DALAM menata ibadah sunnah, sering muncul pertanyaan penting: manakah yang lebih utama antara shalat tahajud di malam hari atau membaca Al-Qur’an setelah shalat Fajar? Keduanya adalah amalan mulia. Namun Islam mengajarkan adanya prioritas dalam beramal, terutama ketika seseorang tidak mampu mengerjakan semuanya secara maksimal.
Keutamaan Shalat Tahajud
Shalat tahajud termasuk bagian dari qiyamul lail, ibadah malam yang sangat ditekankan dalam syariat. Ia dilakukan setelah tidur, pada waktu ketika kebanyakan manusia terlelap. Karena itulah, tahajud menjadi tanda keikhlasan dan kesungguhan seorang hamba.
Para ulama menjelaskan bahwa shalat sunnah yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam. Dalam shalat, seorang hamba menggabungkan banyak bentuk ibadah sekaligus: berdiri, membaca Al-Qur’an, ruku’, sujud, dzikir, dan doa. Semua terkumpul dalam satu amal.
Selain itu, waktu tahajud sangat terbatas. Jika malam berlalu dan fajar terbit, maka kesempatan itu tidak bisa diulang.
BACA JUGA: Cara Ulama Salaf Memaknai Tahajjud
Keutamaan Membaca Al-Qur’an Setelah Fajar
Membaca Al-Qur’an setelah shalat Fajar juga memiliki keutamaan besar. Waktu pagi adalah waktu yang penuh keberkahan. Hati masih jernih, pikiran belum disibukkan urusan dunia, dan bacaan Al-Qur’an di waktu ini lebih mudah meresap ke dalam jiwa.
Tilawah Al-Qur’an adalah ibadah agung yang dicintai Allah. Namun para ulama menegaskan bahwa membaca Al-Qur’an tidak terikat dengan waktu tertentu. Ia bisa dilakukan kapan saja: pagi, siang, sore, maupun malam.
Mana yang Lebih Diutamakan?
Para ulama besar menjelaskan satu kaidah penting dalam menentukan prioritas ibadah:
Ibadah yang memiliki waktu khusus dan sempit lebih diutamakan daripada ibadah yang waktunya luas.
Berdasarkan kaidah ini, maka:
Shalat tahajud lebih utama daripada membaca Al-Qur’an setelah shalat Fajar.
Sebab, tahajud hanya bisa dilakukan pada malam hari sebelum fajar.
Sedangkan membaca Al-Qur’an dapat dilakukan kapan saja, tidak terbatas setelah Fajar saja.
Selain itu, shalat lebih utama daripada bacaan Al-Qur’an di luar shalat, karena shalat mencakup bacaan Al-Qur’an dan ibadah-ibadah lainnya dalam satu rangkaian yang sempurna.
Bila Mampu, Gabungkan Keduanya
Yang paling utama tentu bukan memilih salah satu, melainkan menggabungkan keduanya:
- Bangun malam untuk shalat tahajud.
- Setelah shalat Fajar, melanjutkan dengan membaca Al-Qur’an dan dzikir pagi.
Inilah amalan yang mendekati kesempurnaan ibadah harian seorang muslim.
BACA JUGA: Membaca dengan Tajwid atau Hafalin Al Quran Dulu?
Kesimpulan
Shalat tahajud lebih utama karena:
- Termasuk shalat malam yang sangat dianjurkan.
- Waktunya terbatas dan tidak bisa diganti.
- Mengandung banyak bentuk ibadah sekaligus.
Membaca Al-Qur’an setelah shalat Fajar tetap amalan yang sangat mulia,
namun waktunya luas dan bisa dilakukan di kesempatan lain.
Yang terbaik adalah mengerjakan keduanya sesuai kemampuan, tanpa memberatkan diri.
Semoga Allah memudahkan kita untuk menata ibadah dengan ilmu, menghidupkan malam dengan tahajud, dan membasahi lisan dengan Al-Qur’an. Semoga setiap langkah kita bernilai di sisi-Nya. Aamiin. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

