DKISAHKAN bahwa Nabi Musa عليه السلام bertemu dengan seseorang yang telah berulang kali berdoa, namun doanya belum juga dikabulkan oleh Allah.
Nabi Musa pun bermunajat:
“Ya Rabb, kabulkanlah doanya.”
Lalu Allah menurunkan wahyu kepada Nabi Musa:
“Wahai Musa, ia kikir karena doanya hanya untuk dirinya sendiri.”
Nabi Musa kemudian menyampaikan hal tersebut kepada orang itu. Setelah ia memperbaiki doanya dan tidak lagi mendoakan dirinya sendiri, Allah pun mengabulkan doanya.
Sufyan ats-Tsauri berkata:
“Janganlah kalian enggan berdoa tentang apa yang kalian inginkan. Sebab Iblis yang memohon agar dirinya dibiarkan hidup hingga Hari Kiamat pun dikabulkan oleh Allah.”
Ini menegaskan bahwa doa bukan sekadar permintaan, tetapi juga cermin kelapangan hati dan keluasan kasih kepada sesama. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

