PERTANYAAN itu mengemuka setelah jajak pendapat Reuters/Ipsos yang dirilis pada 1 Maret 2026 menunjukkan hanya 27 persen warga Amerika mendukung serangan militer terhadap Iran.
Sebaliknya, 43 persen menyatakan tidak setuju, sementara 29 persen lainnya ragu-ragu. Survei daring terhadap 1.282 responden itu memiliki margin kesalahan sekitar ±3 poin persentase—cukup untuk menggambarkan keterbelahan opini publik.
Serangan yang diluncurkan pemerintahan Presiden Donald Trump—dikoordinasikan dengan Israel—diklaim sebagai respons atas “ancaman nyata” dari Teheran. Namun 56 persen responden menilai Trump terlalu cepat menggunakan kekuatan militer.
Persepsi itu sangat kuat di kalangan Demokrat (87 persen), tetapi juga muncul di antara independen (60 persen) dan bahkan sebagian Republikan.
Dukungan partisan pun tidak solid. Meski 55 persen Republikan menyetujui serangan, 42 persen dari mereka mengaku bisa menarik dukungan jika konflik menyebabkan korban di pihak pasukan AS atau memicu lonjakan harga energi.
BACA JUGA: Bagaimana Agar Yahudi Mau Menepati Janji, Amerika?
Faktor ekonomi terbukti sensitif: 45 persen responden menyatakan akan cenderung menolak kampanye militer jika harga bensin dan minyak naik tajam. Harga minyak Brent sendiri dilaporkan melonjak hingga kisaran 80 dolar AS per barel, dengan proyeksi bisa menembus 100 dolar jika eskalasi berlanjut.
Kritik juga datang dari ranah media arus utama. Dewan Redaksi The New York Times menyebut langkah Trump “sembrono” dan “tidak konstitusional,” menyoroti ketiadaan otorisasi Kongres.
Sejumlah legislator lintas partai—termasuk Ro Khanna, Thomas Massie, Tim Kaine, dan Rand Paul—mengajukan resolusi untuk membatasi kewenangan presiden dalam memulai perang tanpa persetujuan legislatif. []
SUMBER: PALESTINE CHRONICLE | REPUBLIKA NEWS
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

