ZINA adalah dosa besar. Dalam Islam, ia bukan sekadar pelanggaran moral, tapi juga penghancur tatanan masyarakat. Karena itu, syariat sangat tegas menutup semua jalan menuju zina. Namun, yang lebih mengerikan adalah ketika zina tidak lagi dilakukan secara sembunyi-sembunyi, melainkan terang-terangan.
Fenomena ini telah diisyaratkan oleh Nabi ﷺ sebagai tanda akhir zaman.
Rasulullah ﷺ bersabda:
لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَتَسَافَدَ النَّاسُ فِي الطُّرُقِ تَسَافُدَ الْحُمُرِ
“Tidak akan terjadi hari kiamat hingga manusia berzina di jalanan seperti keledai.” (HR. Ahmad, dishahihkan oleh sebagian ulama)
Dalam riwayat lain disebutkan, ketika hal itu terjadi, orang yang paling baik di antara mereka hanya berkata:
لَوْ تَنَحَّيْتُمْ عَنِ الطَّرِيقِ
“Seandainya kalian menyingkir ke pinggir jalan.” (HR. Abu Ya’la, dinilai hasan oleh sebagian ulama)
Hadits ini menunjukkan rusaknya rasa malu. Zina bukan lagi dianggap aib. Bahkan dilakukan di ruang publik. Lebih parah lagi, masyarakat tidak lagi mengingkarinya dengan sungguh-sungguh. Mereka hanya memberi komentar ringan, tanpa usaha mencegah.
Para ulama salaf telah lama mengingatkan bahaya hilangnya rasa malu ini.
Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata,
“Tidaklah suatu kaum melakukan maksiat secara terang-terangan, kecuali Allah akan menimpakan azab kepada mereka secara merata.”
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan,
“Zina termasuk dosa yang paling cepat mendatangkan kerusakan. Ia merusak nasab, menghancurkan kehormatan, dan membuka pintu berbagai kejahatan lainnya.”
Sementara itu, Imam An-Nawawi rahimahullah menegaskan,
“Jika kemungkaran dilakukan terang-terangan dan tidak diingkari, maka itu tanda lemahnya iman dalam masyarakat tersebut.”
Realita hari ini mulai mendekati gambaran itu. Pergaulan bebas dianggap biasa. Konten-konten vulgar tersebar luas. Bahkan sebagian orang tidak lagi merasa bersalah.
Ini bukan sekadar perubahan zaman. Ini tanda bahaya.
Seorang muslim tidak boleh diam. Minimal, ia menjaga diri dan keluarganya. Menundukkan pandangan. Menjaga pergaulan. Dan tetap mengingkari kemungkaran sesuai kemampuan.
BACA JUGA: Berapa Lama Nabi Isa Turun Kembali di Dunia di Akhir Zaman Nanti?
Allah berfirman: “Dan janganlah kalian mendekati zina.” (QS. Al-Isra: 32)
Perhatikan, bukan hanya dilarang berzina, tapi juga mendekatinya.
Akhir zaman bukan hanya tentang tanda-tanda besar. Tapi juga tentang rusaknya hati manusia.
Jika zina sudah dianggap biasa, bahkan dilakukan di jalanan, maka itu bukan sekadar dosa individu. Itu adalah tanda bahwa dunia sedang menuju akhirnya.
Semoga Allah menjaga kita dan keluarga kita dari fitnah ini. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

