Rasulullah: Kita Istirahat dengan Shalat, Wahai Bilal!

Nasrulloh Baksolahar
2 Min Read
Foto: Umar Faqih | Islampos

KETIKA shalat diwajibkan, Malaikat Jibril datang mengajarkan kepada Muhammad ﷺ tata cara pelaksanaannya dan waktu-waktunya. Shalat menjadi penghubung antara hamba dan Rabb-nya. Dengannya, ikatan itu menguat, jiwa terlatih, dan ruh tersucikan.

Karena itu, bagi para juru dakwah, ibadah bukan pelengkap, melainkan fondasi. Mereka harus menjaga shalat, memperbanyak amalan sunah, serta mengikatkan diri dengan Al-Qur’an—membacanya, mentadabburinya, menghafalnya, dan memahaminya. Dengan bekal itulah seseorang menjadi tegar menghadapi ujian, kuat di hadapan kesesatan, serta sabar dalam perjuangan.

Rasulullah ﷺ, ketika menghadapi urusan yang berat, kesempitan yang menghimpit, atau kegelisahan yang memuncak, beliau berkata kepada Bilal ibn Rabah,

“Arihna biha ya Bilal” — “Istirahatkan kami dengan shalat, wahai Bilal.”

https://shopee.co.id/product/1343587831/27310804639?gads_t_sig=VTJGc2RHVmtYMTlxTFVSVVRrdENkVHQ3ZkZSUTMrR3pBWmZZNzdrcnRBMGQ5Mk1KZHhtSGtnTWtzVThsYU9vOW9tR2ttNnRJQnBkZzdXbEhLallWVVd0TzlrNHYzQm1QOGxrd1Awcy9PZ0xwMjZMWVZLUXYwa1J6Q0cra0xUbFVWS2VPeGU4dVZFM3R2aVRYV0lrOEgyUzJ1Nk5RVTUxTjVHeVZ0enhPNGRzPQ&mmp_pid=an_11336250108&uls_trackid=54johp4400l6&utm_campaign=id_HSaHp71NrV&utm_content=----&utm_medium=affiliates&utm_source=an_11336250108&utm_term=e8k5u62pusnw

Lalu beliau menunaikan shalat. Di dalamnya, ruhnya menjadi tenang dan jiwanya tenteram. Dari shalat itu turun ketenangan, dan darinya beliau mengambil bekal ruhani untuk melanjutkan perjalanan dakwah.

Dengan kekuatan shalat, Rasulullah ﷺ menapaki jalan dakwah dengan keteguhan yang luar biasa. Iman yang kokoh menjadikannya tidak goyah oleh godaan dunia. Ketika orang-orang kafir menawarkan kekayaan, kedudukan, kerajaan, bahkan wanita tercantik, beliau menolaknya. Semua itu tidak mampu memalingkannya dari misi yang diemban.

Apa yang beliau inginkan dari semua perjuangan besar itu?
Beliau tidak menginginkan dunia sedikit pun. Yang beliau cari hanyalah ridha Allah, keselamatan manusia, dan kebahagiaan mereka di akhirat. Beliau menginginkan manusia beribadah kepada Allah semata dan mengucapkan, “Tiada Tuhan selain Allah.”

Karena itulah beliau terus bersabar tanpa pernah mundur. Dalam berbagai peristiwa, beliau berada di barisan terdepan bersama para sahabatnya. Beliau tidak mengutamakan keselamatan diri, dan tidak surut oleh ancaman ataupun penghinaan.

BACA JUGA:  Anak-Anak yang Bermain Bersama Rasulullah ﷺ

Shalat menjadi bekal utama beliau—sumber kekuatan, ketenangan, dan persiapan menghadapi tantangan dakwah. Dari shalat lahir keteguhan dalam perjuangan.

Maka, barang siapa ingin memiliki kekuatan dalam mengarungi jalan dakwah, hendaklah ia menjaga shalatnya, sebagaimana Rasulullah ﷺ menjaga shalatnya. []

Sumber:  Aidh Al-Qarni, Rawa’i Sirah, Penerbit Al-Itishom, 2014

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *