HARI Raya Idul Fitri adalah hari kemenangan. Hari kembali kepada fitrah. Hari di mana umat Islam merayakan selesainya ibadah puasa selama sebulan penuh di bulan Ramadhan. Karena itu, Islam dengan tegas melarang berpuasa pada hari ini.
Larangan ini bukan tanpa dasar. Dalam hadits sahih, Rasulullah ﷺ melarang puasa pada dua hari: Idul Fitri dan Idul Adha. Ini menunjukkan bahwa dua hari raya tersebut memang ditetapkan sebagai waktu untuk bergembira, bukan menahan diri dari makan dan minum.
Secara makna, Idul Fitri adalah hari berbuka. Bahkan kata “fitri” sendiri berkaitan dengan berbuka setelah puasa. Maka, jika seseorang tetap berpuasa di hari itu, seakan-akan ia menolak makna yang telah Allah tetapkan. Bukan soal kuat atau tidaknya menahan lapar, tapi soal ketaatan mengikuti aturan.
Selain itu, hari Lebaran juga menjadi momen berbagi kebahagiaan. Umat Islam dianjurkan makan sebelum berangkat shalat Id, sebagai tanda bahwa hari itu bukan lagi hari puasa. Ini juga menjadi pembeda yang jelas antara ibadah Ramadhan dan hari raya.
Lebaran bukan hanya tentang diri sendiri. Ada silaturahim. Ada kebersamaan. Ada jamuan yang disiapkan dengan penuh cinta. Menolak makan di hari itu bisa membuat suasana menjadi kaku, bahkan bertentangan dengan semangat kebersamaan yang diajarkan Islam.
BACA JUGA: Lebaran Tahun 90-an, 2000-an, Begini Vibe-nya, MasyaAllah …
Jadi, justru dengan tidak berpuasa di hari Lebaran, kita sedang beribadah. Kita sedang menaati perintah Rasulullah ﷺ. Kita sedang mensyukuri nikmat yang Allah berikan.
Kadang kita berpikir ibadah itu selalu tentang menahan diri. Padahal, dalam momen tertentu, ibadah justru tentang menikmati yang halal dengan penuh syukur. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

