Kenapa Orang Gendut Tak Langsung Terkena Diabetes?

Yudi
By Yudi
4 Min Read
Foto: Freepik

BANYAK orang beranggapan bahwa begitu seseorang menjadi gemuk, maka otomatis ia akan terkena diabetes. Padahal kenyataannya tidak sesederhana itu. Tidak semua orang dengan berat badan berlebih langsung mengidap diabetes. Bahkan ada yang bertahun-tahun mengalami obesitas tetapi kadar gula darahnya tetap normal.

Lalu sebenarnya bagaimana penjelasannya?

1. Diabetes Tidak Hanya Soal Gemuk

Sebagian besar kasus diabetes yang sering dibicarakan adalah Diabetes mellitus tipe 2. Penyakit ini memang sangat berkaitan dengan obesitas, tetapi gemuk bukan satu-satunya penyebab.

Diabetes tipe 2 terjadi karena kombinasi dua hal utama:

  • Resistensi insulin (tubuh tidak merespons insulin dengan baik)
  • Penurunan fungsi sel beta pankreas (produksi insulin menurun)

Orang gemuk memang lebih berisiko mengalami resistensi insulin, tetapi selama pankreasnya masih mampu memproduksi insulin dalam jumlah cukup, gula darah bisa tetap terkontrol.

Itulah sebabnya tidak semua orang gemuk langsung terkena diabetes.

BACA JUGA: Sudah Tua, tapi Tidak Terkena Diabetes, Ini Rahasianya

2. Ada yang Disebut “Metabolically Healthy Obesity”

Dalam dunia medis dikenal istilah metabolically healthy obesity (MHO), yaitu kondisi seseorang yang obesitas tetapi belum menunjukkan gangguan metabolik seperti:

  • Gula darah tinggi
  • Tekanan darah tinggi
  • Kolesterol tinggi

Artinya, meskipun berat badannya berlebih, sistem metabolisme tubuhnya masih bekerja cukup baik.

Namun perlu dicatat: kondisi ini biasanya tidak permanen. Seiring waktu, risiko gangguan metabolik tetap meningkat jika pola hidup tidak berubah.

3. Faktor Genetik Berperan Besar

Genetika sangat memengaruhi apakah seseorang mudah terkena diabetes atau tidak.

Ada orang yang:

  • Badannya relatif kurus tetapi cepat terkena diabetes
  • Badannya gemuk tetapi kadar gulanya tetap stabil bertahun-tahun

Ini menunjukkan bahwa keturunan, sensitivitas insulin bawaan, dan distribusi lemak tubuh memiliki pengaruh besar.

4. Lokasi Lemak Lebih Penting dari Sekadar Berat Badan

Tidak semua lemak itu sama. Lemak yang berbahaya adalah lemak visceral, yaitu lemak yang menumpuk di sekitar organ dalam perut. Lemak ini lebih erat kaitannya dengan resistensi insulin.

Sementara itu, lemak yang berada di bawah kulit (subkutan) relatif lebih “aman” dibandingkan lemak visceral.

Itulah sebabnya ukuran lingkar perut sering kali lebih berisiko dibandingkan angka timbangan semata.

https://s.shopee.co.id/2g5RoWVi5J

5. Gaya Hidup Menentukan Kecepatan Risiko

Seseorang bisa saja gemuk tetapi:

  • Masih aktif bergerak
  • Jarang mengonsumsi gula berlebihan
  • Tidak merokok
  • Tidur cukup

Kombinasi gaya hidup ini bisa memperlambat munculnya diabetes meskipun berat badan berlebih.

Sebaliknya, orang yang gemuk dan:

  • Jarang bergerak
  • Sering konsumsi minuman manis
  • Pola tidur buruk
  • Stres kronis

Akan jauh lebih cepat mengalami gangguan metabolik.

6. Diabetes Adalah Proses, Bukan Kejadian Mendadak

Diabetes tipe 2 biasanya berkembang perlahan selama bertahun-tahun.

Tahapannya:

  • Resistensi insulin mulai terjadi
  • Gula darah mulai naik sedikit (prediabetes)
  • Pankreas kelelahan
  • Barulah terdiagnosis diabetes

Jadi seseorang bisa gemuk selama bertahun-tahun sebelum akhirnya kadar gula darahnya benar-benar melonjak.

7. Tapi Risiko Tetap Nyata

Walaupun tidak langsung terkena diabetes, obesitas tetap merupakan faktor risiko besar.

Data dari berbagai organisasi kesehatan seperti World Health Organization menunjukkan bahwa obesitas meningkatkan risiko diabetes tipe 2 secara signifikan.

Artinya, “belum kena” bukan berarti “aman selamanya”.

Banyak orang merasa baik-baik saja sampai suatu hari hasil cek laboratorium menunjukkan gula darahnya sudah tinggi.

Tidak semua orang gemuk langsung terkena diabetes karena:

BACA JUGA: Penyebab Seorang Sudah Terkena Diabetes, padahal Masih Muda

  • Pankreasnya masih mampu memproduksi insulin cukup
  • Metabolisme tubuhnya masih stabil
  • Faktor genetik mendukung
  • Distribusi lemak tidak terlalu berbahaya
  • Gaya hidup masih relatif baik

Namun obesitas tetap meningkatkan risiko dalam jangka panjang. Karena itu, fokusnya bukan hanya pada berat badan semata, tetapi pada kesehatan metabolik secara keseluruhan: pola makan, aktivitas fisik, kualitas tidur, dan pemeriksaan rutin.

Tubuh sering memberi tanda perlahan. Yang berbahaya bukan gemuknya saja—tetapi ketika kita merasa aman dan tidak pernah memeriksa kesehatan. []

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *