SILATURAHMI adalah salah satu nilai penting dalam kehidupan sosial, terlebih dalam ajaran Islam. Bahkan, menjaga hubungan baik antar keluarga dan sesama diyakini dapat memperpanjang umur dan melapangkan rezeki. Namun ironisnya, hubungan yang seharusnya dijaga ini justru sering retak, bahkan putus, hanya karena satu hal: utang.
Fenomena ini kerap muncul, terutama setelah momen seperti Idul Fitri, ketika keluarga besar berkumpul. Senyum yang tampak di luar, terkadang menyimpan luka lama akibat urusan pinjam-meminjam yang belum terselesaikan.
BACA JUGA: Dapat THR, Tapi Tidak Bayar Utang? Ini yang Perlu Dipahami
Ketika Utang Mengalahkan Persaudaraan
Awalnya mungkin sederhana. Seseorang meminjam uang karena kebutuhan mendesak—entah untuk usaha, biaya hidup, atau keperluan darurat. Pemberi pinjaman pun membantu dengan niat baik. Namun, masalah mulai muncul ketika:
- Janji pembayaran tidak ditepati
- Komunikasi mulai menghilang
- Timbul rasa tidak enak, lalu berubah jadi menghindar
Dari sinilah hubungan mulai renggang. Yang dulu akrab, kini canggung. Yang dulu sering bertemu, kini saling menjauh.
Dampak Putusnya Silaturahmi karena Utang
1. Hilangnya Kepercayaan
Utang yang tidak dibayar bukan hanya soal uang, tapi soal amanah. Ketika amanah dilanggar, kepercayaan ikut hancur.
2. Konflik Berkepanjangan
Masalah utang seringkali tidak selesai dalam waktu singkat. Bahkan bisa berlarut-larut hingga bertahun-tahun dan memicu konflik keluarga.
3. Hubungan Keluarga Retak
Yang lebih menyedihkan, utang bisa memecah hubungan saudara, sahabat, bahkan orang tua dan anak.
4. Beban Psikologis
Baik pihak yang memberi maupun yang berutang sama-sama terbebani. Yang memberi merasa dizalimi, yang berutang merasa tertekan atau malu.
Penyebab Umum Terjadinya Masalah
Beberapa hal yang sering menjadi pemicu putusnya silaturahmi karena utang:
- Tidak ada kejelasan waktu pengembalian
- Menganggap utang sebagai hal sepele
- Gaya hidup yang tidak sesuai kemampuan
- Kurangnya komunikasi terbuka
Cara Mencegah Rusaknya Silaturahmi
Agar hubungan tetap terjaga meskipun ada urusan utang, berikut beberapa langkah bijak:
1. Niatkan dengan Tanggung Jawab
Jika berutang, tanamkan niat kuat untuk membayar. Jangan pernah menganggap remeh.
2. Buat Kesepakatan Jelas
Tentukan waktu pengembalian, bahkan jika perlu ditulis agar tidak terjadi kesalahpahaman.
3. Jaga Komunikasi
Jika belum mampu membayar, sampaikan dengan jujur. Diam dan menghindar justru memperburuk keadaan.
4. Jangan Memaksakan Memberi Utang
Bagi pemberi pinjaman, pastikan memberi sesuai kemampuan dan siap dengan segala risiko.
5. Dahulukan Silaturahmi
BACA JUGA: Hutang yang Dijamin oleh Allah
Uang bisa dicari, tapi hubungan yang rusak belum tentu bisa kembali seperti semula.
Putusnya silaturahmi karena utang adalah pelajaran pahit yang sering terjadi di tengah masyarakat. Padahal, dalam banyak hal, nilai hubungan jauh lebih berharga daripada nominal uang itu sendiri.
Jangan sampai utang yang bersifat sementara justru merusak hubungan yang seharusnya dijaga seumur hidup. Karena pada akhirnya, yang paling kita butuhkan bukan hanya materi, tetapi juga keluarga dan orang-orang yang tetap ada di sisi kita. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

