KUE nastar adalah salah satu hidangan khas yang selalu hadir saat Idul Fitri. Rasanya yang manis, lembut, dengan isian selai nanas membuat siapa saja sulit berhenti setelah menggigit satu. Namun di balik kelezatannya, kue nastar juga menyimpan dampak yang cukup signifikan bagi berat badan jika dikonsumsi berlebihan.
Kandungan Kalori dalam Kue Nastar
Kue nastar umumnya terbuat dari tepung, mentega, gula, dan selai nanas. Kombinasi ini menghasilkan kue dengan kalori yang cukup tinggi.
BACA JUGA: Banyak yang Sakit saat Lebaran karena Salah Makan, Ini Penyebabnya
Dalam satu butir kue nastar kecil, rata-rata mengandung sekitar:
- 50–75 kalori
- Tinggi lemak dari mentega
- Tinggi gula dari selai dan adonan
Bayangkan jika dalam sehari Anda mengonsumsi 10–15 butir tanpa sadar—jumlah kalori yang masuk bisa setara dengan satu porsi makan berat.
Dampak Nastar terhadap Berat Badan
1. Mudah Menyebabkan Kelebihan Kalori
Karena ukurannya kecil, banyak orang tidak merasa bersalah saat makan nastar dalam jumlah banyak. Padahal, kalori yang masuk bisa berlebihan dan akhirnya disimpan tubuh sebagai lemak.
2. Tinggi Gula, Memicu Nafsu Makan
Kandungan gula yang tinggi dapat menyebabkan lonjakan gula darah. Setelah itu, gula darah turun dengan cepat, membuat tubuh merasa lapar lagi. Akibatnya, Anda terdorong untuk makan lebih banyak.
3. Lemak Tinggi Menambah Timbunan Lemak Tubuh
Mentega yang digunakan dalam nastar mengandung lemak cukup tinggi. Jika tidak diimbangi aktivitas fisik, lemak ini akan menumpuk dan berkontribusi pada kenaikan berat badan.
4. Pola Makan Tidak Terkontrol Saat Lebaran
Saat Idul Fitri, nastar biasanya tersedia sepanjang hari. Tanpa jadwal makan yang jelas, ngemil terus-menerus menjadi kebiasaan yang sulit dikendalikan.
Siapa yang Perlu Lebih Waspada?
Beberapa kelompok sebaiknya lebih berhati-hati dalam mengonsumsi nastar:
- Orang yang sedang diet atau menurunkan berat badan
- Penderita diabetes atau prediabetes
- Orang dengan gaya hidup minim aktivitas
Tips Aman Menikmati Nastar
Bukan berarti Anda harus menghindari nastar sepenuhnya. Kuncinya adalah bijak dalam mengonsumsi.
1. Batasi Porsi
Cukup 2–3 butir per hari agar tidak berlebihan.
2. Jangan Dijadikan Cemilan Sepanjang Hari
Tentukan waktu khusus untuk makan, jangan sambil lalu tanpa sadar.
3. Imbangi dengan Aktivitas Fisik
Setelah Lebaran, usahakan tetap aktif: jalan kaki, olahraga ringan, atau aktivitas rumah.
4. Perbanyak Makanan Berserat
BACA JUGA: 7 Jenis Makanan yang Bisa Merusak Ginjal
Konsumsi buah, sayur, dan air putih untuk membantu menyeimbangkan asupan.
Kue nastar memang identik dengan kebahagiaan dan kehangatan saat Idul Fitri. Namun, jika dikonsumsi tanpa kontrol, dampaknya terhadap berat badan bisa cukup besar.
Menikmati nastar itu boleh, tapi tetap dengan kesadaran dan batasan. Karena menjaga kesehatan setelah Lebaran sama pentingnya dengan merayakannya. []
Ikuti Kami di Media Sosial:
Facebook: https://www.facebook.com/islampos.global.media
Instagram: : https://www.instagram.com/islamposcom/
Telegram: https://t.me/islamposgroupmedia
Tiktok: https://www.tiktok.com/@islamposmedia2
Youtube : https://www.youtube.com/@IslamposMedia-25/videos
Whatsapp Group : https://chat.whatsapp.com/IpX9u3UsWpnJiRcbau17XE

