15 Tahun Setelah Malam Turunnya Al-Qur’an

Nasrulloh Baksolahar
2 Min Read
Foto: Freepik

DALAM Al-Qur’an surah Al-Qur’an ayat 41, Allah berfirman:  “Ketahuilah, sesungguhnya apa pun yang kamu peroleh sebagai rampasan perang, maka seperlimanya untuk Allah, Rasul, kerabat (Rasul), anak-anak yatim, orang-orang miskin, dan ibnusabil, jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami pada hari al-furqan (hari pembeda), yaitu pada hari bertemunya dua pasukan. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (Al-Qur’an, Surah Al-Anfāl: 41)

Menurut penjelasan para ulama tafsir, ayat ini berkaitan dengan peristiwa Perang Badar, yaitu perang besar pertama antara kaum Muslimin dan kaum Quraisy. Ayat ini juga menjadi dasar pertama dalam syariat Islam mengenai pembagian harta rampasan perang (ganimah).

Dalam ayat tersebut, Allah menyebut Perang Badar sebagai “Yaum al-Furqan”, yakni hari pemisahan antara kebenaran dan kebatilan. Pada hari itu, dua pasukan bertemu: pasukan kaum Muslimin yang dipimpin oleh Muhammad dan pasukan Quraisy yang dipimpin oleh Abu Jahal.

Perang ini terjadi pada 17 Ramadhan, sekitar lima belas tahun setelah malam pertama turunnya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad ﷺ.

Karena itu, sebagian ulama membedakan dua makna yang disebut dalam ayat tersebut.

https://shopee.co.id/product/1343587831/27310804639?gads_t_sig=VTJGc2RHVmtYMTlxTFVSVVRrdENkVHQ3ZkZSUTMrR3pBWmZZNzdrcnRBMGQ5Mk1KZHhtSGtnTWtzVThsYU9vOW9tR2ttNnRJQnBkZzdXbEhLallWVVd0TzlrNHYzQm1QOGxrd1Awcy9PZ0xwMjZMWVZLUXYwa1J6Q0cra0xUbFVWS2VPeGU4dVZFM3R2aVRYV0lrOEgyUzJ1Nk5RVTUxTjVHeVZ0enhPNGRzPQ&mmp_pid=an_11336250108&uls_trackid=54jrahvh02ke&utm_campaign=id_HSaHp71NrV&utm_content=----&utm_medium=affiliates&utm_source=an_11336250108&utm_term=e8n667egvme1

Pertama, “hari bertemunya dua pasukan” (yaum iltaqa al-jam‘an), yaitu peristiwa Perang Badar pada 17 Ramadhan.

Kedua, “Hari Pemisahan” (yaum al-furqan), yang oleh sebagian ulama juga dikaitkan dengan malam pertama turunnya Al-Qur’an, malam yang penuh keberkahan sebagaimana disebutkan dalam surah Surah Ad-Dukhan.

Dengan demikian, Perang Badar tidak hanya menjadi kemenangan militer pertama bagi kaum Muslimin, tetapi juga menjadi titik sejarah yang mengingatkan kembali pada turunnya wahyu, yang sejak awal telah memisahkan jalan kebenaran dari jalan kebatilan. []

Sumber: Buya Hamka, Tafsir Al-Azhar, GIP, 2020

Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

TAGGED:
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *