DI sebuah majelis ilmu, Al-Hasan Al-Bashri duduk tenang.
Kata-katanya mengalir lembut.
Tentang surga. Tentang neraka. Tentang akhirat.
Datang Habib Al-Ajami.
Ia hadir, tapi hatinya jauh.
Ia tidak benar-benar mendengar.
Hari berlalu.
Rasa ingin tahu tumbuh pelan.
Ia bertanya kepada orang-orang.
“Mereka bicara tentang akhirat,” jawab seseorang.
“Tentang zuhud. Tentang meninggalkan dunia.”
Hatinya bergetar.
Ia berkata singkat, “Ayo kita datang.”
Ia kembali.
Kali ini dengan jiwa yang terbuka.
Di hadapan gurunya, ia diam.
Mendengar dengan seluruh hatinya.
Nasihat itu sederhana.
Namun menghujam dalam.
Tentang amal. Tentang bekal. Tentang pulang.
Air matanya hampir jatuh.
Dunia terasa ringan.
BACA JUGA: Imam Hasan Al-Bashri dan Roti yang Dikirim Kepadanya
Ia pun memberi.
Empat puluh ribu dinar.
Sejak itu, hidupnya berubah.
Ia memilih sedikit.
Ia mencintai ibadah.
Hingga akhirnya, ia pulang.
Dengan hati yang telah hidup. []
Sumber: Hilyat Al-Awliya’ Wa Tabaqat yang karya Abu Nu’aym Al-Isfahani | Kisah Menawan Imam Hasan Al-Bashri
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE


