya lagi, ”Bukankah engkau berkata bahwa kita akan datang ke Baitullah dan melakukan thawaf di sekelilingnya?”
Rasulullah menjawab, ”Ya, tapi apakah saya mengabarkan kepadamu bahwa kita akan datang ke Baitullah tahun ini?”
Maka Umar menjawab, ”Tidak.”
Lalu Rasulullah bersabda, ”Sesungguhnya engkau akan datang melakukan thawaf di sekelilingnya.”
Umar pun pergi mencari Abu Bakar. Umar bertemu dengannya dan bertanya kepadanya, ”Wahai Abu Bakar, bukankah beliau itu benar-benar Rasulullah?”. Abu Bakar menjawab, ”Ya.”
Umar berkata, ”Bukankah kita di atas kebenaran sedangkan musuh kita di atas kebatilan?”
Abu Bakar menjawab, “Ya, benar.”
Umar bertanya lagi, “Kalau begitu, mengapa kita menghinakan diri dalam agama kami?”
Abu Bakar pun menjawab, ”Sesungguhnya beliau adalah utusan Allah dan beliau tidak akan bermaksiat kepada-Nya dan Dialah yang akan menolongnya. Berpegangteguhlah kepadanya dan jangan menyalahinya. Sesungguhnya beliau berada dalam kebenaran.”
Umar pun bertanya lagi, ”Bukankah beliau berkata bahwa kita akan datang ke Baitullah dan melakukan thawaf di sekelilingnya?”
Abu Bakar menjawab, ”Ya, tapi apakah beliau mengabarkan kepadamu bahwa kita akan datang ke Baitullah tahun ini?”
Maka Umar menjawab, ”Tidak.”
Lalu Abu Bakar berkata, ”Sesungguhnya engkau akan datang melakukan thawaf di sekelilingnya.”
MasyaAllah, Abu Bakar begitu mencintai Allah dan Rasul-Nya. Bagaimana sampai jawaban beliau sama dengan jawaban Nabi Muhammad tanpa ada kesepakatan sebelumnya atau isyarat dari siapapun.
Maka, apakah kita sudah mencintai Allah dan Rasul-Nya seperti yang dilakukan Abu Bakar Ash-shiddiq ataupun sahabat Rasulullah lainnya? []
Sumber: Shahih Bukhari dalam kitab Asy Syuruth, bab Asy Syuruth fil Jihad. Fariq Gasim Anuz dalam buku Abu Bakar Ash-Shiddiq, Kepemimpinan dan Kelembutan Akhlak Pembela Nabi
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE


