Dzun Nun al-Mishri berkata, “Orang awam bertaubat dari dosa-dosa mereka. Sedangkan orang-orang pilihan bertaubat dari kelalaian mereka.”
Bagi orang awam, kelalaian sering kali terasa sebagai kesenangan—ruang rehat dari beban kewajiban. Namun bagi orang-orang yang hatinya dekat dengan Allah, kelalaian justru menjadi dinding yang menghalangi perjumpaan dengan-Nya.
Karena itu, ukuran dosa dan kelalaian tidaklah sama bagi setiap orang. Semakin tinggi kedekatan seseorang kepada Allah, semakin halus pula perkara yang ia sesali.
Dzun Nun kemudian menjelaskan bahwa taubat memiliki dua wajah.
Yang pertama, taubat karena takut—takut akan hukuman Allah, takut akan akibat dosa, takut akan murka-Nya.
Yang kedua, taubat karena malu—malu kepada kasih sayang Allah yang tak putus-putus, sementara hamba masih lalai dan menunda ketaatan.
Taubat karena takut menyelamatkan seseorang dari kebinasaan.
Namun taubat karena malu mengantarkan seorang hamba menuju kedekatan.
Sebab ia tidak kembali karena ancaman, tetapi karena cinta yang merasa tidak pantas untuk terus berpaling. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

