SETELAH sebulan penuh menjalani Ramadhan, lidah terasa seperti “bangun kembali.” Selama puasa, kita menahan diri dari berbagai rasa. Makan pun lebih teratur dan cenderung sederhana. Maka ketika hari-hari setelah Ramadhan tiba, muncul satu momen yang sulit dilupakan: makan ikan asin, sambel, dan lalapan. Sederhana, tapi rasanya luar biasa.
Ikan asin punya cita rasa khas. Gurih, asin, dan sedikit renyah saat digoreng. Aroma yang keluar dari dapur saja sudah cukup bikin perut keroncongan. Apalagi kalau dimakan hangat-hangat. Rasanya jadi lebih “nendang” setelah lama tidak makan di siang hari selama Ramadhan.
Lalu ada sambel. Ini yang sering jadi bintang utama. Pedasnya terasa lebih hidup. Cabai, bawang, dan sedikit terasi menyatu sempurna. Sensasi pedas ini seperti “menyadarkan” lidah. Banyak orang merasa sambel setelah Ramadhan jadi lebih nikmat dari biasanya. Mungkin karena tubuh sudah terbiasa menahan, jadi saat dilepas, rasanya lebih terasa.
Jangan lupakan lalapan. Timun, kemangi, kol, atau daun selada. Segar dan ringan. Lalapan menyeimbangkan rasa ikan asin dan sambel. Ada sensasi dingin dan segar yang membuat makan jadi tidak enek. Kombinasi ini sederhana, tapi lengkap.
Momen makan seperti ini juga bukan hanya soal rasa. Ada suasana hangat di dalamnya. Biasanya dimakan bersama keluarga. Duduk lesehan. Saling cerita. Tertawa ringan. Setelah Ramadhan, suasana kebersamaan seperti ini terasa lebih berharga.
Menariknya, makanan sederhana justru terasa lebih memuaskan dibanding makanan mewah. Bukan karena harganya. Tapi karena pengalaman dan perasaan yang menyertainya. Ada rasa syukur. Ada rasa cukup.
BACA JUGA: Doyan Makan Sambel? Perhatikan Ini
Namun, tetap perlu diingat. Jangan berlebihan. Ikan asin mengandung garam tinggi. Sambel bisa terlalu pedas jika tidak dikontrol. Nikmati secukupnya saja. Biar tubuh tetap sehat setelah Ramadhan.
Akhirnya, ikan asin, sambel, dan lalapan bukan sekadar makanan. Ini adalah simbol sederhana dari kebahagiaan setelah menahan diri. Rasanya mungkin biasa saja di hari biasa. Tapi setelah Ramadhan, wow… memang beda. []
___________
Kirim tulisan Anda ke Islampos. Isi di luar tanggung jawab redaksi. Silakan kirim ke: [email protected], dengan ketentuan tema Islami, pengetahuan umum, renungan dan gagasan atau ide, Times New Roman, 12 pt, maksimal 650 karakter. Sertakan foto diri, Kartu Tanda Identitas (KTP/KTP/SIM), akun media sosial (IG, Facebook, atau Tiktok), dan imel.
___________
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

